Rp 21,9 Triliun, Hasil Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak Covid-19 Astra Financial

Suparno Djasmin, Director-In-Charge Astra Financial: Dalam1,5 bulan total restrukturisasi yang disetujui di 3 Perusahaan Pembiayaan Astra Financial mencapai Rp 21,9 triliun untuk 792.000 nasabah di seluruh provinsi di Indonesia. (Foto Astra International).

Di Rabu pagi yang cerah itu, Suparno Djasmin dengan santai memulai diskusi dengan sejumlah pemimpin redaksi media massa nasional. Topik diskusi tentang kondisi industri otomotif nasional, khususnya dari sisi pembiayaan untuk pembelian motor dan mobil. Pada diskusi secara virtual melalui video conference tersebut, Suparno, Director-In-Charge Astra Financial, ditemani oleh pucuk pimpinan tiga perusahaan pembiayaan Astra Financial, yaitu yaitu PT Astra Sedaya Finance (ACC), PT Toyota Astra Financial Services (TAF), serta PT Federal International Finance (FIFGROUP). “Covid-19 harus diakui memang memberikan dampak luar biasa bagi semua pihak,” ujar Abong, panggilan akrab Suparno, membuka diskusi. Misalnya, untuk penjualan mobil secara nasional, pada bulan April 2020 dibandingkan bulan yang sama tahun lalu, itu hanya tinggal sekitar 10%.

Jadi, dampaknya memang benar-benar luar biasa. Dan dampak itu otomatis juga berimbas pada lembaga pembiayaan yang membiayai pembelian mobil dan motor. Selain adanya penurunan drastis dari sisi pendapatan, juga ada persoalan dari sisi kredit bermasalah yang dialami oleh para nasabah pembeli mobil dan motor secara kredit – karena usaha mereka juga terdampak oleh Covid-19.

Untuk ikut berkontribusi membantu para nasabah atau pelanggan dari tiga perusahaan pembiayaan Astra Financial, lembaga jasa keuangan bidang pembiayaan di bawah Grup Astra International itu telah melakukan relaksasi kredit konsumen untuk mendukung program Pemerintah dalam membantu masyarakat terdampak pendemi Covid-19.

Setelah Presiden RI mengumumkan program tersebut pada 24 Maret 2020, yang diikuti oleh kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Maret 2020, maka sejak itu seluruh Perusahaan Pembiayaan (PP) yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) yang berjumlah 183 PP, menindaklanjuti program tersebut. Begitu juga dengan tiga perusahaan pembiayaan ritel yang ada dalam Astra Financial, yaitu ACC dan TAF untuk pembiayaan kendaraan roda empat, serta FIFGROUP untuk pembiayaan kendaraan roda dua.

Siswadi, Presiden Direktur ACC: “Sesuai dengan visi ACC, ’To become the 1st choice financing company with total solution.' (Foto: ACC).

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah atas inisiasi stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19. Sejak awal, kami berkomitmen untuk mendukung kondisi bangsa dan negara Indonesia untuk segera kembali ke situasi normal. Arahan dari Pemerintah dan OJK kami komunikasikan dengan baik kepada para nasabah di seluruh Lembaga Jasa Keuangan yang tergabung dalam Astra Financial,” ujar Suparno Djasmin.

Suparno yang juga Direktur PT Astra International Tbk tersebut menambahkan: “Kami bersyukur hingga 17 Mei 2020 atau 1,5 bulan setelah peraturan restrukturisasi tersebut diimplementasikan, total restrukturisasi yang disetujui di 3 Perusahaan Pembiayaan Astra Financial, yaitu ACC dan TAF serta FIFGROUP mencapai Rp 21,9 triliun yang dilakukan untuk 792.000 nasabah yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.” Hal ini diungkap Suparno pada acara Silaturahim dan Sharing Session bersama Pemimpin Redaksi dengan Tema : “Bincang-Bincang Relaksasi Kredit Multifinance Bagi Terdampak Covid-19” melalui zoom meeting, Rabu, 20 Mei 2020 yang dihadiri oleh 47 pimpinan media, yang terdiri dari 42 pemimpin redaksi dan 5 redaktur.

Menurut keterangan resmi OJK pada 17 Mei 2020, Perusahaan Pembiayaan telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 52,9 triliun dari 1.793.352 kontrak yang disetujui oleh perusahaan pembiayaan. Sehingga nilai restrukturisasi 3 perusahaan pembiayaan Astra Financial mencapai 41% dari total industri pembiayaan di Indonesia.

