Misi Budi Gunadi Sadikin di Inalum

Budi Gunadi Sadikin Budi Gunadi Sadikin, Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum)

Tanggal 14 September 2017 menjadi sebuah hari spesial bagi Budi Gunadi Sadikin. Pada hari itu ia resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium menggantikan menggantikan Winardi yang saat ini menjadi Direktur di PT Pupuk Indonesia (Persero).  Perjalanan karir Budi menjadi seorang profesional handal menang tidak dapat diragukan lagi. Sebelum menjadi Direktur Utama Inalum, ia pernah menjadi Staff Menteri BUMN dan Direktur Utama Bank Mandiri.

Sejak dipercaya menjadi Direktur Utama di Inalum, Lulusan dari Institut Teknologi ITB itu langsung tancap gas. Tiap minggu ia pasti akan bolak-bali dari Jakarta ke Kuala Tanjung, Sumatera Utara untuk memantau langsung pergerakan bisnis Inalum. "Ada beberapa tugas yang dititipkan ke saya," ungkapnya.

Tugas-tugas itu, antara lain, memastikan bahwa holding pertambangan bisa jalan dan beroperasi optimal untuk mendukung strategi hilirisasi mineral. Seperti diketahui pemerintah memang punya rencananya menyatukan perusahaan pelat merah bidang pertambangan di dalam satu holding yang dinakhodai oleh Inalum.

Dengan adanya holding,  ia mengungkapkan, setidaknya ada tiga objektif yang bisa dicapai. Pertama pengusaaan cadangan sumber daya alam. Kedua hilirisasi produk dan kandungan lokal, dan terakhir menjadi perusahaan kelas dunia."Jadi kalau mau cerita sedikit, saya datang di sini tugasnya untuk menjadikan Inalum Holding," ujarnya.

Selain memastikan holding bisa menjadi kendaraan hilirisasi mineral, ia mengatakan juga ditugaskan untuk mengimplementasikan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Inalum yang telah digodok oleh pemimpin sebelumnya. Target-target itu, misalnya menambah kapasitas Inalum menjadi 1 juta ton aluminium, menambah smelter baru Kaltara, Pabrik Wire, Pabrik Billet, Pabrik Alloy, Pabrik SGA dan juga pembangkit listrik baru. "RJPP nya sudah sangat bagus, tugas saya hanya mengeksekusi dan mempercepat," ia menegaskan.

Sebagai orang yang punya background ilmu fisika, ia sangat terilhami oleh teori relativitas Albert Einstein yang mengatakan waktu itu sebuah konsep yang relatif. Dengan begitu ia mengatakan definisi 'Cepat' atau 'lambat' antara satu orang dan orang itu bisa berbeda satu sama lain. "Nah kalau di RJPP itu jangka waktu targetnya sampai 2025,saya inginnya bisa lebih cepat yaitu 2021," Budi menambahkan.

Adapun untuk proses pembentukan holding sendiri, ia mengatakan saat ini masih dalam tahapan penyusunan dasar hukum. Tak cuma hanya menyiapkan PP (Peraturan Pemerintah), ia mengatakan mesti ada proses formal yang dijalankan dalam pembentukan holding, karena perusahaan yang bergabung merupakan perusahaan terbuka seperti Antam dan Bukit Asam. "Semua administrasi sedang disiapkan," Budi menandaskan.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)