Taat Protokol Kesehatan, Kasus SPA di Grup SGH Turun

Yuliana Tjhai, Director and Senior Executive Vice President Legal, Complience, Internal Audit, Corporate Secretary, and Human Resources Grup SGH.

Protokol kesehatan yang dijalankan di PT Soho Global Health Tbk (Grup SGH) demi menekan penyebaran virus Covid-19 yaitu dengan 3M dengan disiplin mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak, ternyata berdampak positif bagi perusahaan dan karyawan itu sendiri. Karyawan yang mengalami sakit menurun drastis, ini mengakibatkan klaim pengobatan pun turun dan yang paling nyata terjadi penurunan kasus sakit saluran pernafasan akut (SPA) sebesar 50\%.

Grup SGH per September 2020 mengelola karyawan lebih dari 2.657 orang, untuk itulah perusahaan tetap berkomitmen menjaga ketersediaan berbagai produk obat bersamaan menjaga keamanan serta kesehatan karyawan dari Covid-19. Untuk menjaga kesehatan karyawan, perusahaan memberikan suplemen kesehatan kepada seluruh karyawan secara berkala. Bagi karyawan yang berkonsultasi dengan dokter perusahaan baik yang datang ke Klinik maupun konsultasi online dapat diberikan vitamin bagi keluarga karyawan sesuai kebutuhan saat konsultasi dengan dokter perusahaan. Seluruh tenaga Kesehatan di Klinik Perusahaan dipastikan memakai Alat Pelindung Diri (APD) selama bertugas.

“Kami berupaya menjaga keamanan karyawan, bahkan dengan menyediakan fasilitas mobil jemputan dari stasiun atau akses titik tertentu yang terdekat ke kantor, dan sebaliknya, hal ini dikarenakan saat masa PSBB (khususnya di Jakarta) kendaraan umum berkurang dan guna memastikan karyawan bisa sampai dari stasiun atau akses titik tertentu ke kantor,” jelas Yuliana Tjhai, Director and Senior Executive Vice President Legal, Complience, Internal Audit, Corporate Secretary, and Human Resources Grup SGH.

Perusahaan juga berinisiatif memberikan hardship allowance (tunjangan masa insidental) selama 3 bulan berturut-turut yakni mulai April sampai dengan Juni 2020 kepada karyawan pada level tertentu (lower level employee) yang karena sifat pekerjaannya harus WFO. Ini merupakan bentuk dukungan Grup SGHbagi karyawan terutama di masa awal PSBB dengan kondisi transportasi umum yang cukup sulit terkait pembatasan dari pemerintah.

“Dengan berbagai upaya yang kami jalankan dengan disiplin dan ketat, protokol kesehatan kami terapkan bukan saja saat bekerja jika dijalankan dengan disiplin bersama keluarga, sampai saat ini kesehatan karyawan tetap terjaga dengan baik,” ujarnya.

Dari data kesakitan di Klinik Perusahaan, terdapat penurunan angka penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA), di mana sejak 6 bulan terakhir turun sampai 50\% jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini Karyawan lebih disiplin dalam menjalankan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan.

“Produktivitas juga masih tetap terjaga, tidak ada penundaan produksi maupun layanan lainnya. Operasional dapat berjalan dengan penerapan protokol kesehatan di seluruh lingkungan kerja. Bahkan meskipun kami berada dalam situasi pandemi global, produktivitas karyawan Grup SGH berdasarkan sales & EBITDA trend nya tetap konsisten meningkat secara signifikan dari 2014 sampai dengan 2020,” ungkapnya.

Yuliana bahkan menyebut data dari penggunaan asuransi kesehatan karyawan sejak pandemi COVID-19 relatif stabil bahkan cenderung menurun, dikarenakan karyawan dan keluarganya juga menjalani Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mematuhi protokol kesehatan.

Bagaimana jika ada yang sakit Covid-19?  Yuliana menjawab bahwa sesuai protokol kesehatan, jika ditemukan karyawan suspect atau terkonfirmasi positif maka action plan mengikuti panduan pada protokol Kesehatan yang telah ditetapkan. “Skrining awal adalah jika ditemukan karyawan atau pengunjung dengan suhu tubuh di atas 37 derajat Celcius, maka akan diarahkan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di klinik Perusahaan atau fasilitas kesehatan terdekat untuk observasi lebih lanjut. Hasil dari observasi tersebut akan menentukan langkah berikutnya sesuai protokol Kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Lalu jika ditemukan kasus dengan gejala sedang dan berat akan dirujuk ke RS setempat, namun untuk kasus dengan gejala ringan atau tanpa gejala disarankan untuk melakukan isolasi mandiri. Perusahaan juga terus memantau, monitor, memberikan bantuan suplemen vitamin yang diperlukan untuk meningkatkan imunitas kekebalan tubuh. Serta melakukan tracing atau Identifikasi karyawan yang kontak dengan penderita dan melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil pemeriksaan swab/ PCR. “Jika terdapat suspect maka akan dilakukan total desinfeksi di area kerja yang terdampak,” tandasnya.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)