Bagaimana Mengembangkan Leadership di Gen Y?

Irwan Rei, Managing Director Multi Talent Indonesia, mengatakan, untuk membangun pemimpin-pemimpin pada generasi muda, proses grooming pada Gen Y akan efektif bila apa yang dilakukan memengaruhi atau meningkatkan motivasi atau engagement mereka.

Bila dapat dilakukan generalisasi, faktor-faktor utama yang memengaruhi motivasi dan engagement manusia antar generasi relatif sama. Faktor-faktor ini, antara-lain, kesempatan untuk mengembangkan diri, hubungan dengan rekan kerja dan/atau atasan, penghargaaan (reward &arecognition), kepercayaan (trust), lingkungan/suasana kerja, dan sifat (nature) dari pekerjaan.

Perbedaan antar generasi satu dengan lainnya, terletak pada tingkat pengaruh atau tingkat kepentingan dari faktor-faktor engagement ini, dan metode atau media pelaksanaannya. Misalnya, terkait dengan kesempatan untuk mengembangkan diri.

Dibandingkan dengan generasi sebelumnya, Gen Y, misalnya, lebih lekat dengan lingkungan/suasana kerja yang fleksibel dan mengandalkan teknologi (internet of things, gadgets). Dengan informasi yang sama terkait sifat dan perilaku kepemimpinan yang dibutuhkan oleh organisasi, media dan metoda pembelajaran dan pengembangan diri bagi mereka akibatnya perlu disesuaikan dibandingkan bila diberikan pada generasi sebelumnya. Ruang untuk membangun mereka menjadi lebih luas dan fleksibel.

Menikmati kemajuan ekonomi yang dibangun oleh generasi sebelumnya, Gen Y terlihat lebih termotivasi oleh faktor engagement seperti kesempatan untuk mengembangkan diri (atau self-actualization) dibandingkan gaji dan fasilitas (benefits &perks). Pekerjaan-pekerjaan yang mengubah dunia atau memengaruhi kualitas hidup orang banyak, relatif akan lebih memotivasi generasi ini dibandingkan oleh gaji.

Bukan berarti gaji tidak penting, namun pengaruhnya tidak setinggi faktor engagement lainnya dibandingkan pengaruh pada generasi sebelumnya. Sebagai catatan, Google kerap menjadi the best company to work for dan puluhan ribu orang melamar ingin bekerja di perusahaan ini setiap tahunnya. Namun mereka bukan pembayar gaji tertinggi di industri.

Dengan demikian, program-program pengembangan kepemimpinan bagi generasi ini perlu dibangun dan dikemas dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Misalnya, memimpin tim kerja dengan pola kerja yang fleksibel (karena dengan dukungan teknologi, bisa dilakukan kapan saja dan dari mana saja) dan memiliki implikasi luas kepada masyarakat akan lebih memotivasi generasi ini.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)