Rumah Zakat Terapkan Aturan Keamanan Ketat Selama Pandemi

Manajemen Rumah Zakat berkomitmen untuk menjaga seluruh proses penghimpunan, pengelolaan, dan distribusi manfaat agar tetap aman dan terlindungi dari penularan virus COVID-19. Hal ini disampaikan oleh CEO Rumah Zakat, Nur Effendi.

“Pekerjaan yang mengharuskan kami untuk bertemu banyak orang membuat kami harus berkontribusi dalam upaya meminimalisir penularan baik kepada muzaki dan penerima manfaat,” ujarnya pada SWA Online, Kamis (8/10/2020).

Rumah Zakat memfasilitasi penghimpunan zakat agar muzaki tidak perlu datang ke kantor. Mereka diberikan fasilitas kemudahan dan didorong agar bisa berdonasi dari rumah. Sedangkan distribusi zakat yang selama ini menciptakan kerumunan, diubah polanya agar lebih aman. Salah satu caranya adalah menggunakan jasa transportasi online dengan datang ke masing-masing rumah penerima zakat.

Nur Effendi juga menyebutkan, kantor Rumah Zakat baik kantor pusat dan perwakilan telah menerapkan kebijakan WFH sejak bulan Maret lalu. Adapun penyesuaiannya dilakukan bervariasi sesuai masing-masing daerah. Di Jakarta misalnya, yang merupakan wilayah zona merah, Rumah Zakat melakukan full WFH. Sementara di daerah-daerah lain mengikuti aturan pemerintah setempat. Ia juga menyebutkan, bagi karyawan yang menggunakan kendaraan umum ke kantor dianjurkan untuk bekerja dari rumah.

“Di kantor, kami menerapkan protokol kesehatan ketat seperti cek suhu, pakai masker, menyiapkan tempat cuci tangan, dan sangat membatasi interaksi antar-karyawan di kantor,” ujarnya.

Selama pandemi, semua koordinasi manajemen Rumah Zakat dilakukan secara digital, baik meeting mingguan maupun meeting per semester yang melibatkan seluruh jaringan Rumah Zakat seluruh Indonesia. Meeting top management yang dilakukan setiap minggu kini sudah terbiasa digital. Adapun meeting semester juga sudah bisa dilakukan digital.

“Keadaan ini memang memaksa kami untuk meeting lebih efektif dan efisien, tapi justru lebih terlihat hasilnya. Contohnya, kalau meeting sekarang langsung to the point, tidak ada ngobrol dulu. Karena meeting online juga, tidak perlu menyediakan makanan dan minuman,” paparnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)