Pupuk Kaltim Sediakan Laboratorium Biomolekuler PCR untuk Putus Mata Rantai covid-19

Rumah Sakit Pupuk Kaltim saat ini memiliki unit Laboratorium Biomolekuler Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk analisa swab Covid-19.

Laboratorium ini memiliki standar keamanan Bio Security Level (BSL) 2, dengan efektivitas dan kemampuan analisa antara 95-180 sampel per hari, didukung automatic extractor yang mampu mengurai sampel dengan lebih cepat dan akurat.

“Dengan kemampuan alat, waktu tunggu hasil analisa akan berkurang, sehingga tracing bisa lebih mudah dan cepat. Upaya preventif yang bisa dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 bisa lebih efektif dijalankan,” ujar Rahmad Pribadi, Direktur Utama Pupuk Kaltim.

Pembangunan Lab PCR ini wujud kontribusi Pupuk Kaltim dalam membantu Pemerintah untuk penanggulangan Covid-19, baik untuk analisa potensi penyebaran virus di lingkungan Perusahaan, maupun masyarakat Bontang.

Upaya ini bagian dari 3 kebijakan yang ditetapkan perusahaan dalam penanganan Covid-19, yakni Transparansi Data untuk tindakan preventif maupun kuratif, Intensive Tracing untuk mengetahui riwayat aktivitas pasien maupun karyawan secara umum, serta Massive Testing guna memastikan kesehatan karyawan dari potensi paparan virus.

“Dengan kemampuan perangkat yang sangat canggih, tidak hanya akan membantu Pupuk Kaltim, tapi juga berkontribusi secara aktif bagi masyarakat dalam membantu Pemkot Bontang menanggulangi Covid-19,” kata dia.

Rahmad berharap dengan keberadaan laboratorium PCR di RS Pupuk Kaltim, analisa sampel untuk memastikan potensi paparan Covid-19 segera berjalan intensif dan upaya penanggulangan bisa ditindaklanjuti dengan lebih cepat, baik secara kebijakan oleh Pemerintah maupun tindakan langsung di lingkungan masyarakat.

Direktur Utama RS Pupuk Kaltim, Nurul Fathoni, mengapresiasi kontribusi Pupuk Kaltim dalam penanggulangan dan antisipasi Covid-19, baik ragam bantuan yang selama ini berjalan untuk peningkatan kapasitas rumah sakit, hingga pembangunan Lab PCR.

Lab PCR menjadi salah satu upaya penegakan diagnosis melalui perangkat untuk memastikan seseorang terpapar Covid-19 atau tidak. Sebab uji sampel melalui rapid test maupun swab antigen, masih memiliki potensi kemungkinan, sehingga butuh pengujian lanjutan melalui PCR untuk 100\% tingkat kesehatan secara akurat.

“Laboratorium ini jadi bagian dari upaya kami selaku garda terdepan dalam memutus mata rantai dan menekan berbagai masalah yang diakibatkan Covid-19. Laboratorium ini bisa dikatakan sebagai bagian kontribusi Perusahaan untuk misi kemanusiaan dan kesehatan masyarakat,” kata Nurul.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)