Melalui PIMD, Pertamina Garap Pasar Bunker dan Ritel di Asia Tenggara

Untuk menangkan peluang bisnis pasar bunker Asia
Tenggara, Pertamina mendirikan Pertamina International Marketing &
Distribution, Pte Ltd (PIMD). Dan ditegaskan oleh Pertamina, pendirian unit
bisnis baru ini bukan untuk mengganti Petral.

“Petral merupakan trading arm Pertamina dalam import minyak
mentah untuk kebutuhan domestik, sedangkan PIMD merupakan trading arm untuk
menjual produk Pertamina maupun produk pihak ketiga di pasar international.
Jadi jelas PIMD jangan disamakan dengan Petral, karena PIMD fokus untuk
menghasilkan pendapatan tambahan melalui penjualan di luar negeri. Jadi bukan
untuk memenuhi kebutuhan domestik,” kata Fajriyah Usman, VP Corporate
Communication Pertamina.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan minyak mentah maupun produk
BBM domestik tetap dilakukan sesuai amanat Pemerintah, yaitu oleh fungsi di
internal Pertamina melalui Integrated Supply Chain atau ISC.

“Saat ini, PIMD berperan untuk menangkap peluang bisnis
pasar Bunker Asia Tenggara terutama di Singapura, dan hal ini adalah bisnis
yang sifatnya operasional. Ke depan. perusahaan ini juga menggarap  peluang penjualan produk lainnya langsung ke end
customer
di pasar internasional dengan membangun bisnis ritel dalam rangka
memperkenalkan brand Pertamina secara global,” ujarnya.

Fajriyah Usman, VP Corporate Communication Pertamina.
Foto: Istimewa.

Terkait dengan bisnis bunkering, Fajriyah menjelaskan bahwa shipping company di Singapura lebih memilih membeli bunker dari perusahaan Singapura, karena terkait dengan tax refund. Sehingga untuk menjangkau pasar bunker di sana, Pertamina harus membentuk perusahaan di Singapura. Target yang dipatok untuk penjualan bunker PIMD di tahap awal sekitar 60.000 MT perbulan. Dan targetnya akan meningkat terus hingga 200.000 MT atau sekitar 5% dari market share bunker di Singapura yang memang sangat besar. Selain itu, PIMD juga diproyeksikan untuk dapat memasuki pasar penjualan bahan bakar ritel dan LPG di wilayah regional yakni Filipina, Thailand dan Myanmar. “Kalau perusahaan migas lain bisa menggarap pasar kita, kenapa Pertamina tidak?” ungkapnya.

Perluasan jangkauan bisnis Pertamina melalui PIMD di kawasan
Asia tersebut akan semakin menguatkan posisi Pertamina di kancah kompetisi
regional. Hal ini juga yang akan menjadi pendorong Pertamina untuk mencapai
target berada di peringkat 100 teratas daftar Fortune Global 500, yang pada
tahun ini Pertamina berada di posisi 175.**

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)