Upaya Pemerintah Lindungi Tenaga Kesehatan dengan Vaksin

Reisa Brotoasmoro mengatakan vaksinasi covid-19 akan diprioritaskan untuk 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas pelayan publik.

"Hilangnya tenaga kesehatan ini dinilai sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan sistem kesehatan dalam negeri terancam collapse (lumpuh). Padahal untuk melahirkan seorang tenaga kesehatan butuh 4 sampai 7 tahun. Sementara 100 ribu pasien COVID-19 sedang menunggu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," Reisa Brotoasmoro, Juru Bicara Pemerintah.

Tenaga kesehatan, menurutnya, wajib memelihara kesehatan termasuk melindungi keselamatan teman sejawatnya. Salah satunya melindungi diri dengan mendapatkan vaksinasi adalah kesadaran profesional.

Sementara itu, menjawab keamanan vaksin yang saat ini masih dipertanyakan oleh masyarakat, dia mengatakan bahwa vaksin telah masuk uji klinis fase 3. Artinya, sudah lulus uji klinis fase 1 dan 2. "Saat ini sedang kita sedang menunggu efikasi, dimana efikasi adalah persentase penurunan kejadian penyakit pada kelompok orang yang divaksinasi," kata dia melanjutkan.

Vaksin Coronavac yang saat ini sudah tiba di Indonesia berbasis inactivated virus atau virus yang tidak aktif. Metode ini sudah dikenal selama ratusan tahun, tepatnya sejak adanya vaksin rabies. Vaksin tersebut terbukti manjur melindungi diri dan mengeradikasi penyakit menular, termasuk vaksin polio yang juga menggunakan metode ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)