Sinergi Sucofindo - SGS Hadirkan Disinfection Monitoring

Jasa memonitor bagaimana perusahaan menerapkan protokol kesehatan dari SGS. (dok. AFP)

PT Sucofindo (Persero) bersama dengan SGS bersinergi mengembangkan jasa disinfection monitoring. Hal ini sebagai upaya perusahaan testing, inspection, and certification (TIC) dalam mendorong pemulihan ekonomi dan membantu kesehatan di Indonesia.

“Sinergi ini sebagai komitmen kami untuk Indonesia, khususnya di masa pandemi ini dalam memulihkan ekonomi serta memulihkan kesehatan masyarakat,” kata Direktur Sumber Daya Manusia Sucofindo Rozainbahri Noor dalam sosialisasi Covid-19 disinfection monitoring.

Sinergi ini menurut Rozainbahri dilakukan dengan pelayanan jasa disinfection monitoring. Jasa ini memonitor bagaimana perusahaan menerapkan protokol kesehatan serta melakukan cek atas keefektifan proses disinfektasi di lingkungan usaha, terutama di bagian yang sering terpapar publik.

Pada jasa ini, Sucofindo berperan dalam proses pemeriksaan secara langsung untuk mendeteksi keberadaan virus dan bakteri dalam media tertentu. “Kami dapat mendeteksi seberapa banyak virus dan bakteri yang terpapar, khususnya pada benda yang menjadi media interaksi vital, seperti lift, handle pintu, gagang telepon, dan lain-lain. Untuk pelaksanaan jasa ini, kami menggunakan peralatan mutakhir dan metode sesuai dengan standard WHO,” ujar Rozainbahri.

Sedangkan pihak SGS, berperan dalam proses audit kesesuaian serta pengecekan ketentuan protokol kesehatan yang telah diterapkan oleh perusahaan. “Selanjutnya hasil dari pengecekan SGS, akan dilakukan kajian untuk mengetahui adanya gap analysis yang akan menjadi panduan SUCOFINDO untuk melakukan pengujian dan pengecekan material di bagian krusial, seperti di area publik,” kata Rozainbahri.

How Kah Kuan, SGS Global Key Account Manager mengatakan bahwa melalui implementasi jasa ini dapat menjaminkan pemastian kepada pelaku usaha dalam penerapan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan internasional yang berlaku. “Implementasi ini dapat memberikan kepercayaan kepada para pelanggan, sehingga pelanggan dapat berinteraksi secara aman dan nyaman,” ujar How Kah Kuan.

How Kah Kuan menambahkan bahwa kepercayaan ini didapat atas tingkat kebersihan yang terimplementasi dengan baik di tempat kerja khususnya perkantoran dan industri. “Dalam pencegahan dan pengecekan protokol COVID-19 ini kami menggunakan standar WHO,” ujar How Kah Kuan.

Kepala Strategic Business Unit Komoditas dan Solusi Perdagangan Sucofindo Rikrik Supriyadi menyampaikan bahwa pada tahapan proses disinfection monitoring, akan dilakukan monitoring secara rutin. “Kami akan rutin melakukan evaluasi kepada pelanggan setiap 2 bulan sekali,” kata Rikrik.

Nantinya, menurut Rikrik pelanggan akan mendapatkan label khusus yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik, salah satunya adalah dengan melakukan pembersihan atau disinfeksi secara rutin terhadap media yang memungkinkan terpapar Covid-19. “Selain itu, pemastian kami telah disesuaikan dengan peraturan internasional WHO dan yang terpenting adalah monitoring ini dilakukan oleh pihak independent, sehingga semua pihak mendapat kepastian dan keamanan tempat kerja dan peralatan kerja yang digunakan,” ujar Rikrik.

Kedepannya jasa ini juga akan terintegrasi dengan aplikasi dan memudahkan pelanggan untuk mengetahui perusahaan yang telah melakukan pencegahan Covid-19 dan berlabel disinfection monitoring.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)