Kiprah Docta Membantu Puskesmas di Indonesia

Docta Pty Ltd. adalah perusahaan Australia yang digaet Crown Group untuk bekerja sama dengan Pemkot Bandung. Pada Juli 2017 ini, Dr. Andrew Rochford, pendiri dan CEO Docta diajak oleh Iwan Sunito, bertemu dengan Ridwan Kamil, Walikota. Tujuannya adalah untuk menjelaskan aplikasi yang dikembangkannya untuk membantu kalangan medis terutama dokter-dokter di puskesmas agar bisa dengan cepat mendapat second opinion untuk tindakan lebih lanjut pada pasien.

Pria yang merupakan dokter ahli bedah ini mengaku terkesan dengan cerita Iwan yang penuh passion tentang Indonesia. “Dia menyampaikan ke saya tentang berbagai kemungkinan yang bisa dilakukannya sebagai orang Indonesia untuk negara kelahirannya itu,” katanya. Terutama tentang bidang kesehatan di Indonesia. Apalagi setelah Andrew menyampaikan kalau perusahaannya merupakan perusahaan global healthcare yang dengan aplikasi yang dikembangkan bisa menghub ungkan banyak dokter spesialis di seluruh dunia.

Andrew Roschford Andrew Roschford, Pendiri dan CEO Docta Pty Ltd (foto: http://www.dailytelegraph.com.au)

Mulailah kami bicara apa yang bisa dilakukan untuk Indonesia, terutama untuk meningkatkan layanan kesehatan di sini dengan mengoneksikan dokter spesialis di Indonesia, juga dengan dokter spesialis dari negara lain,” kata Andrew yang diwawancarai di Hotel Pullman, Jakarta. Andrew terkesan dengan Iwan yang dinilainya sebagai orang baik, cerdas, menginspirasi dan punya passion tinggi.

Kemudian Andrew menawarkan pilot project untuk Indonesia yang memasangkan aplikasi Docta dalam komputer tablet. Melalui program Docta ini, para dokter di puskesmas bisa terkoneksi dengan dokter-dokter mana pun. “Kami mulai pilot project ini dengan membagikan 50 komputer tablet ke puskesmas-puskesmas percontohan,” ungkap Andrew. Kami sedang jajaki puskesmas mana saja yang akan mendapatkan ini,” katanya lagi. Menurut Andrew, Iwan meyakini di masa depan penggunaan teknologi bisa memberikan layanan kesehatan lebih baik pada masyarakat Indonesia.

Salah satu pihak yang ditawarkan pilot project ini adalah puskesmas-puskesmas di Kota Bandung. Pilot project ini akan dimulai pada bulan September. Dari sana, baru akan menuju daerah-daerah lain. Andrew mengungkapkan aplikasi ini sudah digunakan di Afghanistan dan beberapa negara di Timur Tengah. Aplikasi ini sebenarnya memang baru diluncurkan pada April tahun ini, namun ia meyakinkan aplikasi ini sangat membantu dan ia mengklaim lembaga-lembaga heatlhcare di berbagai negara lain juga ingin menerapkannya. “Kami juga akan segera ke India,” kata Andrew lagi.

Andrew berpendapat aplikasi ini cocok diterapkan di Indonesia. Pasalnya, Indonesia memiliki ribuan pulau dengan sebaran penduduk sangat luas. Ia melihat dengan aplikasi ini justru lebih mudah mendorong kemajuan kesehatan di daerah-daerah, di mana dokter-dokter global bisa cepat membantu ketika terjadi kasus kesehatan di Indonesia.

Aplikasi ini membuat setiap tindakan dokter lebih efektif, terutama pada penyakit atau tindakan dokter pada pasien yang terkait operasi,” katanya. Dengan layanan ini, pasien juga tidak harus selalu dirujuk ke rumah sakit karena tindakan bisa dilakukan di puskesmas, karena koneksi dengan dokter-dokter spesialis itu. Di aplikasi tersebut, para dokter bisa mengirim video bahkan foto penyakit serta data-data pasien, sehingga bisa didapat pendapat kedua dari dokter spesialis lain, baik itu Indonesia maupun negara lain.

Andrew mengatakan untuk langkahnya di Indonesia ini ia banyak dibantu oleh Crown Foundation, yayasan yang dibangun Iwan Sunito. Ia juga mendapat dukungan dari Sudaryono, mantan Konjen RI di Sydney dan mantan dubes di Brasil. “Dia bagian dari penasihat kami di Indonesia,” katanya.

Apakah Docta merupakan program berbayar atau akan diberikan secara gratis? Dijelaskan Andrew ada dua pola. Ada yang bersifat murni bisnis, dan ada yang merupakan program CSR. “Terutama untuk rumah sakit komersial tentu aplikasi ini bersifat komersial,” ujarnya. Ia melihat tentu ada peluang bisnis di Indonesia. Namun yang lebih utama, menurut Andrew, concern-nya adalah membuat layanan kesehatan pada masyarakat lebih baik lagi dengan menggunakan aplikasi ini pada rumah sakit-rumah sakit komersial. Jadi, layanan Docta yang ditawarkan pada rumah-rumah sakit komersial bisa memberikan subsidi silang untuk puskesmas-puskesmas. (Reportase: Herning Banirestu)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)