Tiga Langkah Kota Depok Tekan Peningkatan Kasus COVID-19

Strategi penanganan COVID-19 di Kota Depok selain dengan prevent, detect, response dan manajemen gugus tugas, Kota Depok memiliki beberapa upaya inovasi

Saat ini, kasus konfirmasi COVID-19 di Kota Depok didominasi usia produktif mencapai 73,86%. Dari sejumlah tersebut, kasus konfirmasi yang meninggal didominasi pada kelompok usia di atas 50 tahun sekitar 76.49%. Sementara kasus konformasi positif pada usia kurang dari 17 tahun mencapai 17,39%.

Kenaikan kasus konfirmasi di kota Depok disebabkan oleh mulai dibukanya aktivitas sosial dan ekonomi, sehingga menimbulkan tingginya interaksi dan pergerakan orang. Selain itu terjadinya peningkatan kasus dari klaster perkantoran dan tempat kerja, yang berdampak pada penularan di lingkungan keluarga dan komunitas; serta kejenuhan warga dalam menerapkan protokol kesehatan, terutama dalam penggunaan masker dan jaga jarak.

Terkait dengan kenaikan kasus konfirmasi di Kota Depok, Pihak kadinkes Kota Depok, Novarita menyampaikan strategi penanganan COVID-19 selain dengan prevent, detect, response dan manajemen gugus tugas, Kota Depok telah memiliki beberapa upaya inovasi. Pertama, dengan menghadirkan aplikasi Picodep dengan kemudahan pencatatan dan pelaporan by name dan by address (BNBA).

Kedua, menghadirkan aplikasi Kampung Siaga COVID (KSC)-19 dengan kemudahan diseminasi informasi COVID-19 bagi masyarakat. Ketiga, penyebaran informasi dengan mengoptimalisasi berbagai media yang dimiliki Pemerintah Kota baik media massa, media luar ruang maupun media sosial.

Dari sisi kesiapan pelayanan kesehatan, per 28 November 2020 Kota Depok memiliki kapasitas ICU COVID-19 dengan 58 TT dan telah terisi 43 TT atau 74,14% dan kapasitas isolasi COVID-19 memiliki total 640 TT dan telah terisi 517 TT atau 80,78%.

Perwakilan tim Taskforce, Direktur Kesehatan Keluarga Erna Mulati menyampaikan bahwa Kota Depok merupakan Kota yang dipenuhi sekolah dan perguruan tinggi sehingga perlu dilakukan antisipasi mencegah penularan secara masif mengingat juga sebentar lagi menghadapi liburan akhir tahun dan direncakan sekolah tatap muka akan mulai. Erna juga menyampaikan perlu ditingkatkannya sosialisasi pedoman dan pengendalian penyakit revisi 5.

Direktur P2PTM Cut Putri Ariane menegaskan bahwa upaya peningkatan kesembuhan harus bersinergi dengan upaya penurunan kematian. selain itu Pemerintah Daerah diminta mendorong Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tetap membuka pelayanan esensial dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pelayanan kesehatan terhadap Penyakit Tidak Menular juga diharapkan dikelola dengan baik dan terus dipantau dari Puskesmas/Posbindu.

''Segala upaya penurunan kasus terus kami tingkatkan dan berkoordinasi dengan K/L lain di Kota Depok, per 15 September 2020 SDM nakes maupun non nakes yang terlibat dalam penanganan COVID-19 sebanyak 4.966, kami harapkan juga masyarakat tetap terus menerapkan 3M dalam kesehariannya,'' ujar Novarita.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)