Protokol Kesehatan CHSE di Industri Pariwisata

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio (kanan) - Dok.Kemenparekraf

Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung sekitar 9 bulan di Indonesia, tidak boleh melumpuhkan kegiatan perekonomian, termasuk industri pariwisata lokal di Tanah Air. Untuk itu,  Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Wishnutama Kusubandio mengatakan, pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Clean, Health, Safety & Enviromental Sustainability) menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pemulihan pariwisata nasional.

Menurutnya, pelaksanaan protokol kesehatan wajib dilakukan di semua destinasi oleh seluruh stakeholder agar sektor pariwisata Indonesia dapat bangkit kembali. Tanpa pelaksanaan protokol kesehatan yang baik dan disiplin yang tinggi, tentunya tidak akan mudah sektor pariwisata dapat bangkit kembali. “Jadi, kuncinya adalah penerapan protokol kesehatan,” Wishnutama menegaskan.

Saat ini, Kemparekraf telah menerbitkan buku panduan khusus terkait protokol kesehatan berbasis CHSE bagi para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif Nusantara. Kemparekraf telah mengusulkan ke Kementerian Keuangan (Kemkeu) agar Hibah Pariwisata sebesar Rp 3,3 triliun ke daerah difokuskan untuk program penerapan protokol CHSE di berbagai destinasi pariwisata.

Kemenparekraf juga menyiapkan strategi pemasaran dan pelayanan baru bagi pelaku usaha wisata selam dengan menerapkan protokol kesehatan berbasis CHSE. Langkah ini sebagai upaya meningkatkan kembali kinerja wisata selam di masa adaptasi kebiasaan baru.

"Panduan CHSE wisata selam ini salah satu strategi yang telah disusun bersama-sama menjadi kesatuan yang penting dalam upaya memberikan rasa aman untuk melakukan wisata selam. Karena kita tahu diving ini sangat banyak berhubungan dengan mulut, jadi droplet itu banyak sekali. Maka dengan panduan ini, bisa menimbulkan rasa aman dan nyaman wisatawan untuk diving," ujar Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event), Rizki Handayani

Rizki mengungkapkan, wisatawan mancanegara telah siap datang kembali ke Indonesia untuk menikmati wisata selam. Maka dari itu, Indonesia harus mempersiapkan kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan. "Kami sudah melakukan pertemuan dengan pelaku usaha wisata selam di beberapa negara beberapa waktu lalu bagaimana market di Eropa, Amerika, Australia, dan China. Dan mereka sebenarnya sudah siap untuk datang kembali ke Indonesia. Kami berharap ke depannya bisa dilaksanakan dengan standar protokol kesehatan," ujar dia.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, menjelaskan, hingga saat ini di bandara masih dilakukan pembatasan dalam skala besar. Hal ini sebagai upaya memenuhi standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

"Kami menerapkan imbauan pemerintah, intinya kami masih melakukan pembatasan turis dalam skala besar untuk wisata. Mereka yang boleh datang ke Indonesia yang memiliki kartu tinggal sementara atau kartu tinggal tetap saja, misalnya yang sedang bekerja di Indonesia," ujar Awaluddin

Meski demikian, Angkasa Pura memberikan jaminan terhadap masyarakat Indonesia terkait penggunaan Bandara International Soekarno Hatta. Sebab, Bandara Soekarno Hatta telah dinyatakan sebagai bandara yang aman dan nyaman dari hasil survei 217 bandara di seluruh dunia.

Dalam peran aktifnya mendorong pemulihan sektor pariwisata Indonesia, perusahaan teknologi penyedia layanan perjalanan dan gaya hidup di Asia Tenggara, yaitu Traveloka berhasil mencatat beberapa pencapaian dari program promosi Traveloka Epic Sale yang diadakan 5 November hingga 11 November 2020 lalu. 

Berbagai kota tujuan populer staycation dan roadtrip seperti Jakarta, Puncak, Bogor, Bandung, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya masih memiliki animo tinggi. Adanya animo tinggi terhadap destinasi domestik yang mengedepankan keindahan alam juga tercermin dari kenaikan permintaan yang tinggi untuk Bali, Labuan Bajo, Lombok, dan Banyuwangi.

Bali merupakan destinasi dengan pertumbuhan permintaan paling tinggi untuk produk hotel, sebanyak 42x dibandingkan periode pandemi. Menggandeng 992 mitra di wilayah Bali dan sekitarnya, Traveloka telah berupaya untuk mendorong kemajuan pariwisata Bali dengan membantu lebih dari 4.500 pekerja industri pariwisata Bali dan sekitarnya melalui program Epic Sale ini.

Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjelaskan, merujuk pada perubahan tren perjalanan yg  protokol-protokol kesehatan menjadi faktor utama dalam pengambilan keputusan perjalanan, Kemenparekraf/ Baparekraf juga mengusung kampanye InDOnesia Care/I do Care yang bertujuan untuk memastikan seluruh industri pariwisata telah melaksanakan protokol-protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan lestari (CHSE) di seluruh alur perjalanan wisatawan di destinasi. Kampanye ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan wisatawan untuk kembali berwisata dengan tetap menerapkan protokol-protokol CHSE. Gerakan ini diharapkan dapat kembali meningkatkan pemulihan perekonomian nasional melalui konsumsi sektor pariwisata

Shirley Lesmana, VP Marketing Accommodation Traveloka, mengatakan, tingginya peningkatan trafik maupun transaksi para pengguna pada saat periode Traveloka Epic Sale ini memperlihatkan bahwa program promosi ini dapat menjadi angin segar bagi para pengguna yang membutuhkan dan menginginkan liburan, sembari memberikan kontribusi terhadap pemulihan ekonomi pariwisata Indonesia.

“Sebagai perusahaan teknologi Indonesia, Traveloka terus mendukung upaya pemerintah dalam membangkitkan dan menggerakkan kembali sektor pariwisata dan mengaktifkan operasi bisnis berbagai pelaku usaha pariwisata dengan tetap patuh terhadap protokol kesehatan berbasis CHSE karena kenyamanan mitra dan pengguna merupakan prioritas utama kami,” ungkap Shirley.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)