Terkait Nakes Terpapar Covid Paska Vaksinasi, Kemenkes Beri Penjelasan

Juru bicara pemerintah dari Kementerian Kesehatan RI, dr.Siti Nadia Tarmizi mewakili Kementerian Kesehatan memberikan penjelasan terakit kasus terpaparnya dua orang tenaga kesehatan paska menerima vaksin Covid-19 dosis pertama.

“Sangat mungkin tenaga kesehatan maupun beberapa tokoh kesehatan yang mereka kita ketahui positif Covid-19 setelah mendapatkan vaksinasi dosis pertama, kemungkinan mereka terpapar virus Covid-19 sebelum vaksinasi, dan pada saat vaksinasi mereka belum menunjukkan gejala tertular," jelas Nadia.

Lebih lanjut Nadia menjelaskan vaksin pada dasarnya vaksin mengandung virus yang sudah dimatikan dan disuntikkan dengan dosis yang telah diukur sesuai dengan kebutuhan tubuh penerima. Dan vaksin berfungsi untuk menstimulus imunitas atau kekebalan tubuh, sehingga terbentuk antibodi.

“Kita tahu bahwa 40% kasus Covid-19 adalah kasus yang memiliki gejala, sementara 60% memiliki gejala yang sangat ringan bahkan hampir tidak ada gejala atau tidak dirasakan sebagai gejala. Kita tahu juga bahwa masa inkubasi adalah 1-14 hari, rentang waktu yang cukup lebar, dengan 5-6 hari sebelum munculnya gejala itu yang menyebabkan keterpaparan terhadap virus Covid-19 itu sangat mungkin terjadi pada saat sebelum terjadi vaksinasi.” lanjutnya.

Nadia juga menegaskan kembali bahwa vaksin buatan Sinovac telah dinyatakan aman dan bermutu serta sudah mengantongi izin penggunaan darurat dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

“Artinya sudah betul-betul dilihat dan dikaji terkait aspek keamanan sehingga dipastikan bahwa penyuntikan vaksin ini tidak menimbulkan penyakit pada orang yang mendapatkan vaksinasi tersebut. “ jelasnya.

Nadi juga menjelaskan bahwa vaksinasi Covid-19 membutuhkan dua kali penyuntikan. Sebab, sistem imun itu perlu waktu -- lewat papara yang lebih lama -- untuk bisa mengetahui bagaimana cara yang paling efektif untuk melawan virus. Artinya, antibodi membutuhkan waktu dari penyuntikan dosis kedua untu kemudian mencapai kondisi yang optimal untuk bisa melawan virus.

Suntikan pertama itu ditujukan untuk memicu respons kekebalan awal yang kemudian dilanjutkan suntikan kedua untuk semakin menguatkan respon imun yang sudah terbentuk sehingga respons antibodi yang lebih cepat dan efektif akan terbentuk di masa yang akan datang. Suntikan kedua sifatnya adalah booster untuk meningkatkan teether antibody secara optimal. Sehingga imunitas baru yang akan terbentuk akan terbentuk setelah 28 hari setelah penyuntikan dosis kedua, jadi memang membutuhkan waktu untuk tubuh membentuk antbodi optimal , dengan dua kali penyuntikan dan rentang waktu 28 hari.

“Kita perlu pahami meskipun sudah divaksinasi, kita masih memiliki risiko terpapar dan tertular virus Covid-19. Namun, diharapkan dengan mendaptakan vaksinasi maka tubuh kita memiliki kekebalan sehingga penyakit dapat kita hindari. Kalaupun tertular nantinya akan lebih minim gejalanya," lanjut Nadia.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)