Terapkan Prokes, Ikhtiar PowerCommerce Asia Jaga Pertumbuhan Bisnis Selama Pandemi

Meski operasional terus berjalan, 11 sektor yang dikecualikan untuk tetap beroperasi selama penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) wajib menerapkan protokol kesehatan dengan ketat guna mencegah penyebaran Covid-19. Seperti yang dilakukan PowerCommerce Asia.

Sebagai perusahaan omnichannel-tech enable sales and supply chain management sekaligus agregator usaha kecil menengah (UKM) di Asia, PowerCommerce Asia tetap mengedepankan protokol kesehatan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dalam menunjang berbagai kegiatannya.

Lalu apa saja kebijakan yang dikeluarkan perusahaan untuk memberikan keamanan pada karyawannya di tengah kelangsungan bisnis agar tetap melaju dan bertumbuh? Berikut kutipan wawancara SWA bersama Hadi Kuncoro, CEO PowerCommerce Asia dalam acara Instagram Live– SWA Business Leader Talk.

Bagaimana penerapan protokol kesehatan di PowerCommerce Asia?
Kami memiliki tiga izin yakni sebagai e-commerce, logistik, dan kliennya kami sebagai farmasi. Dengan demikian, kami masuk ke dalam 11 sektor yang dikecualikan sehingga tidak perlu work from home (WFH).

Untuk mencegah penyebaran Covid-19 di perusahaan, kami telah menjalankan protokol kesehatan dengan cukup baik sejak adanya wabah Corona di Indonesia. Namun dalam perjalanannya karena kasus positif yang melonjak tinggi kami juga sempat WFH, terutama karyawan yang ada di head office. Untuk bagian operasional seperti di warehouse tetap beraktivitas secara normal.

Protokol kesehatan yang kami terapkan sesuai dengan aturan pemerintah. Pertama kami membangun Satgas, yang bertanggung jawab terhadap apapun isu mengenai Covid-19. Kedua SOP, di antaranya setiap karyawan yang ke kantor diwajibkan dan diprioritaskan menggunakan kendaraan pribadi. Bagi yang menggunakan kendaraan umum, kami wajibkan untuk work from home.

Ketika sudah di kantor ada check control seperti pengukuran suhu badan, wajib cuci tangan atau menggunakan hand sanitizer, dan menjaga jarak. Karena kami menjalankan ritual muslim yakni salat lima waktu dan diharuskan wudhu, kami yakin itu juga menjadi bagian kebersihan dari protokol ksehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Bagaimana memastikan keamanan dan kesehatan karyawan selama bekerja?
Secara bergilir karyawan akan dicek kesehatannya baik melalui swab test ataupun rapid test. Kami bersyukur sejauh tes yang telah kami laksanakan tidak ada karyawan yang positif Covid-19.

Adakah kesulitan dalam menerapkan protokol kesehatan di perusahaan?
Pertama yang harus kita lakukan di awal itu adalah membentuk Satgas sehingga kami bisa memantau dimanapun karyawan berada, serta update Kesehatan baik karyawan maupun keluarganya. Ini yang menjadi penting bagi kami pada saat awal-awal. Tim Satgas ini tidak hanya HRD tetapi juga seluruh leader ikut terlibat. Tugasnya mulai dari memberikan informasi, penanggulangan, sampai reguler service atau maintenance yang harus dilakukan untuk protokol covid itu sendiri.

Kemudian, mindset atau mental karyawan. Dengan adanya pandemi yang sudah ada sekitar 8 bulan, saat ini orang semakin "menggampangkan" Corona. Ketika situasi sudah menjadi rutin, mengingatkan menjadi pekerjaan yang paling berat. Tim Satgas inilah yang harus terus rutin mengingatkan tentang pentingnya disiplin protokol kesehatan Covid-19. Karena bagaimanapun kami yakin penyakit ini ada dan mengkhawatirkan jika sudah terkena, kami tidak ingin nantinya ini berdampak besar kepada individunya yakni karyawan maupun keluarga dan akhirnya kepada bisnis.

