Efisiensi Dongkrak Penjualan Delta Djakarta Rp777 Miliar

Meskipun tahun 2017 penuh dengan tantangan, terlihat dari daya beli konsumen yang lemah terlebih untuk industri minuman beralkohol. Penurunan nilai penjualan perusahaan mengalami penurunan di semester I/ 2017. Namun positifnya penjualan bersih di tahun berjalan lebih bagus dibanding tahun lalu dikarenakan efisiensi secara operasional.

Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Delta Djakarta Tbk. mengumumkan bahwa penjualan bersih perusahaan pada tahun berjalan (2017) mencapai sekitar Rp777 miliar. Angka ini lebih besar daripada tahun sebelumnya (2016), hanya sekitar Rp774 miliar. Sedangkan untuk laba usaha konsolidasi tumbuh hingga 12,8%, di angka sekitar Rp279 miliar dibandingkan periode lalu yang hanay Rp254 miliar (setelah dipotong cukai).

Menurut Direktur PT Delta Djakarta Tbk., Alan Fernandes, laba bersih konsolidasi mengalami pertumbuhan 9,9% atau Rp280 miliar dibanding tahun sebelumnya. “Peningkatan laba ini terjadi karena efisiensi operasional yang membaik serta penyesuaian harga pada semester kedua 2017,” ujarnya di acara RUPS PT Delta Djakarta Tbk. Di Hotel Pullman. Baginya, menurunnya beban produksi akibat kontrak pembelian bahan baku utama juga membantu meningkatkan keuntungan.

Pada RUPS yang diselenggarakan hari ini, Delta Djakarta menyetujui pembagian dividen Rp208 miliar untuk dibagikan pada pemegang saham setara Rp260 per saham. RUPS juga menetapkan alokasi capital expeniture (capex) tahun 2018 sebesar Rp30,5 miliar. Belanja modal ini ditujukan untuk investasi operasional perusahaan guna perbaikan. “Perusahaan juga menargetkan pertumbuhan revenue di atas GDP atau sekitar 5% ke atas,” tambah Alan.

Untuk pasar ekspor, perusahaan tidak hanya akan menggarap negara tetangga, Timor Leste, saja yang telah dijajaki pada kuartal akhir 2017. Negara Asia lainnya menjadi target untuk mendorong penjualan yang lebih besar lagi di 2018, antara lain Thailand dan Vietnam. Ditanya mengenai pelepasan saham Pemprov DKI, Delta Djakarta belum bisa memberikan jawaban pasti. “Hal tersebut merupakan hak prerogatif Pemprov DKI, namun sampai saat ini belum ada pembicaraan lebih lanjut,” ungkap Roony Titiheruew, Direktur Independen PT Delta Djakarta Tbk.

RUPS Delta Djakarta juga mengumumkan berhentinya Michael Rolandi Lestari Brata sebagai Komisaris Utama, digantikan oley Sarman Simanjorang dan Fumiaki Ozawa sebagai Komisaris Perseroan, menggantikan Takeshi Wala. Sarman Simanjorang merupakan perwakilan Pemprov DKI pada jajaran Dewan Komisaris Delta Djakarta.

 

 

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)