PSBB Membuat Bisnis Lembaga Kursus Wall Street English Naik 30%

Ketika banyak industri mengeluh atau terpukul akibat pandemi Covid-19, Wall Street English (WSE) Indonesia justru menuai kesuksesan. Lembaga kursus Bahasa Inggris untuk dewasa ini berhasil meningkatkan performa saat New Normal ini berkat business model pivot.

"Business model pivot adalah transformasi digital yang sigap, serta kultur perusahaan yang fokus pada customer. Pengalaman belajar di WSE kini dapat dilakukan sepenuhnya online lewat aplikasi khusus yang menggabungkan sistem pembelajaran interaktif dengan kelas tatap muka bersama guru native," ujar Kish Gill, CEO Wall Street English Indonesia, mengklaim.

Di bulan April, WSE meluncurkan membership baru yang sepenuhnya online yaitu WSE Goes Online (GO) dan direspons antusias oleh masyarakat. Oleh karena itu, WSE juga memungkinkan program lainnya untuk dapat diakses secara online, seperti IELTS Preparation Course dan Professional Skills, ditujukan khusus untuk profesional. WSE pun memiliki program VIP membership, yaitu program on-demand sesi privat 1-on-1, baik untuk individu maupun perusahaan yang kini dapat diakses online.

“Kami dengan cepat melakukan inovasi di sistem pembelajaran, sehingga proses belajar tidak pernah terhambat selama masa pandemi. Hal ini terbukti dari jumlah anggota kami yang bertumbuh 30% selama pandemi. Melalui kelas online yang diadakan lebih dari 150 kelas setiap harinya, memungkinkan kami untuk menjangkau member yang tersebar dari Sabang sampai Merauke," jelas Gill.

Menurut Gill, meningkatnya minat masyarakat mengikuti kelas kursus bahasa Inggris di WSE karena didorong beberapa faktor. Pertama, mereka yang terkena PHK dari tempat bekerja justru memanfaatkan waktunya untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan akan digunakan untuk mendapatkan peluang pekerjaan yang lebih baik jika nanti dunia sudah kembali normal. Kedua, mereka yang akan membuka bisnis baru yang mana akan bekerja sama dengan mitra-mitra lintas negara, sehingga mereka merasa perlu untuk menambah bekal bahasa Inggris. Dan ketiga adalah siswa dan mahasiswa yang menjalankan belajar daring dan masih tersisa waktu luangnya dimanfaatkan untuk ikut kursus WSE Online.

Kini, sejak awal November 2020, WSE juga mulai kembali membuka kelas tatap muka. Tetapi dengan jumlah yang terbatas, sekitar 50% dari kapasitas kelas. Setiap member diberi jadwal tatap muka yang berbeda-beda. Mereka harus menunjukkan hasil tes SWAB negatif. Saat datang ke kelas mereka harus diperiksa suhu tubuh, menggunakan masker dan menjaga jarak selama di dalam lingkungan WSE.

Ruang Social Club yang biasanya dijadikan tempat sosialisasi para member juga ditutup sementara. Tetapi mereka tetap bisa berinteraksi lewat webinar yang diadakan oleh komunitas WSE serta networking sessions yang dipandu oleh guru native. Selama masa pandemi, tidak hanya Member WSE belajar lebih aktif, tetapi WSE telah melebarkan jangkauan member ke segala penjuru Indonesia, bahkan ke luar negeri.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)