Pembiayaan Roda Empat
Restrukturisasi yang dilakukan ACC sepanjang 1,5 bulan tersebut mencapai Rp 11,0 triliun dari sekitar 78.000 kontrak. Siswadi, Presiden Direktur ACC, mengatakan bahwa “Sesuai dengan visi ACC, yaitu ’To become the 1st choice financing company with total solution,’ ACC selalu berkomitmen untuk memberikan solusi terbaik secara menyeluruh kepada pelanggan. Tidak hanya pada saat awal pembiayaan, namun di saat-saat sulit seperti ini, ACC tetap memberikan solusi terbaik bagi pelanggan melalui Program Simpati Bencana COVID-19 dari ACC.”

Solusi yang disediakan ACC, juga dirasakan para nasabah yang melakukan restrukturisasi, karena pengajuan dilakukan secara online, tidak perlu ke cabang. “Terus terang saya merasa terbantu sekali. Pengajuan di ACC nyaman sekali karena cukup mendaftarkan rescheduling melalui email dan tidak perlu ke kantor ACC,” ungkap Nurhiwayati yang merupakan nasabah ACC Cabang Makassar.

Presiden Direktur TAF Agus Prayitno: “Dalam kondisi Covid-19 ini, kami berharap kita semua stay safe and healthy". (Foto: Marketeers)

Senada dengan Nurhiwayati, Trian Handayana konsumen ACC lainnya, yang sudah menjadi nasabah selama 3 tahun mengatakan: “Di bulan Maret saya mengalami kesulitan pembayaran sehingga dari ACC ada yang menagih. Saya jelaskan kondisi dan keadaan saya saat ini. Akhirnya ada kebijakan dari ACC melalui penawaran yang bisa menangguhkan angsuran. Itu sangat membantu. Saya disarankan mengikuti program reschedule. Kebijakan tersebut meringankan saya yang sedang dalam keadaan ekonomi yang sulit. Terima kasih ACC,” ujar Trian Handayana.

Sementara itu, Presiden Direktur TAF Agus Prayitno menambahkan: “Dalam kondisi Covid-19 ini, kami berharap kita semua stay safe and healthy. Dalam rangka membantu nasabah yang sedang mengalami kesulitan, terutama akibat dampak pandemi Covid-19 ini, maka TAF telah aktif menawarkan program restrukturisasi bagi nasabah terdampak. TAF akan terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang terbaik untuk nasabah, baik itu terhadap end customer maupun dealer."

Agus Prayitno mengatakan bahwa jumlah kontrak yang berhasil diselesaikan oleh TAF selama 1,5 bulan ini mencapai sekitar 30.993 kontrak dengan nilai mencapai Rp 4,2 triliun.

Salah satu nasabah TAF yang mendapat restrukturisasi, Fridaswadi, menyatakan: “Saya menjadi nasabah TAF sejak 2010 dan sudah melakukan pengambilan ketiga di TAF. Usaha kami terdampak Covid-19, sehingga saya mengajukan restrukturisasi. Alhamdulilah disetujui dan menurut saya, prosesnya cepat.”

Cerita satu lagi dari Rudi Drajat, pemilik usaha bahan bangunan di Surabaya, yang mengajukan relaksasi dengan tujuan untuk memberikan keringanan terhadap pembayaran cicilan. “Saat kondisi Covid-19, kondisi perdagangan saya nol, tidak ada order terhadap usaha saya di bidang supplier bahan bangunan. Para kontraktor tidak sanggup membayar karena banyak jadwal pekerjaannya yang dihentikan sehingga pembayaran terhenti. Oleh karena itu, saya mengajukan retstrukturisasi melalui web TAF dan prosesnya dari awal relatif cepat.”

CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya: FIFGROUP akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Semangat itu tertuang dalam motto Astra: Sejahtera Bersama Bangsa." (Foto: Marketeers).

Pembiayaan Roda Dua
FIFGROUP atau PT Federal International Finance, sejak awal April 2020 hingga 17 Mei 2020, telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun yang dilakukan untuk 683.000 nasabah, tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

CEO FIFGROUP, Margono Tanuwijaya, menyatakan: “Mari kita bersama-sama melakukan apa yang terbaik dari kita semua untuk bangsa Indonesia. FIFGROUP dengan jaringan network yang tersebar di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan Pemerintah dan juga memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah di tengah masa dan tantangan yang sulit ini,” ujar Margono. “Dengan semangat kehati-hatian dan spirit membangun Indonesia, FIFGROUP akan selalu mendukung kebijakan Pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Semangat itu tertuang dalam motto Astra: Sejahtera Bersama Bangsa,” tambahnya.

