Terobosan Sentra Vaksinasi Mini

Sejak awal Agustus 2021, serbuan vaksin Covid-19 juga masif dilaksanakan di wilayah Kecamatan Pesanggrahan dan Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Camat Muh. Fajar Churniawan memimpin langsung dengan strategi Sentra Vaksinasi Mini. Model mini diadakan di RPTRA, sekolah, Kantor Kelurahan, Kantor RW hingga rumah warga setempat dengan sasaran 100 sampai dengan 500 akseptor.

Tantangan utama Sentra Vaksinasi Mini adalah ketersediaan tenaga kesehatan (naKes). Prosedur medis vaksinasi yang menjadi tugas nakes adalah pemeriksaan kesehatan sebelum divaksin (screening), vaksinasi dan observasi sesudah divaksin. Artinya minimal 3 nakes dibutuhkan dalam satu Sentra Vaksinasi. Seandainya pihak kecamatan menyelenggarakan di  5 lokasi, maka diperlukan lebih dari 15 nakes per hari.  Untuk itu, pihak kecamatan menggandeng WhoSehat terkait penyediaan nakes dan peralatannya.

WhoSehat adalah gerakan sentra vaksinasi yang dikordinir oleh Michell Suharli, seorang akuntan publik. Michell menyatakan bahwa sentra vaksinasi mini diperlukan untuk mendekatkan vaksinasi ke tempat tinggal warga. Sentra vaksinasi mini menjadi solusi dari hambatan vaksinasi, karena puskesmas kekurangan tenaga kesehatan, persoalan jarak tempat tinggal ke lokasi vaksinasi, kebutuhan tempat pelaksanaan yang luas, tidak saling mengenal antar akseptor dan persoalan administrasi seperti: identifikasi NIK, Primary Care dan hal lain yang dihadapi oleh Sentra Vaksinasi besar.

Kolaborasi Kecamatan Pagedangan dan Kecamatan Pesanggrahan dengan WhoSehat untuk Sentra Vaksinasi Mini selama 14 hari berhasil menyelenggarakan 35 kegiatan vaksinasi dan meraih 7.000 akseptor, di 26 lokasi dengan target sasaran 7.500 orang. Kegiatan paling lama diadakan di RPTRA Delas Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Jakarta elatan, yaitu 4 hari vaksinasi dan berhasil meraih 936 akseptor.

Pelaksanaan vaksinasi di sekolahan dengan capaian akseptor terbanyak diperoleh dari Sentra Vaksinasi Mini di SMP 161 Jakarta berhasil meraih 767 akseptor. Capaian akseptor terbanyak dalam satu hari kegiatan diperoleh di SMP 87 Jakarta yang berhasil mendapat 568 akseptor. Sedangkan puskesmas kolaborasi paling banyak dengan WhoSehat untuk Sentra Vaksinasi Mini adalah Puskesmas Kecamatan Pesanggrahan sejumlah 17 kegiatan dengan capaian keseluruhan 3.300 akseptor.

Ketua panitia lapangan Sentra Vaksinasi Mini di dua wilayah kecamatan tersebut, Kristian Thomas, menjelaskan bahwa Sentra Vaksinasi Mini bukan di sekolah yang berhasil mendapat akseptor terbanyak dalam satu hari adalah Sentra Vaksin WhoSehat Kelurahan Pondok Pinang. Vaksinasi dilaksanakan di Masjid Ni’matul Ittihad pada tanggal 11 Agustus 2021 oleh Forum Ulama dan Habib DKI Jakarta. Vaksinasi hari itu dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan berhasil meraih 411 akseptor.

WhoSehat akan melanjutkan gerakan Sentra Vaksinasi Mini. Rencana selanjutnya WhoSehat akan berkolaborasi dengan Puskesmas Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, dan Puskesmas Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

Didukung oleh grup usaha kantor akuntan dan konsultan pajak ShineWing Indonesia, kegiatan WhoSehat ini sebagai perwujudan tanggungjawab sosial perusahaan. Gerakan sentra vaksinasi mini WhoSehat ini merupakan kolaborasi antara Pimpinan Kecamatan dan Kelurahan, Pihak Puskesmas, ShineWing Indonesia, Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (IKAFEB) Unika Atma Jaya Jakarta dan Masyarakat Numismatik Indonesia (MNI).

Penggiat vaksinasi WhoSehat yakin bahwa keberhasilan vaksinasi menjadi kontribusi besar bagi ketangguhan bangsa. Sentra Vaksinasi Mini selama bulan Agustus adalah hadiah kecil untuk Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-76, untuk Indonesia Tangguh – Indonesia Tumbuh.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)