Adakah sanksi bagi karyawan yang tidak menerapkan protokol kesehatan?
Disuruh pulang dan jika sudah berkali-kali akan mendapat Surat Peringatan. Tanggung jawab kami ini besar, tidak hanya mempertahankan perusahaan agar tidak rugi tetapi juga tanggung jawab moral pada karyawan dan keluarganya.

Bagaimana kinerja perusahaan selama pandemi ini?
Kami bersyukur dibandingkan tahun lalu kinerja kami meningkat lebih dari 10 kali lipat.

Apa kunci keberhasilannya?
Kunci keberhasilan kami, kami berfokus dan believe pada inovasi teknologi. Sebagai perusahaan teknologi inovasi, kami membuka diri apapun teknologinya untuk meresolusi problematika baik Covid-19 ataupun problematika di masa depan, kami investasi untuk melakukan itu.

Contohnya pada bulan Maret dan April ketika pandemi ini mulai, kami investasi dengan merekrut puluhan programmer sehingga saat ini jumlahnya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Kami punya keyakinan bahwa di saat inilah justru kami harus berinvestasi, karena ketika pandemi ini selesai kami sudag siap untuk melakukan inovasi-inovasi baru. Kami siap membuat inovasi sehingga bisa menjadi leader di market.

Kemudian saya sebagai pimpinan dengan founder dan owner memiliki keyakinan bahwa apapun yang terjadi, doa adalah yang utama. Pertumbuhan yang terjadi bukan karena kami hebat atau pintar, tetapi kami yakin hasil yang positif tersebut berkat usaha dan doa bersama dari seluruh tim. Dua poin itu yakni ikhtiar dan doa menjadi budaya kerja perusahaan sekaligus saya yakini membuat keberuntungan bagi perusahaan kami.

Apakah ada kekhawatiran bisnis akan menurun setelah pandemi berakhir?
Kami tidak khawatir karena dengan adanya pandemi ini justru masyarakat semakin digital. Bahkan golongan usia tua pun saat ini memesan sayur sudah menggunakan digital. Oleh karena itu, kami memiliki keyakinan bahwa dengan pandemi ini perilaku-perilaku masyarakat dalam berkonsumsi atau melakukan bisnis akan semakin berbasiskan digital dan teknologi. Saya yakin setelah covid selesai tidak akan kembali lagi ke konvensional, iya ada yang senang di-offline tetapi semuanya sudah terdigitalisasi.

Targetnya seberapa besar pertumbuhan yang akan dicapai setelah covid selesai?
Kamu sudah memiliki perencanaan untuk angkanya, tetapi saat ini kami sedang fokus untuk banyak berdoa. Namun kami sangat optimistis melihat pasar yang ada ke depan.

Apa rencana pengembangan bisnis ke depan?
Untuk infrastruktur, kami akan membuka gudang di Makassar dan Medan. Di awal tahun depan, teknologi kami juga akan dinikmati oleh teman-teman UKM tidak hanya perusahaan besar. Setelah Covid-19 selesai, kami ingin Halal Plaza menjadi motor pergerakan UKM muslim Indonesia. Sebab, pada saat kami launching bertepatan dengan Corona sehingga kami belum bisa mengedukasi ke pesantren dan masjid karena fokus digital center-nya disitu.

Sekarang dan ke depan, logistik sudah tidak lagi terminologinya tukang jaga barang dan tukang antar barang. Akan tetapi, dunia logistik sekarang dan ke depan harus membuka diri untuk membangun logistik berbasis teknologi digital. Lalu mindset terkait peluang karier di industri logistik dan supply chain ke depan itu akan sangat favorit. Ke depan orang logistik ini menjadi kunci kemenangan kompetisi dalam bisnis. Logistik dan supply chain adalah sains, pengetahuan, dan sangat berbasis teknologi.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)