Margono mengatakan dalam kondisi seperti ini, kita harus turun bersama-sama membantu nasabah yang mengalami kesulitan. Justru di saat mereka tertimpa bencana seperti ini, kita harus memberikan sebuah solusi agar aktifitas kehidupan mereka terus berlanjut.

Tidak Ada Biaya Relaksasi
Umar Faruk, 29 tahun, nasabah FIFGROUP cabang Balikpapan, yang merupakan driver ojek online mengatakan, “Jujur saya terharu, karena saya pikir prosesnya pakai biaya dan pasti susah serta ribet. Ternyata tidak ada biaya sama sekali dan saya dilayani dengan cepat bahkan oleh kepala cabang langsung. Saya puas dan bahagia dan semangat lagi untuk menghidupi keluarga, karena kalau pakai biaya, saya tidak akan mampu, apalagi dengan order yang menurun jauh.”

Hal yang sama dirasakan juga oleh nasabah FIFGROUP Cabang Jayapura Erna Fenetruma, 23 tahun, yang awalnya kurang bersemangat karena pendapatan menurun dari bulan-bulan sebelumnya, setelah kantornya tutup. Ia merasa terharu dan dan terbantu oleh program relaksasi yang tidak memungut biaya apapun. “Saya puas, pelayanannya pun cepat, dipermudah dan saya menghimbau agar nasabah FIFGROUP lain yang senasib bisa memanfaatkannya untuk membantu kehidupan ke depan,” tutur Erna.

Seorang pengemudi ojek online (Gojek) menandatangani pengajuan relaksasi kredit di cabang FIFGROUP Jakarta dalam protokol kesehatan Covid-19. Sejak awal April 2020 hingga 18 Mei 2020, FIFGROUP telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun untuk 683.000 nasabah di seluruh di Indonesia. (Foto: FIFGROUP).

Begitu pula Chie Jie Min, 46 tahun, pengusaha kuliner yang mengalami penurunan order sampai 40%, yang merupakan nasabah FIFGROUP cabang Batam. “Begitu saya datang ke cabang, tentu dengan protokol Covid-19, saya langsung dilayani dengan cepat. Saya sangat bersyukur tidak ada biaya satu perakpun yang saya keluarkan,” ungkap Chie.

CSR Astra Financial
Director-In-Charge Astra Financial Suparno Djasmin mengatakan bahwa Astra Financial secara bertahap telah menyerahkan bantuan sembako mulai April 2020 hingga 18 Mei 2020. “Hingga 18 Mei 2020, kami telah menyalurkan 71.260 paket sembako senilai Rp 14,25 miliar di lebih dari 842 titik di seluruh Indonesia,” tutur Suparno Djasmin.

Bantuan tersebut berawal dari program FIFGROUP yang menyalurkan dana sosial syariah sebanyak 45.300 paket sembako untuk masyarakat sekitar kantor pusat dan kantor cabang senilai Rp 9,1 miliar ke 620 titik di seluruh Indonesia dari tanggal 07 – 20 April 2020. Sedangkan, bantuan untuk karyawan yang berjumlah 30.210 paket sembako berasal dari dana koperasi FIFGROUP senilai Rp 5,8 miliar.

Selain itu, FIFGROUP juga ikut menyumbang Alat Pelindung Diri (APD) ke warga Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, Polres Metro Jakarta Selatan, Bekasi, Jayapura, Pematang Siantar, Majalengka dan Bangka Barat, berupa matras, hazmat, masker, hand gloves, disinfektan, hand sanitizier, google dan masker kain senilai Rp 203 juta.

Kemudian, secara bersama-sama Astra Financial (FIFGROUP, ACC, TAF, Komatsu Astra Finance-KAF, Asuransi Astra, Sedaya Multi Investama-SMI) menyerahkan 10.000 paket sembako senilai Rp 2,0 miliar ke provinsi Sumatera Utara yang langsung diterima oleh Gubernur Edy Rahmayadi pada tanggal 14 April 2020 dalam bentuk bantuan kepada masyarakat Medan dan luar Medan.

Selanjutnya, pada tahap ke-3 Astra Financial menyalurkan sembako di seluruh Indonesia kecuali Medan dan luar cabang FIFGROUP. Jumlah sembako yang disalurkan tersebut mencapai 15.960 paket untuk pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Kalimantan, Papua, dan sebagian Sumatera, sehingga total paket sembako Astra Financial mencapai 71.260 yang disebarkan di seluruh Indonesia senilai Rp 14,3 miliar.

swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)