Chrisitine Lagarde: Anak Muda Penggerak Ekonomi Digital

Direktur Pengelola International Moneter Fund (IMF), Chrisitine Lagarde, mengatakan, ekonomi digital kini semakin tumbuh cepat di seluruh dunia. Anak muda adalah penggeraknnya, karena mereka banyak menggunakan platform digital untuk membangun usaha-usaha rintisan.

Dampaknya tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga model bisnis yang diusung (sharing economy) mampu menekan kesenjangan sosial dan ekonomi dalam masyarakat. “Oleh karena itu, kini sudah saatnya anak muda diberi kesempatan masa depan. Saya yakin mereka akan mampu menekan ketidakseimbangan dalam pertumbuhan ekonomi,” ujar Lagarde saat memberikan sambutan dalam Konferensi Internasional Tingkat Tinggi IMF dan Bank Indonesia, di Jakarta (27/2/208).

Lagarde mencontohkan, di Indonesia sudah terbukti beberapa anak muda yang menciptakan usaha rintisan mampu memberi dampak besar bagi sosial dan ekonomi. “Contohnya Gojek, salah satu usaha rintisan yang dibangun anak muda Indonesia dan kini telah menjadi Unicorn,” ujarnya. Menurut Lagard, bisnis model yang dibangun Gojek serta usaha rintisan lainnya mudah untuk diterapkan di Indonesia, karena negeri ini sudah dibangun dengan budaya 'gotong royong'. Ia berpendapat, prinsip ini adalah modal kuat bagi Indonesia membangun ekonomi berkelanjutan yang inklusif dan seimbang. Oleh karena itu, Lagarde menghimbau agar Indonesia tidak hanya memperhatikan pembangunan infrastruktur, tetapi juga investasi untuk pembangunan sumber daya manusia.

Lagarde juga menghimbau negera-negara lainnya di ASEAN untuk mencari resep atau pola yang tepat untuk membangun model pertumbuhan ekonomi guna menghadapi tantangan perubahan lasnkap ekonomi global. Ke depan, kesempatan akan terbuka lebar dan sama bagi negara mana pun di dunia untuk memajukan ekonominya,karena hal ini karena didorong oleh teknologi digital. “Negara-negara di ASEAN kini terlihat sedang bersiap bangun dan menentukan hari kapan mereka akan menjadi seperti negara-negara maju,” ungkapnya.

Chairman Monetary of Singapore ,Tharman Shanmugaratnam, juga melihat ekonomi digital sebagai masa depan Asia. Cita-cita besar Asia adalah menjadi single digital economy, dan salah satu contoh digital ekonomi yang bisa dikembangkan di Asia antara lain smart city, single payment system, e-commerce dan ASEAN Single Window. Menurutnya, ekonomi digital melibatkan banyak orang dan tanpa batas (borderless), berbeda dengan ekonomi tradisional. Oleh karena itu dalam ekonomi digital dibutuhkan insentif dan dorongan.

Tetapi, Tharman juga mengingatkan, untuk mewujudkan semua itu yang dibutuhkan tidak semata teknologi terkini, tetapi yang paling pertama adalah menyiapkan sumber daya manusia, khususnya anak muda sebagai motor penggeraknya. Tharman mengungkapkan, di Singapura, pemerintah berupaya mendorong kesempatan bag kelompok muda, baik yang akan memasuki dunia kerja maupun yang sudah bekerja agar berperan aktif mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)