Uji Coba PeduliLindungi di Pasar Tradisional Demi Masyarakat Produktif dan Aman COVID-19

"Penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk merealisasikan hidup produktif dan aman COVID-19 di Indonesia (Ilustrasi: dok.KPCPEN)

Pemerintah terus memperluas penggunaan aplikasi PeduliLindungi demi menekan penularan di berbagai fasilitas umum. Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan pemerintah akan melakuka uji coba penerapannya di sejumlah pasar tradisional.

"Aplikasi PeduliLindungi akan dilaksanakan di 6 pasar rakyat di Indonesia," jelasnya dalam Keterangan Pers Perkembangan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB, (28/9/2021) yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Keenam pasar yang dimaksud diantaranya Pasar Mayestik, Pasar Blok M di Jakarta, Pasar Baltos di Bandung, Pasar Modern kawasan  BSD Tangerang Selatan, Pasar Modern di kawasan Alam Sutera Tangerang dan Pasar Wonodri di Semarang.

"Penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk merealisasikan hidup produktif dan aman COVID-19 di Indonesia," tegas Wiku.

Sebelumnya, pemerintah telah menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi pada fasilitas publik seperti mal dan pusat perbelanjaan.  Juga, diterapkan pada kegiatan berskala besar seperi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021 di Papua.

Pemerintah Daerah di Bali juga sepakat dalam penerapan aplikasi PeduliLindungi di pasar tradisional. Beberapa waktu lalu, Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mendampingi kunjungan kerja Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi meninjau persiapan penerapan Standar Oprasional Prosedur (SOP) PeduliLindungi di pasar tradisional.

Scan barcode di aplikasi PeduliLindungi merupakan langkah preventif untuk pencegahan penyebaran covid di pasar tradisional. Diharapkan dapat mendukung percepatan pertumbuhan perekonomian di Denpasar.

"Penarapan SOP PeduliLindungi bertujuan untuk menjamin kemanan dan kenyamanan pedagang, pembeli atau pengunjung. Kita harus beradaptasi untuk hidup berdampingan dengan Covid 19 ini," ujar Jaya Negara

Menurut data Dinas Perdagangan Provinsi Bali per tanggal 21 September 2021 lalu seluruh pedagang, pengelola pasar beserta keluarganya sudah tuntas divaksin. Hal ini merupakan modal terpilihnya Pasar Badung terpilih menjadi pasar percontohan. "Vaksin dan disiplin protokol kesehatan di lingkungan pedagang sudah berjalan dengan baik. Mudah mudahan bisa berjalan lancar dan memberi inspirasi kepada daerah lain untuk dapat memulihkan ekonomi dan ksehatan secara bersamaan," ungkap Jaya Negara.

Sementara itu Mendag Luthfi berkomitmen untuk terus berupaya melakukan pemulihan ekonomi secepatnya Dari hasil pantauan, saya simpulkan bahwa harga-harga di sini masih stabil, bahkan ada yang harga jualnya lebih rendah dari rata-rata nasional. Masih rendahnya harga jual membuktikan bahwa daya beli masyarakat masih rendah akibat lambatnya perputaran ekonomi," tegas Mendag Lutfi.

Ada 4 aspek yang ditinjau pada kunjungan kali ini yaitu vaksinasi pedangan, vaksinasi pengelola pasar, stabilitas harga dan daya beli masyarakat. "Saya sudah minta Dirjen Perdagangan Dalam Negeri untuk segera menerapkan SOP ini.  Minggu depan kita akan coba terapkan kebijakan ini di Pasar Badung," dia menambahkan.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)