Laba Bersih PTBA Sentuh Angka Rp4,8 Triliun

Ekskavator menumpuk batu bara di tempat penyimpanan di PLTU Suralaya, Banten, 20 Januari 2010. (Foto: Reuters/Dadang Tri)

PT Bukit Asam Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,8 triliun pada Kuartal III tahun 2021 ini. Angka tersebut naik sebesar 176% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp1,7 triliun. Laba bersih tersebut disokong oleh pendapatan perusahaan sebesar Rp19,4 triliun, meningkat 51% atau menjadi Rp12,8 triliun.

Kenaikan kerja tersebut dipicu oleh pemulihan ekonomi global dan nasional yang akhirnya berdampak pada naiknya permintaan batu bara. Kenaikan laba juga didorong oleh lonjakan harga batu bara yang menyentuh angka US$ 203 per ton per 30 September 2021. “Tidak bisa dipungkiri, kenaikan laba terjadi karena kenaikan harga batu bara acuan. Tapi di luar itu, terdapat program efisiensi yang dilakukan PTBA untuk mengendalikan biaya," kata Direktur Utama PTBA Suryo Eko Hadianto.

Sejalan dengan itu, PTBA juga mencatatkan kenaikan total aset sebesar 19% atau dari Rp27 triliun pada Semester I tahun 2021 menjadi Rp 32,2 triliun per 30 September 2021. Eko menambahkan pihaknya akan terus melakukan efisiensi pada setiap kegiatan bisnis. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap volatilitas harga batu bara.

“Efisiensi menjadi penting, karena apabila terjadi penurunan harga tidak berdampak signifikan pada kinerja perseroan dan tetap dapat membukukan kinerja positif,” ujarnya. Lebih jauh, dia memaparkan, PTBA menargetkan kenaikan jumlah ekspor batu bara sebagai upaya pemanfaatan momentum kenaikan harga batu bara internasional. Adapun target yang ingin dicapai pada akhir tahu 2021 sebesar 47%.

Maraknya aksi korporasi yang melenggang menuju energi baru dan terbarukan, membuat PTBA juga ikut melakukan ekspansi bisnis ke sektor ini. Salah satu proyek yang digarap adalah Commercial Operation Date (CoD) PLTS di Bandara Soekarno Hatta. Proyek ini merupakan hasil kerja sama perseoran dengan PT Angkasa Pura II (Persero). "PTBA memiliki kesiapan lahan dan berencana menggarap proyek pengembangan PLTS di lahan paska tambang milik perusahaan yang berada di Ombilin-Sumatera Barat, Tanjung Enim-Sumatera Selatan, dan Bantuas-Kalimantan Timur. Lahan tersebut akan terpasang PLTS dengan kapasitas masing-masing mencapai 200 MW," kata Eko.

Rencana pengembangan PLTS tersebut sejalan dengan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN tahun 2021-2030. Dalam RUPTL, PLN menargetkan capaian bauran energi EBT sebesar 23% pada tahun 2025.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)