Solusi End-to-end Ala Flock untuk Branding Perusahaan

CEO & Creative Chariman Flock, Ivan Hadi Wibowo (tengah) bersama Tim.

Di era disruptif seperti saat ini, mayoritas industri terkena dampaknya. Namun, bagi perusahaan yang berhasil cepat beradaptasi dengan perubahan akan lolos, salah satunya Flock,  perusahaan periklanan.

Pada Agustus 2017 lalu menandai peringatan satu tahun berdirinya Flock sebagai agensi periklanan kreatif hybrid dan full service yang berbasis di Jakarta, mendapat investasi tahap awal oleh East Ventures, salah satu perusahaan pendukung start-up tahap awal yang paling aktif di Asia. Investor ini berhasil mengangkat namanya dan tumbuh 10 kali lipat dengan klien-klien besar di tengah tren belanja iklan dan digital marketing Indonesia yang terus meningkat.

Indonesia tercatat sebagai negara dengan pertumbuhan pasar iklan tercepat di Asia Pasifik. Diperkirakan pada 2019, Indonesia akan menjadi pasar periklanan terbesar di wilayah ini.

Tak mau ketinggalan memanfaatkan kesempatan ini, CEO & Creative Chairman Flock, Ivan Hadi Wibowo, membentuk tim khusus marketing influencer, teknologi, storytelling dan pembuatan konten sendiri. “Agresivitas perusahaan merespons pertumbuhan pasar yang cepat. Mengombinasikan strategi marketing ATL (Above The Line) dan BTL (Below The Line), Flock fokus dalam membawa pelayanan 360 derajat secara komplit dengan strategi storytelling dan influencer, hingga teknologi dan pembuatan konten,” jelasnya.

Buktinya, dalam kurun waktu satu tahun Flock telah berhasil mengunci kerja sama dengan dua perusahaan yang paling banyak berinvestasi di bidang periklanan di Indonesia. “Secara keseluruhan, kami sedang melayani 16 klien. Dua klien terbesar kami, Tokopedia dan Djarum berkontribusi pada 40% pendapatan perusahaan tahun lalu. Replikasi kesuksesan ini diharapkan menular ke klien lainnya,” ungkap Ivan.

Ia menyebut Tokopedia dan Djarum merupakan klien-klien awal Flock. Awal tahun ini, Flock berhasil meluncurkan kampanye baru untuk Tokopedia, berjudul “Everything Starts from Tokopedia” atau “Semua Dimulai dari Tokopedia”. Kampanye ini berhasil membawa salah satu e-commerce terbesar di Indonesia dan menjadi top of mind pengguna situs belanja online.

Kampanye Djarum Super juga dipercayakan pada Flock, ini berkat kesuksesan Flock mendorong brand Djarum Black di kampanye sebelumnya. Astra Life juga mempercayakan Flock merancang solusi end-to-end demi keperluan branding Astra perusahaan joint venture antara Astra International dan perusahaan asuransi asal Inggris, Aviva.

Untuk membangun pengalaman brand yang mulus, Flock memiliki empat  anak usaha di bawah holding company. “Flock merupakan agensi kreatif dan perusahaan holding dengan beberapa unit bisnis. Maleo merupakan agensi media sosial dan digital dari Flock. Kokako merupakan production house yang mengurus konten. Serta unit binis OU Design yang merupakan agensi branding,” jelasnya. Kini Flock telah berkembang pesat dari 4 orang menjadi tim yang berjumlah 42 orang.

Di sinilah peran besar Flock dalam mengakomodasi klien terhadap konten digital yang tengah meningkat pesat. Flock mengusung model usaha dan cara kerja end-to-end dalam melayani klien. “Semua brand ingin menciptakan konten paling bagus dan engagement, namun banyak yang mengalami tantangan dan hambatan dalam prosesnya karena kebanyakan platform bersifat by project. Berbeda dengan Flock,” ungkap Ivan.

 

Reportase: Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)