INDY dan Fourth Partner Energy Jalin Kemitraan Kembangkan EBT

Gurihnya Berbisnis Energi Terbarukan - Majalah SWA Edisi 07/2017
Sampul muka Majalah SWA mengenai energi terbarukan. (Ilustrasi Foto : SWA)

PT Indika Energy Tbk. (INDY) menjalin kemitraan dengan Fourth Partner Energy (4PEL), pengembang solusi tenaga surya di India, untuk mendirikan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS) sebagai perusahaan penyedia solusi tenaga surya terintegrasi di Indonesia. Kemitraan ini memperkuat komitmen INDY mendukung pengembangan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia

EMITS akan menggabungkan kompetensi Fourth Partner Energy dalam membangun dan mengoperasikan lebih dari 550 MW pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di India dan sejumlah negara lainnya, dengan kemampuan engineering kelas dunia dan pengalaman Indika Energy dalam menghadirkan solusi energi terbaik untuk masyarakat Indonesia.

Direktur Utama Indika Energy, Arsjad Rasjid, mengatakan kerja sama bisnis dengan mendirikan EMITS ini merupakan wujud komitmen Indika Energy dalam mendiversifikasi portofolio bisnis, mencapai tujuan keberlanjutan, meningkatkan kinerja ESG (Environmental, Social, Governance), serta mendukung upaya pemerintah dalam mencapai target bauran EBT sebesar 23% pada tahun 2025. “Indika Energy berkomitmen untuk menjadi bagian dari perjalanan Indonesia dalam memaksimalkan potensi yang dimiliki melalui kerja sama dengan mitra berpengalaman guna menghadirkan solusi tenaga surya yang terpercaya dan berbiaya kompetitif bagi Tanah Air,” ujar Arsyad di Jakarta, baru-baru ini.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menyambut baik inisiatif ini dan menyampaikan bahwa Pemerintah sangat mengapresiasi inisiatif Indika Energy dan kemitraannya yang merupakan langkah konkrit dalam pemanfaatan energi bersih sekaligus dapat secara langsung berkontribusi untuk akselerasi pencapaian target bauran EBT 23% pada tahun 2025. “Kami berharap dengan didirikannya EMITS ini dapat meningkatkan investasi di bidang infrastruktur EBT, mampu menghadirkan inovasi teknologi yang lebih handal, efisien, murah dan ramah lingkungan serta menyerap tenaga kerja dan mendukung upaya pemulihan ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. Pemerintah berkomitmen untuk terus berupaya memberikan instrumen dan kemudahan berinvestasi melalui regulasi dan kebijakan yang mengedepankan transisi energi bersih,” tegas Arifin.

Merujuk data Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), realisasi bauran EBT hingga akhir 2020 diperkirakan mencapai 10.467 MW atau 11,51% dari total konsumsi energi nasional. Meski menunjukkan 2 pertumbuhan sebesar 2,3% dibandingkan tahun 2019, realisasi ini masih lebih rendah dari target 13% yang ditetapkan Kementerian ESDM untuk tahun 2020. Adapun, untuk mencapai target bauran EBT 23% pada 2025, Kementerian ESDM memproyeksikan total investasi yang dibutuhkan akan mencapai US$ 36,95 miliar.

Untuk menjawab tantangan ini, EMITS berencana untuk melakukan investasi di Indonesia hingga US$ 500 juta sepanjang tahun 2021 hingga 2025. Co-founder dan Executive Director Fourth Partner Energy, Vivek Subramanian, mengatakanKerja sama dengan Indika Energy adalah bagian penting dari strategi ekspansi bisnis ke sejumlah pasar utama di Asia Tenggara. Indonesia memiliki potensi pengembangan sektor energi terbarukan yang sangat besar, sejalan dengan target agresifnya untuk melakukan dekarbonisasi. EMITS siap mengambil peran penting dalam transisi energi hijau di Indonesia dengan menghadirkan listrik yang bersumber dari energi yang lebih bersih dan berbiaya lebih rendah dibandingkan tarif jaringan, serta dapat membantu tujuan pembangunan berkelanjutan. “Dengan kompetensi yang dimiliki Indika Energy, serta keahlian kami di bidang energi terbarukan, kami yakin EMITS akan menjadi platform solusi energi terbarukan yang terdepan di Indonesia,” ucap Vivek.

Adapun, Fourth Partner Energy merupakan penyedia solusi energi tenaga surya terdepan di India yang berfokus pada sektor komersial dan industrial. Perusahaan ini memiliki portofolio PLTS dengan total kapasitas terpasang sebesar 550 MW di 24 negara bagian. Salah satu proyek terbesar Fourth Partner Energy adalah taman panel surya berkapasitas 100 MW di Uttar Pradesh, yang nantinya akan memasok energi untuk salah satu perusahaan semen terbesar di India.

Saat ini, secara mayoritas saham Fourth Partner Energy dimiliki oleh The Rise Fund, social impact fund terbesar di dunia dengan total dana kelolaan sebesar US$ 5 miliar. The Rise Fund didirikan oleh TPG Global, bekerja sama dengan berbagai tokoh ternama dunia, seperti Bono (vokalis grup band U2 asal Irlandia), Ratu Rania dari Yordania, dan Jeff Skoll (presiden pertama eBay). The Rise Fund memfokuskan investasinya pada perusahaan yang memiliki dampak positif dan terukur terhadap aspek sosial dan lingkungan, serta mampu menghasilkan imbal hasil kompetitif secara finansial.

Sementara itu, bagi Indika Energy, pendirian EMITS akan berkontribusi terhadap pencapaian komitmen perusahaan untuk meningkatkan porsi pendapatan dari sektor non-batubara sebesar 50% pada tahun 2025. “Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor energi terbarukan dan saat ini kami melihat mulai meningkatnya permintaan atas solusi energi bersih dan ramah lingkungan. Indika Energy berkomitmen untuk berkontribusi secara signifikan dan terus menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” tutur Arsjad.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)