Bisnis Impor Airwheel Dua Bersaudara

Sudah setahun lamanya dua bersaudara, Audrey Ayuningthyas dan Priscilla Novani, menekuni bisnis impor airwheel. Putri Direktur Pengelola PT Santos Jaya Abadi (produsen kopi merek Kapal Api), Paulus I. Nugroho ini sudah memprediksi bahwa produk airwheel bakal laku di pasar Indonesia.

Audrey Ayuningthyas dan Priscilla Novani

Awal mula ketertarikan berbisnis impor airwheel, Priscilla bercerita, lantaran mereka sering mengunjungi China guna menjenguk adik yang sakit leukemia. Di China itulah, ia dan Audrey berkenalan dengan moda transportasi ramah lingkungan tersebut. “Saya melihat adanya peluang bisnis yang bagus karena di Indonesia belum ada yang menggunakannya,” ujar Priscilla.

Ketika itu, tak tanggung-tanggung, 100 unit airwheel mereka datangkan langsung dari China di bawah naungan PT Airwheel Indonesia. Beruntung, prediksi mereka tepat, kendaraan berteknologi baru ini memang mampu menarik minat pasar di Indonesia. Dalam satu bulan mereka bisa menjual minimum 20 unit airwheel.

Berbagai strategi pemasaran dilancarkan guna menunjang penjualan. Salah satunya, dengan membentuk komunitas Airwheel Indonesia. Komunitas ini telah menyebar di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya, Yogya, Riau, Aceh dan Bali. Untuk Jakarta, anggotanya sudah sekitar 50 orang. Mereka ini aktif melakukan pertemuan di Gelora Bung Karno setiap hari Selasa. “Kami menggunakan strategi dari mulut ke mulut, jadi tidak cuma aktif sebagai penjual, tapi juga pengguna,” ia menambahkan.

Tak heran, dua orang bersaudara itu selalu menggunakan airwheel dalam berbagai kesempatan. Tujuannya, agar banyak masyarakat penasaran dan mulai berani mencoba skuter self-balancing tersebut. “Kami sering pakai juga di mal dan acara seperti car free day,” ucap Priscilla.

Tak cuma sebagai alat transportasi jarak dekat, Priscilla mengatakan, airwheel juga merupakan sarana untuk olahraga. Tak cuma dapat menjadi sarana transportasi, produk ini pun membutuhkan koordinasi otak dan gerakan tubuh dalam pengoperasiannya. Usai ber-airwheel ria, pengguna bisa merasakan pengalaman menyegarkan bak sehabis berolahraga.

Bagi Anda yang belum begitu banyak mengetahui tentang airwheel, pada dasarnya produk ini ialah moda transportasi listrik yang mengadopsi teori kedirgantaraan atau aerospace. Airwheel bergerak melalui algoritma perangkat lunak dan memiliki sistem giroskop untuk menjaga keseimbangan. Uniknya, roda pada airwheel tidak bergerak dengan tenaga kinetik seperti menggenjot sepeda ataupun menggunakan sepatu roda. Sebaliknya, airwheel bergerak ketika mendapatkan beban dari penggunanya.

Cara kerja airwheel bisa dikatakan tidak sesulit yang terlihat, meski sangat bergantung pada keseimbangan. Pengguna cukup mencondongkan badan ke arah depan untuk bergerak maju, dan sedikit mencondongkan ke belakang untuk memperlambat laju ataupun mundur. Begitu pula untuk berbelok, pengguna hanya perlu memiringkan badan sedikit ke kiri atau ke kanan. Kalau sudah bisa naik sepeda, paling hanya dibutuhkan waktu sejam untuk mempelajari airwheel.

Secara umum airwheel terdiri dari tiga jenis, yakni beroda satu, beroda dua tanpa stang, dan beroda dua dengan stang sebagai pegangan. Daya tahan baterai dan kecepatannya pun beragam, bergantung pada jenis airwheel yang digunakan. Namun, rata-rata daya tahan baterai berkisar 132-520 watt dengan kecepatan rata-rata 12-30 mil per jam. “Harganya bermacam-macam, dari Rp 6,5 juta hingga Rp 20 juta,” ujar Priscilla.

Meski mengklaim sebagai pelopor airwheel di Indonesia, Audrey mengatakan, saat ini banyak kompetitor yang mulai bermunculan. Bahkan, ada yang menawarkan harga yang lebih murah dari kedua bersaudara itu. “Banyak yang semacam airwheel tapi dua minggu sudah rusak, kalau produk kami sudah diuji coba dilempar sejauh 2 meter, tapi tidak rusak,” kata Priscilla mengklaim.

Guna memuaskan pelanggan, keduanya bahkan telah menyiapkan teknisi khusus untuk mereparasi airwheel yang dipasarkan Airwheel Indonesia. Teknisi ini disiapkan eksklusif hanya bagi pembeli lewat Airwheel Indonesia. Tantangan ke depan, menurutnya, lebih pada mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan airwheel, dan asyiknya bermain dengan peranti ini.

Saat ini, produk yang mereka tawarkan lebih banyak menggunakan saluran distribusi online ataupun kerja sama dengan perusahaan. Di perusahaan tempat ayahnya bekerja, misalnya, airwheel telah digunakan untuk sarana transportasi jarak dekat. Ke depan, adik kakak ini berencana membuat sekolah atau pelatihan khusus mengemudikan airwheel. “Kami juga mau buat semacam performing art airwheel,” kata Audrey menutup percakapan.

Ananda Putri & Sri Niken Handayani

=========================

Audrey Ayuningthyas : Lahir 6 November 1982

Priscilla Novani: Lahir 2 Juni 1985

Bisnis: Importir airwheel sejak 17 Agustus 2014

Penjualan: Minimum 20 airwheel per bulan

Kisaran harga: Rp 6,5-20 juta per unit

Strategi bisnis: Word of mouth dan membangun komunitas airwheel

Editor : Sri Niken Handayani

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Galeri Foto Telkom Group – Oktober 2015

Staf Khusus Menteri BUMN Riza Primadi (kedua dari kiri) menyerahkan penghargaan BUMN Marketeers Award 2015 kepada Direktur Utama Telkom Alex...

Close