Strategi Palem Craft Bertahan di Era Covid-19

Pandemi covid-19 mempercepat pengaplikasian teknologi dan digital di Indonesia. Salah satu perusahaan yang diuntungkan dalam kondisi tersebut adalah Palem Craft, sebuah UMKM yang memproduksi barang-barang rumah tangga yang terbuat dari bahan-bahan alam seperti gedebong pisang, enceng gondok, dan biji-bijian.

Work From Home (WFH) yang kini menjadi salah satu cara perusahaan untuk melindungi karyawannya dari virus Covid-19, justru membawa angin segar pada penjualan produknya. Di masa ini, pemilik rumah atau konsumen cenderung memperhatikan furniture yang ada di rumahnya. Akibat terlalu sering berada di rumah.

“Justru di masa WFH ini, grafik penjualan kami dari tahun 2017-2019 mengalami kenaikan. Pandemi ini membawa berkah untuk kami,” kata Deddy Effendy, Founder Palem Craft dalam acara Kiat Inovasi Kreatif UMKM Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 hari ini (08/10/2020).

Tidak hanya itu, pandemi ini juga mendorong adanya pengaplikasian digitalisasi dalam proses bisnisnya. Inovasi di bidang digital yang terus didorong tersebut, membuat Palem Craft dapat memperkenalkan lebih jauh kekuatan produk yang dimilikinya di pasar lokal maupun internasional.

Strategi digital marketing dan inovasi juga dilakukan untuk terus bisa beradaptasi di tengah situasi baru ini. Misalnya dengan membuat katalog digital untuk memamerkan dan mencocokan furniture yang akan dibeli oleh konsumen di berbagai sudut ruangan.

Langkah lain yang dilakukan dalam strategi marketing adalah membuat story atau cerita tentang bagaimana proses pembuatan dan darimana asal bahan baku produk yang dihasilkan. Strategi tersebut dilakukan untuk bisa memasuki pasar ekspor.

“Industri craft ini unik. Kita tidak bisa menjual produk kami hanya dengan memajang foto di Instagram. Kami membutuhkan cerita dalam proses pembuatannya. Sehingga bisa lebih menarik konsumen untuk membeli produk kami,” kata dia menambahkan.

Langkah kedua yang dilakukan adalah menciptakan unique selling agar berbeda dengan produk yang telah eksis di market, sekaligus bisa menjadi kekuatan untuk bisa bertahan. Ketiga, menciptakan produk sesuai dengan tren dan kondisi cuaca yang terjadi di negara yang dituju, agar produk lebih relevan dan personalize.

Sementara itu, menanggapi perubahan cara kerja akibat dari pandemi covid-19, Deddy mengatakan bahwa proses produksinya dikerjakan secara in house dengan total 30 karyawan. “Kami mengikuti standar protokol kesehatan yang dihimbau oleh pemerintah seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan,” kata dia menjelaskan.

Selain itu, menurutnya, banyak pekerjaan yang bisa dibawa pulang. Sehingga pekerjaan tersebut bisa dikerjakan di rumah masing-masing. Tentunya ini akan mengurangi interaksi diantara para karyawan dan bisa meminimalisir kontak sebagai pintu masuk penyebaran Covid-19.

Sebagai tambahan, 95\% produk dari Palem Craft ditujukan untuk ekspor. Adapun negara yang menjadi sasaran ekspor adalah Spanyol, Belgia, Perancis, Korea, Turki, Amerika, Amerika latin, Afrika dan Australia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)