Astra Akan Memacu Lini Nonotomotif

PT Astra International Tbk. (ASII) mencetak laba bersih sebesar Rp 14,184 triliun pada Kuartal III tahun ini. Angka tersebut meningkat 26% dibandingkan tahun sebelumnya di periode yang sama yakni sebesar Rp 11,277 triliun. Peningkatan laba bersih ini disokong oleh consolidated income yang naik 14% menjadi Rp 150,2 triliun dari tahun sebelumnya sebesar Rp 132,2 triliun.

Tira Ardianty, Head of Relation Investor PT Astra International Tbk., mengatakan, peningkatan terjadi hampir di semua lini bisnis. Namun, kenaikan paling besar masih dipegang oleh lini otomotif yaitu kendaraan roda empat dan roda dua. “Market share untuk mobil meningkat dari 54% menjadi 55%, untuk sepeda motor meningkat dari 73% menjadi 75%,” ujarnya di Workshop Pasar Modal 2017.

Dari keseluruhan Share of Net Income dalam Astra Portofolio sampai September 2017 tercatat bahwa kontribusi dari otomotif sangat mendominasi yakni sebesar 65%, dan untuk nonotomotif sebesar 35%. Melihat hal ini, Tira mengungkapkan bahwa ke depannya ASII akan memacu lebih kencang lini bisnis non-otomotif. Perseroan berencana untuk meningkatkan pendapatan dari segmen nonotomotif-nya untuk menciptakan keseimbangan sumber pendapatan pada tahun depan.

“Ke depannya, perusahaan akan menyemimbangkan portofolio agar sumber pendapatan tidak didominasi satu segmen. Akan lebih baik jika tidak terlalu berat sebelah,” tuturnya. Seperti diketahui, grup Astra memiliki 7 lini bisnis yaitu otomotif, agribisnis, jasa keuangan, infrastruktur dan logistik, alat berat dan pertambangan, teknologi informasi, dan properti.

Lebih lanjut Tira menjelaskan, perkembangan dari segmen nonotomotif yaitu pada tahun 2001 mencapai 11%, dan terus berkembang sampai tahun 2015 mencapai 24%. Sempat menurun pada 2016 sebesar 15%, tapi naik lagi tahun ini menjadi 35% sebagai dampak dari kinerja anak perusahaan yang meningkat dan sejumlah aksi korporasi yang dilakukan tahun 2017.

Beberapa di antaranya adalah pada lini Infrastruktur & Logistik, melalui Astratel Nusantara yang telah mengakuisisi PT Baskhara Utama Sedaya yang memiliki kepemilikan saham 45% operasional 116 Km Tol Cipali. Lalu, pada lini Heavy Equipment & Mining, melalui United Tractors memperoleh peningkatan net income sebesar 80% yaitu Rp 5,6 triliun. Peningkatan ini terjadi karena mesin kontruksi, mining contracting, dan mining operations yang semakin baik, serta harga batu bara yang menguat.

Selain itu, kontribusi besar juga datang dari lini Agribisnis melalui PT Astra Agro Lestari (AALI) yang mencatatkan net income sebesar Rp 1,4 triliun. Angka ini tumbuh dari tahun sebelumnya Rp1,1 triliun. AALI sendiri pada tahun ini baru memulai pengembangan bisnis baru yaitu peternakan sapi. Sementara itu dari lini properti, pada September 2017, Astra Land Indonesia menyelesaikan kesepakatan dalam meningkatkan shareholding dari 50% menjadi 67% di Astra Modern Land, yang sedang membangun 67 hektar di Jakarta Timur.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)