Marino : Tukang Las Ini Sukses Jadi Pengusaha Neon Box

Marino Nugroho pemilik dan pendiri Neonbox.id

Menjadi seorang pebisnis, tidak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Marino
Nugroho (31 th). Apalagi ia mengaku tidak memilki bakat dan pendidikan untuk menjadi pengusaha. Sekolah pun tak tamat SMA, karena saat masih muda ia banyak habiskan waktunya untuk hura-hura di jalanan.

Tapi, kini Marino menjadi salah satu pendiri Neonbox.id sebuah usaha yang bergerak di bidang jasa periklanan. Omsetnya mencapai Rp 50 juta per bulan dan sudah memiliki 5 orang karyawan. Perusahaan-perusahaan yang menggunakan jasanya pun merupakan perusahaan dengan brand-brand ternama.

Tahun 2014 lalu Marino memutuskan untuk merantau ke Jakarta dan meninggalkan daerah kelahirannya, Cilacap. Mempunyai mimpi punya pekerjaan yang enak, Marino justru menjadi tukang las di salah satu bengkel. Karena saat itu hanya hal tersebut yang bisa ia pelajari dengan mudah.

Bosan kerja di bengkel tahun 2015 Marino masuk ke Rumah Gemilang Indonesia (RGI), program pembinaan generasi produktif binaan LAZ Al Azhar dan mengambil jurusan desain grafis. Ia ingin memiliki skill lain yang bisa ia
andalkan untuk mencari kerja nantinya. Tapi ternyata selama di RGI Marino juga berhasil memperbaiki dirinya. Ia tak hanya belajar cara desain, layout dan lainnya, tapi juga belajar bagaimana untuk memahami agama Islam secara benar.

“Alhamdulillah RGI merubah hidup saya. Bagi saya RGI sudah seperti rumah.
Di sana saya seperti orang yang terlahir dan hidup kembali. Kedua orang tua saya sudah meninggal, sempat kepikiran, apa yang bisa saya kasih untuk mereka, sementara doa untuk mereka aja saat itu saya gak bisa. Alhamdulillah setelah di RGI kini saya bisa mengirimkan doa untuk mereka”, ujar Marino sambil mata berkaca-kaca.

Setelah lulus dari RGI Marino mengaku melihat ada bengkel las yang masih beroperasi tapi kondisinya setengah hidup. Ia pun berinisiatif untuk menyampaikan konsep bisnis ke pemiliknya agar bengkel las itu bisa bangkit kembali. Akhirnya konsep bisnis yang ditawarkan Marino pun diterima dan kini mereka bekerja sama.

Marino pun mulai membangun usaha barunya ini dari nol. Ia pasarkan jasa pembuatan neon box  lewat website dan sosial media. Alhamdulillah satu persatu orderan pun mulai masuk.

“Dulu setiap ada orderan masuk saya yang mendesainn dan las sendiri, sampai saya yang pasang ke tempatnya langsung. Kalo sekarang sudah mulai banyak orderannya jadi saya harus rekrut karyawan. Alhamdulillah semuanya berjalan dengan lancar”, ujar Marino.

Bisnis neon box Marino yang ia jalankan sejak 2018 lalu ini sudah memiliki klien hampir seluruh wilayah di Jabodetabek. Ia pun mengaku bersyukur dengan apa yang ia capai saat ini. “Bagi saya sukses itu hak semua orang.

Gak peduli apa latar belakang kita, asal kita punya tekad kuat, semangat pantang menyerah dan banyak beribadah tentunya kita berhak mendapat kesuksesan itu”, jelas Marino.

Editor: Eva Martha Rahayu

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)