Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta Siapkan Ruang Isolasi untuk Tamu

Di bidang perhotelan, penerapan protokol kesehatan justru dilakukan sangat ketat. Salah satunya di Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta. Hotel yang berada di bawah naungan PT Pesonna Indonesia Jaya -anak perusahaan Pegadaian- sejak beberapa bulan lalu, sudah menerapkan protokol kesehatan di era adaptasi kebiasaan baru, jauh sebelum dinyatakan  lolos  verifikasi lapangan dan monitoring dalam rangka sertifikasi COVID-19 yang dilakukan oleh Satuan Tugas (Satgas) COVID-19. 

Menurut Cluster General Manager Pesonna Hotel Yogyakarta Joko S. Widiyanto, CHA, penerapan protokol kesehatan yang dilakukan Pesonna Hotel Yogyakarta antara lain adanya pengukur suhu tubuh bagi tamu yang akan memasuki area hotel, kewajiban mencuci tangan dan menyediakan hand sanitizer di beberapa area titik hotel, seperti di dekat pintu masuk, front desk, di luar pintu lift, di dalam pintu lift dan di dekat area meeting room. 

Selain itu, bila tamu membawa barang atau koper harus disterilkan terlebih dahulu di pintu masuk. Tamu wajib memakai masker di seluruh area hotel, dan apabila tamu tidak membawa masker, hotel menyediakan masker wajah secara gratis. 

Di front office tamu wajib  mengisi formulir tentang riwayat perjalanan dan kesehatan serta pernyataan tidak menderita COVID-19. Tamu juga diwajibkan menyerahkan surat sehat dari instansi kesehatan terkait  serta men-scan barcode kunjungan wisata dari Dinas Pariwisata. 

Joko menambahkan, di seluruh area hotel ditempatkan tanda jaga jarak, antara lain di lantai lobby entrance, kursi di lobi dan restoran, di dalam lift dan di area mencuci tangan; tamu juga diwajibkan untuk menghindari kontak langsung serta disarankan melakukan transaksi pembayaran non-tunai. Aturan jaga jarak juga diberlakukan di meeting room di mana kursi dan meja ditata sejauh minimal satu meter. 

Protokol kesehatan juga terlihat pada saat menghidangkan sajian makanan, dimana makanan disajikan di piring yang dibungkus oleh plastik. Sajian  dapat diambilkan oleh petugas hotel atau tamu bisa mengambil sajian makanan dengan sarung tangan yang sudah disediakan. 

Dalam hal persiapan acara atau kunjungan, Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta selalu mensterilkan ruangan sebelum dan sesudah ruangan tersebut dipakai. Manajemen hotel juga menyiapkan ruangan isolasi bagi tamu yang terindikasi atau menunjukkan gejala terjangkit virus atau suhu tubuh di atas 37.3°C. Staf yang menangani tamu dilengkapi dengan Alat Pelingdung Diri (APD) serta pelatihan pertolongan pertama apabila penanganan menunggu instansi kesehatan terkait datang. 

Untuk mengantisipasi penyebaran virus, protokol kesehatan di lingkungan hotel, mutlak dilakukan agar tamu dapat menginap di hotel dengan nyaman dan aman. Protokol kesehatan di Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta merupakan perwujudan dukungan kami untuk program pemerintah dalam memberantas pandemi ini. Harapan kami apabila tamu atau wisatawan tahu bahwa Pesonna Hotel Tugu Yogyakarta memiliki fasilitas protokol kesehatan yang lengkap dan ketat, bisa menjadi sarana juga jaminan untuk meningkatkan pariwisata Yogyakarta agar menjadi tujuan wisata yang lebih nyaman,” kata Joko.

Selain penerapan kepada tamu, protokol kesehatan juga diterapkan kepada karyawan, dengan cara karyawan wajib menggunakan masker, face shield dan sarung tangan bagi staf operasional pada saat bertugas - bagi karyawan back office pemakaian masker wajah juga diwajibkan. 

Karyawan diwajibkan mencuci tangan secara regular, penyediaan hand sanitizer di seluruh area untuk karyawan, pengukuran suhu tubuh ketika memasuki area hotel, penggunaan seragam yang harus diganti setiap hari serta adanya pengaturan jam kerja untuk mengurangi kapasitas hunian kantor. Karyawan juga diwajibkan selalu menjaga jarak dan meminimalisir kontak. Karyawan juga disediakan suplemen kesehatan dan asupan makanan yang bergizi. Apabila ditemukan adanya staf yang menunjukkan gejala sakit atau suhu tubuh di atas 37.3°C, karyawan diwajibkan beristirahat di rumah atau berobat sampai pulih. 

Penyemprotan disenfektan di semua area hotel, termasuk kantor dan area publik, dilakukan setiap hari agar area hotel selalu steril. Dalam hal pelaksanaan bisnis, diberlakukan juga strategi  sales dan marketing yang lebih mengutamakan teknologi digital dan telemarketing sehingga mengurangi kontak dengan orang lain. 

Meskipun, hotel industri yang pertama kali terdampak dan yang terakhir dalam proses pemulihan, namun sejalan dengan berbagai perkembangan dewasa ini, industri perhotelan diharapkan dapat bergerak secara bertahap ke arah pemulihan. “Hararapan kami dengan adanya sertifikasi protokol kesehatan oleh Satgas COVID DIY, memberikan jaminan rasa aman kepada para tamu dan klien kami, sehingga semakin meningkatkan bisnis dan pendapatan,” kata Joko.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)