Protokol Kesehatan Ala Propan Cegah Penyebaran Covid-19

Banyak cara dilakukan oleh perusahaan untuk mencegah perluasan penyebaran virus Covid-19.  Propan Raya misalnya mempriioritaskan kondisi kesehatan para karyawan.  “Yang pertama harus kami lindungi adalah karyawan. Sejak masa pandemi ini kami setiap seminggu sekali itu ada jadwal meeting review kesehatan karyawan dan kami selalu ingatkan mereka untuk patuh dengan protokol kesehatan,” ujar CEO Propan Raya, Kris Adidarma ketika diwawancara SWA perihal strategi perusahaannya dalam menjalankan bisnis di tengah pandemi Covid-19, beberapa waktu lalu.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur khususnya cat, tentu denyut ‘jantung’ Propan ada di dalam operasional pabrik. Selama pabrik beroperasi dan produktif maka perusahaan bisa hidup dan sebaliknya jika pabrik berhenti beroperasi maka bisnis pun berhenti. Maka tak heran meski ditengah wabah pabrik Propan tetap berjalan, tetapi tetap dengan menjaga protokol kesehatan.

Dari penjelasan Kris, terbaca bahwa Propan sangat menyadari operasional pabrik dan perusahaan secara menyeluruh ada di tangan karyawan. Kesehatan dan keselamatan karyawan berdampak langsung pada keberlanjutan perusahaan. Manajemen Propan kemudian merumuskan sejumlah protokol kesehatan yang dibuat cukup komplit dan detail. Protokol tersebut diberlakukan untuk seluruh aktivitas perusahaan, mulai dari rapat direksi hingga urusan makan siang di kantin.

Protokol kesehatan Propan Raya diwujudkan dalam langkah-langkah berikut:

1. Dibentuk gugus tugas Covid 19
2. Ada website khusus yg membahas tentang Corona untuk internal propan : www.covid19.propanraya.com
3. Membuat kampanye berupa video untuk mengajak karyawan peduli dan mematuhi pentingnya protokol kesehatan di kantor dan di rumah
4. Kampanye menggunakan masker
5. Pemberian minuman jahe hangat setiap pagi untuk karyawan
6. Pemberian vitamin C kepada seluruh karyawan yang bisa dikonsumsi setiap hari ( dari Yayasan Adidarma)
7. Bagi yg keluar kota ada fasilitas tes rapid gratis di Klinik Darma Nusantara. Dan perjalanan dinas tidak boleh menggunakan kendaraan umum.
8. Karyawan yg naik kendaraan umum di kondisikan untuk bisa menggunakan fasilitas kendaraan kantor (dikumpulkan bersama untuk orang-orang dalam satu area tertentu )
9. Karyawan dihimbau agar dapat membawa alat makan sendiri. Mengganti alat makan dikantin dgn alat makan sekali pakai ( menggunakan mika dan plastik). Perusahaan tidak lagi menyediakan gelas minum di kantin dan karyawan membawa tumbler/tempat minum sendiri. Tidak berkerumun saat makan siang di kantin .Tetap patuh terhadap seluruh prosedur yang ditetapkan oleh manajemen terkait penanganan covid19.

Kris juga mengaku sejak Covid-19 melanda, pihaknya menghapus agenda dan event perusahaan yang sifatnya tatap muka dan mengumpulkan banyak orang, seperti seminar, corporate branding, dan sebagainya. Propan mengganti agenda-agenda tersebut dengan seminar dan pelatihan secara virtual.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)