Generasi Milenial Melirik Investasi di Modalku

Sebanyak 70% pemberi pinjaman di Modalku adalah milenial. (Ilustrasi Foto : Modalku).

Jumlah pemberi pinjaman (lender) di Modalku pada Januari-Mei 2018 sebanyak 50 ribu orang. Modalku telah menciptakan kontribusi bersih bagi pemberi pinjaman di Indonesia lebih dari Rp 50 miliar dengan tingkat ​default di bawah 1%.

Sebanyak 93% dari pemberi pinjaman Modalku itu memperoleh pengembalian positif terhadap pendanaan mereka. Berdasarkan survei Modalku, sebanyak 70% dari jumlah total pemberi pinjaman ini berasal dari generasi ​milenial.

Hal ini menunjukkan daya tarik tekfin (teknologi finansial) sebagai instrumen investasi bagi generasi muda yang usianya tergolong generasi milenial. Modalku mencermati intuisi generasi muda ini adalah mencari layanan keuangan yang praktis dan mudah digunakan (​user-friendly). Modalku menawarkan produk yang mudah dipahami dan digunakan, misalnya aktivitas pendanaan cukup mengaksesnya di smartphone.

Modalku yang menyediakan layanan peer to peer lending (P2P lending) ini mempertemukan pemberi pinjaman (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital. Dengan mendanai pinjaman usaha untuk perkembangan UMKM, pemberi pinjaman mendapatkan alternatif investasi dengan tingkat return yang lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi, sekaligus ikut serta memberdayakan usaha lokal.

“Sejak awal, tim Modalku menekankan agar layanan kami mudah dimengerti, juga memiliki proses yang nyaman dan praktis untuk digunakan. Kami merasa senang bahwa layanan Modalku selama ini menerima respons yang baik dari generasi muda,” kata​ Alexander Christian, Digital Marketing Director Modalku dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis kemarin.

Modalku menawarkan layanan yang inovatif untuk memudahkan pengguna mengakses fitur Pendanaan Otomatis yang memudahkan pemberi pinjaman alias lender untuk mengatur tipe pendanaan sesuai preferensinya. Tingkat pengembalian, jangka pinjaman, serta alokasi dana per pinjaman dapat disesuaikan. “Ini menghemat waktu karena pemberi pinjaman tak perlu repot sering-sering memantau pinjaman,” ucap Alexander.

Pendanaan di Modalku, lanjut dia, mudah disesuaikan dengan preferensi investasi masing-masing lender. “Modalku memiliki ​credit scoring grade untuk memberi penilaian terhadap pinjaman UMKM berdasarkan tingkat risikonya. Pemberi pinjaman pun bisa memilih pinjaman sesuai toleransi risiko masing-masing, dengan tingkat pengembalian rata-rata sebesar 10-14% per tahun,” jelas Alexander. Tapi semua itu tergantung pilihan pemberi pinjaman, ada yang mendapatkan tingkat pengembalian hingga 24% dalam setahun. “Modalku juga selalu menganjurkan agar pemberi pinjaman membangun portofolio yang terdiversifikasi agar risiko lebih terkontrol,” sebutnya.

Selain menjadi alternatif investasi dengan proses online yang praktis, pendanaan Modalku berdampak sosial lantaran pinjaman usaha akan digunakan oleh pelaku bisnis UMKM yang berpotensi untuk mengembangkan usahanya. Dengan kontribusi terhadap usaha kecil, maka ekonomi negara dan inkluskeuangan dapat terus berkembang. Pemberdayaan UMKM lokal juga akan berdampak pada pemerataan ekonomi masyarakat Indonesia.

Saat ini, Modalku telah menyalurkan lebih dari Rp 1,67 triliun total pendanaan bagi UMKM di Asia Tenggara. Dari total pendanaan tersebut, Rp 920 miliar telah disalurkan ke UMKM Indonesia. Modalku telah meraih investasi ​Series A dan ​Series B terbesar bagi platform ​P2P lending​ di Asia Tenggara, masing-masing sebesar Rp 100 miliar dan Rp 350 miliar. Pendanaan Series B Modalku, yang diumumkan April 2018, dihimpun dari SoftBank Ventures Korea, Sequoia India, Alpha JWC Ventures Indonesia, serta Golden Gate Ventures.

 

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)