Latihan P3K dan Operasikan Ambulans untuk Driver Go-Jek

Jutaan mitra pengemudi merupakan perpanjangan tangan Go-Jek dalam memberikan dampak positif, termasuk untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas.

Data Korlantas Polri menyebutkan bahwa jumlah korban kecelakaan lalu lintas cukup tinggi dibandingkan negara-negara tetangga, sekitar 28-30 ribu per tahun. Tentunya hal ini patut menjadi perhatian Go-Jek sebagai penyedia layanan ride-hailing pertama dan terbesar di Indonesia.

Menggandeng berbagai institusi, Go-Jek semakin memberdayakan mitra pengemudi melalui pelatihan P3K yang bermanfaat bukan hanya untuk keseharian mereka, namun juga masyarakat pada umumnya. VP Central Region Go-Jek, Delly Nugraha, mengatakan, kerja,sama dengan Aksi Cepat Tanggap dan RS Katolik RKZ Kota Surabaya, untuk merangkul mitra driver Surabaya khususnya yang tergabung dalam komunitas Unit Reaksi Cepat (URC). “Komunitas URC selama ini telah berinisiatif menolong pengguna jalan yang membutuhkan dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut. Kami juga berkomitmen untuk semakin memberdayakan mereka melalui pelatihan P3K yang diberikan oleh pihak-pihak yang berkompetensi,” ujar Delly di Surabaya, (2/2/2019).

Pelatihan P3K Go-Jek di Surabaya terbagi menjadi dua bagian dan diadakan melalui wadah Bengkel Belajar Mitra (BBM) yang bertujuan untuk menaikkelaskan mitra Go-Jek. Pelatihan P3K tingkat dasar diampu oleh RS Katolik RKZ Kota Surabaya dan menyasar mitra driver yang tertarik menjadi bagian dari komunitas URC.

Perwakilan RS Katolik RKZ Kota Surabaya, dr. Agung Kurniawan Saputra MARS, menuturkan, pihaknya untuk pertamakalinya berkolaborasi dengan layanan ride-hailing untuk mitigasi risiko lakalantas. “Kegiatan pembekalan ilmu dasar P3K untuk mitra driver ini menarik karena teman-teman mitra driver yang sering menghabiskan waktunya di jalan memahami sisi praktis P3K. Harapan kami, semakin banyak mitra driver Go-Jek yang teredukasi sehingga dapat menolong sesama pengguna jalan bila terjadi kecelakaan,” jelas Agung.

Sementara, untuk mitra driver yang sudah tergabung dalam komunitas URC, diberikan pelatihan bersertifikat yang diselenggarakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT). Pelatihan serupa, diadakan pula oleh Palang Merah Indonesia di beberapa kota lainnya. Perwakilan Divisi Edukasi Pelatihan dan Pengembangan DMII ACT, Yadi Frans, menyambut positif kerjasama dengan Go-Jek, karena sejalan dengan komitmen untuk membuat semakin banyak masyarakat paham akan keterampilan menolong. “Keterampilan penolong tidak boleh disepelekan, harapan kami dengan materi yang komprehensif, mitra driver sigap memberikan respons yang tepat untuk kondisi darurat di jalan raya,” ucap Yadi.

Selain mengadakan pelatihan P3K, Go-Jek Surabaya juga meluncurkan ambulans untuk membantu komunitas URC menangani luka ringan dan luka sedang di tempat kejadian kecelakaan. “Tidak hanya aktif saat keadaan darurat, ambulans Go-Jek juga senantiasa mengunjungi basecamp-basecamp mitra driver di Surabaya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan agar para mitra driver bisa optimal dalam mencari nafkah untuk keluarga,” jelas Delly.

Ambulans Go-Jek dilengkapi alat penunjang P3K dan didukung oleh tenaga medis yang siap melayani 24 jam sebagai upaya untuk memaksimalkan pertolongan pertama saat keadaan darurat di jalan raya. Unit ambulans Go-Jek dioperasikan oleh tim medis dan pengemudi ambulans tersertifikasi, sehingga siap memberikan pengobatan dan mengantarkan korban ke rumah sakit saat terjadi kecelakaan lalu lintas atau kondisi darurat lainnya.

Selain di Surabaya, inisiatif serupa juga telah terlebih dahulu diluncurkan di Kota Bandung dan secara bertahap akan dilakukan di kota-kota lainnya di Indonesia.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)