D’Cost Kini di Tangan Anak “Sang Pendekar”

Darmawan Ekaputra Deputi Chief Executive Officer PT Pendekar Bodoh, resto Dcost berpose berbaga gaya di outlet Sajuta Edisi07 2016

Darmawan Ekaputra Deputi Chief Executive Officer PT Pendekar Bodoh, resto Dcost berpose berbaga gaya di outlet Sajuta Edisi07 2016

Setelah sekitar 10 tahun mendirikan dan membesarkan resto D’Cost Seafood, “sang pendekar” Christian Sia pun memutuskan undur diri. Dia menyerahkan tongkat kepemimpinan resto tersebut kepada anak pertamanya, Darmawan Ekaputra.

D’Cost didirikan Christian pada 2006, di bawah bendera PT Pendekar Bodoh. Saat ini resto D’Cost telah memiliki 87 cabang yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, dengan didukung sekitar 2.600 karyawan. Tak hanya itu, sekarang D’Cost tak hanya dikenal sebagai resto seafood murah, melainkan telah memiliki beberapa jenis resto. Antara lain: D’Cost VIP, D’Sushi Bodo, D’Stupid Baker, dan D’Cost Quick.

Saya sudah tua, mungkin sebentar lagi game over. Jadi, harus ada yang meneruskan, sehingga harus diberi kesempatan untuk yang muda,” ujar pengusaha bergaya nyeleneh ini sambil terkekeh, mengungkap alasannya mundur dari D’Cost. “Kelebihan Darmawan? Nggak ada kayaknya. Cuma mirip saya saja, mukanya mirip dan sifatnya mirip. Jadi, sudah kayak fotokopi saja,” katanya lagi seraya tertawa ngakak.

Toh, Darmawan tidak mendapat posisi puncak begitu saja. Pria kelahiran 11 Juni 1988 yang akrab disapa Darek ini sudah “berlatih” selama dua tahun di D’Cost, sebelum diangkat sebagai CEO di perusahaan tersebut sekitar tiga bulan lalu.

Setelah menyelesaikan sekolah – mulai dari SD hingga perguruan tinggi, ia bersekolah di Australia – Darek sempat bekerja selama dua tahun di sebuah perusahaan pertambangan di Negeri Kanguru itu. Lalu, setelah setahun belajar bahasa Mandarin di Shanghai, Darek pulang ke Indonesia tahun 2014. Ia pun bergabung di D’Cost, dengan jabatan troubleshooter. “Waktu itu bingung mau diberi jabatan apa. Soalnya saya harus bisa mengerjakan semua hal, tidak hanya operasional, tapi juga keuangan, pemasaran, dan yang lainnya,” ungkap Darek sambil tertawa. “Setelah satu tahun saya diangkat menjadi deputi CEO, kemudian sekitar tiga bulan lalu saya diangkat menjadi CEO,” ia menambahkan.

Sebelum menjabat CEO, sebenarnya Darek telah banyak terlibat dalam aktivitas promo nyeleneh yang dilakukan D’Cost sejak awal. Misalnya, ketika awal buka D’Cost, Darek sendiri yang mendesain brosur untuk diiklankan di media cetak. Selain itu, Darek juga yang menyarankan kepada bapaknya untuk menyaring pelanggan yang datang di D’Cost pada promo Up To You Price, yang mana pelanggan bisa membayar terserah dirinya. Pasalnya, kalau tidak disaring, semua orang bisa masuk ke program ini.

Ada kejadian di awal promo tersebut, ada orang yang membawa kuli bangunan sampai 100 orang. Christian pun bertanya kepada Darek: adakah ide supaya tidak terjadi seperti ini lagi? “Akhirnya saya sarankan bahwa yang bisa mengikuti program tersebut hanya orang yang mempunyai kartu kredit. Sejak itu tidak ada lagi kejadian semacam itu,” ucap Darek sambil tersenyum.

Jadi, Darek mengakui, sejak tahun 2006 sebenarnya sudah membantu D’Cost. “Saat saya masih kuliah saya yang mendesain promo itu. Saya sering berdiskusi dengan papa saya bagaimana untuk bisa meningkatkan brand awareness D’Cost,” ungkapnya. Dari obrolan seperti itulah muncul ide membuat promo yang inovatif dan unik, yang belum pernah dibuat orang lain. “Selama 9 tahun ini, setiap kami buka resto baru pasti di bulan pertama itu ada promo Up To You Price,” katanya.

