Transformasi Industri 4.0 Bantu Sektor Manufaktur Jalankan Protokol Kesehatan

Acara Conference & Awards Industri 4.0 (kemenperin.go.id)

Pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19 telah memberikan pukulan berat terhadap kinerja perekonomian nasional. Demikian halnya juga kepada sektor industri sebagai kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional yang merasakan imbas signfikan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun seiring dengan penanganan yang semakin masif, aktivitas ekonomi dan industri kembali bergeliat dengan tetap mengikuti prosedur dan protokol kesehatan yang ketat. Berbagai upaya dan stimulus juga telah diberikan pemerintah kepada masyarakat guna menggeliatkan kembali roda perekonomian nasional.

Kementerian Perindustrian, sebagai garda terdepan dalam melakukan pembinaan sektor industri, terus berupaya agar pelaku usaha di dalam negeri dapat menjalankan produksi, memperoleh bahan baku, memenuhi kebutuhan konsumen, kemudahan proses ekspor dan impor, serta kelancaran proses distribusi secara baik sesuai sasarannya.

Salah satunya melalui Penerapan industri 4.0. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian, Doddy Rahadipada, di acara Conference dan Award Industri 4.0, mengatakan, proses transformasi industri 4.0 sangat membantu sektor manufaktur dalam menyesuaikan dan menjalankan protokol kesehatan selama pandemi ini, baik untuk pengaturan proses kerja maupun SDM-nya, karena adanya digitalisasi.

Dengan menggunakan digitalisasi, ataupun platform digital, memungkinkan perusahaan tetap beroperasi dengan memenuhi protokol kesehatan selama pandemi Covid-19. Bisa memfasilitasi komunikasi secara virtual untuk menghindari kontak fisik langsung maupun membantu proses tiap tahapan kerja.

“Program Making Indonesia 4.0 yang telah dijalankan sejak tahun 2018 sebagai strategi transformasi industri 4.0 untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri nasional, sangat membantu dan memudahkan perusahaan industri dalam menyesuaikan dan menjalankan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 ini,” ujar Doddy.

Terdapat tujuh sektor prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, yaitu industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, elektronik, kimia, farmasi, serta alat kesehatan. Penerapan industri 4.0 merupakan salah satu major project dalam Peraturan Presiden No. 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2020-2024.

Pada rangkaian acara Conference dan Award Industri 4.0, Kemenperin juga meluncurkan platform digital SINDI 4.0. Platform digital ini bertujuan untuk membangun sinergi dan kolaborasi antar pihak guna mempercepat proses transformasi industri 4.0, koordinasi antar pihak dalam proses tansformasi industri 4.0, dan membangun jejaring dan kerja sama antar pihak dalam akselerasi proses transformasi industri 4.0 secara virtual sekaligus untuk menghindari kontak fisik langsung dalam memutus rantai pencegahan Covid-19.

“Platform ini memungkinkan para stakeholder dapat tetap produktif dalam berkolaborasi selama masa pandemi,” jelas Doddy. Fitur-fitur yang ada dalam platform ini antara lain daftar anggota, berita, artikel, forum, event, peta dan virtual tour yang semuanya terkait implementasi teknologi industri 4.0 pada sektor manufaktur.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)