Lika Liku Jacqualine Membesarkan Bisnis Sepatu Pyopp

Foto: Instagram Pyopp

Jacqualine Elena sempat mencicipi karier di dua perusahaan besar farmasi dan FMCG sebelum memutuskan untuk memulai usahanya sendiri, yaitu membuat sepatu anak-anak bernama Pyopp. Sepatu ini tidak biasa, karena penggunaannya diperuntukkan untuk anak-anak dengan diagnosa telapak kaki datar atau (flat feet) dan harus menggunakan sepatu pengkoreksi yang sangat keras & berat.

Kaki datar ini juga dialami oleh anak Jacqualine saat usianya 16 bulan. Ia kemudian mempelajari tentang kaki anak dari jurnal dan literatur. Dari studi, Jacqualine menemukan bahwa 98% kaki anak di bawah 18 bulan flat feet dan akan membentuk lengkung secara natural jika otot kaki sering dipakai. Tidak ada studi yang bisa ‘mengkoreksi’ kaki anak sebelum usianya tiga tahun.

“Sepatu yang kaku dan berat ternyata bisa mendeformasi struktur kaki anak, dan bahwa yang terbaik bagi anak (dan bagi dewasa juga) adalah bertelanjang kaki sebanyak mungkin. Sejak itu, saya membiarkan anak saya bertelanjang kaki sebanyak mungkin dan mencarikan sepatu yang paling mendekati keadaan barefoot ini. Konsep barefoot footwear sebenarnya sudah banyak di luar negeri, tetapi belum ada di Indonesia,” ujar wanita berusia 32 tahun ini.

Jacqualine pada awalnya mempelajari syarat-syarat barefoot shoes. Banyak bayi yang ketika belajar jalan menolak memakai sepatu, karena itu mengubah kebiasaan mereka yang biasanya bebas bertelanjang kaki. Menurutnya, banyak sekali bayi yang tadinya tidak mau pakai sepatu, mau pakai sepatu Pyopp, yang artinya sepatu ini didesain sudah mendekati keadaan ‘bertelanjang kaki’ tersebut.

Sekarang setelah sepatu Pyopp lebih berkembang, Jacqualine bekerja sama dengan Indonesian Footwear Forum, salah satunya pernah melakukan studi dan membuat penelitian terkait dengan barefoot shoes.

Perjalanan menjadikan Pyopp seperti sekarang tidak mudah. Dalam proses produksinya, Jacqualine pernah mencoba dua kali outsource, tetapi reject ratenya lebih dari 50%. Di 2016, Jacqualine memutuskan membuat sendiri sepatu-sepatu Pyopp di rumah mertuanya.

Masih banyaknya orang tua yang percaya bahwa sepatu anak harus punya banyak support untuk membentuk kaki bayi merupakan tantangan tersendiri. Orang tua juga meragukan proteksi sepatu yang solnya tipis (sol sepatu Pyopp hanya 2-3,5 milimeter). Akhirnya, Jacqualine bekerja sama dengan dokter orthopaedik muda untuk memberikan masukan dan literatur pendukung barefoot yang dibagikan di media sosial Pyopp.

“Lambat laun, ada beberapa pembeli Pyopp yang pernah diskusi dengan dokter anak di luar negeri yang juga mendukung barefoot atau alas kaki minimalist. Akhirnya, saat ini konsep bertelanjang kaki ini mulai diterima oleh ibu-ibu, seiring dengan meningkatnya follower Pyopp di media sosial,” jelas Jacqualine.

Saat ini, Pyopp memiliki kurang lebih 200 SKU. Namun Jacqualine berencana menambah range produk dari segi model dan ukuran, serta merambah pasar luar negeri.

“Sudah banyak permintaan dari orang dewasa yang ingin merasakan sepatu barefoot seperti anaknya. Dan sudah ada studi bahwa orang-orang yang terbiasa bertelanjang kaki atau menggunakan sepatu minimalist memiliki otot kaki yang lebih kuat dibandingkan orang-orang yang terbiasa menggunakan sepatu modern,” klaim Jacqualine.

Sepatu Pyopp dibanderol dengan harga mulai dari Rp300-450 ribu per pasang. Bisa didapatkan lewat e-commerce maupun website resmi Pyopp.

Editor : Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Tags:
Pyopp

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)