Peringkat SWA100 2026 menunjukkan bahwa meski pasar saham Indonesia kini berada dalam tekanan, penilaian Wealth Added Index (WAI) yang menggunakan periode 2021–2025 mencerminkan kinerja saat pasar masih pulih dan mengalami bull run. Hanya 16 dari 100 perusahaan berkapitalisasi besar yang berhasil menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham berbasis risiko, dengan Dian Swastatika Sentosa (DSSA) memimpin peringkat, sementara di kelompok kapitalisasi menengah Impack Pratama (IMPC) menjadi yang terbaik. Temuan ini juga menegaskan bahwa kenaikan harga saham belum tentu menciptakan nilai tambah, seperti terlihat pada BBCA dan BBRI yang mencatat WAI negatif meski memiliki kinerja pasar yang relatif baik. Siapa saja yang tahun ini tampil sebagai wealth (value) creators bagi pemegang sahamnya? Lalu, apa yang membuat suatu perusahaan benar-benar mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah dinamika pasar? Semua dikupas habis dan dibahas tuntas hanya di SWA terbaru!