Selain itu, Darek juga orang di balik ide promo Pay by SMS D’Cost yang diluncurkan tahun 2013. Melalui promo ini pelanggan melakukan top up di kasir D’Cost, lalu saldonya masuk ke nomor ponsel pembeli. Jadi saldonya bisa ditransfer ke temannya. “Saat itu saya berikan ide itu. Saya yakin tidak bisa diduplikasi dan tidak bisa disalahgunakan,” ucap Darek.

Yang terbaru, Darek membuat program promo Pay by QR, yakni membayar memakai smartphone. Pelanggan bisa memindai kode QR yang ada di bill melalui aplikasi D’Cost. Semua pembayaran yang dibayarkan melalui aplikasi D’Cost ini akan dikembalikan (cashback), alias gratis. “Kami juga mempunyai program baru, di mana yang menjadi member D’Cost ini bisa mendapatkan benefit 100% cashback dan dijamin oleh BCA Life,” ungkapnya mengenai program kolaborasinya dengan perusahaan asuransi BCA Life.

Selain itu, saat ini Darek dan timnya sedang merancang program baru, yaitu Pendeta dan Copet Makan Gratis di D’Cost. Tujuannya supaya pendeta dan copet bertemu di D’Cost, sehingga copetnya bisa disadarkan oleh si pendeta.

Diklaim Darek, saat ini anggota Pay by SMS sudah mencapai 180 ribu. Sementara program Pay by QR masih dalam tahap sosialisasi. Adapun untuk program Hamil Baru Bayar diadakan seminggu sekali dan sudah ada 200 pasangan yang mengikuti. Dalam program promo nyeleneh ini, pasangan bisa mengundang 300 tamu, dekorasi dan makanan digratiskan dan hanya bayar ketika hamil.

Tak hanya membuat inovasi nyeleneh dalam promosi, seperti yang dilakukan bapaknya, Darek juga membuat beberapa perubahan di perusahaannya. Antara lain, membuat sebuah rekor: dalam satu tahun mampu membuka 16 gerai baru. “Kalau bisa, kenapa tidak kerja lebih cepat?” Darek menegaskan.

Untuk mendukung programnya tersebut, Darek pun memperkuat kualitas SDM-nya dengan memberikan pelatihan kepada sekitar 2.600 karyawan D’Cost. “Tantangannya saat ini kami ingin buka cabang baru dengan cepat. Bukan cuma tantangan keterbatasan funding tapi juga kualitas SDM, seberapa cepat kami bisa melakukan kaderisasi,” Darek memaparkan.

Untuk lebih mengembangkan D’Cost, ke depan Darek hendak mengembangkan konsep waralaba, sehingga bisa mendapatkan modal yang lebih besar. Dengan begitu, ekspansinya bisa lebih cepat lagi. Tak hanya itu, Darek pun merencanakan ekspansi D’Cost ke luar negeri. “Kami akan membuka di kota-kota besar seluruh dunia. Tahun depan kami akan buka di Manhattan, New York,” ungkapnya. Konsep yang hendak dikedepankan sama, yaitu: mutu bintang lima, harga kaki lima. “D’Cost bisa berhasil hingga saat ini karena konsep itu,” kata Darek yakin.

Rencana Darek mengembangkan banyak gerai D’Cost mendapat dukungan dari bapaknya. Menurut Christian, dengan membuka semakin banyak gerai D’Cost, pihaknya bisa membuka lapangan pekerjaan lebih banyak. Dan, tentu saja memberikan makan murah ke banyak orang di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri. “Saya harap dia bisa mementingkan kepuasan pelanggan daripada kepuasaan pribadi. Jadi kepuasan pelanggan dan kepuasan karyawan harus didahulukan,” ujar Christian penuh harap.

Sri Niken Handayani & A. Mohammad B.S.

Riset: Armiadi Murdiansah

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)
Read previous post:
Perusahaan Anda Sehat? Ini 3 Indikatornya

Kompetisi bisnis kian ketat. Strategi konvensional sudah semakin ditinggalkan. Teknologi yang berkembang pesat membuat semua orang kini lebih dinamis. Mobilitas...

Close