Budi Purnomo, Agresif Besarkan Bisnis Executive Lounge Warisan Orang Tua

Budi PurnomoPT Taurus Gemilang (TG) belakangan semakin moncer kiprahnya. Di bawah generasi kedua, Budi Purnomo, CEO TG, perusahaan perintis di bisnis executive lounge (EL) ini berkembang pesat. TG diklaim sebagai perusahaan EL yang terbesar saat ini. Di bawah kepemimpinan Budi, TG tidak hanya menjalankan bisnis EL tetapi juga merambah bisnis restoran. Sekarang TG mengelola tujuh EL dan 35 resto di tujuh bandara di Indonesia. Ketujuh bandara tersebut adalah Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Sultan Thaha Jambi, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, dan Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman, Sepinggan, Balikpapan.

Sejak Budi didapuk menjadi CEO TG pada 2012, pertumbuhan bisnis TG memang meningkat pesat, naik 350%. Menurutnya, hal itu terjadi karena ia mampu mengambil keputusan untuk menjalankan bisnis baru, yakni bisnis resto di transportasi area. “Itu ide bisnis yang saya ambil. Saya melihat, dulu orang bepergian dan makan, tapi value for money-nya tidak dapat. Nah, saya ubah konsep itu, saya buat konsep restoran yang bagus,” ujar alumni Jurusan Business Administration Phoenix University, Sunway, Malaysia itu.

Ia pun menggandeng merek resto lokal yang terkenal. Kemudian, mengedukasinya agar menjadi menjadi resto yang lebih bagus lagi. “Strategi service ini akhirnya membuat pertumbuhan penjualan kami naik hingga 350%,” katanya bangga. Hingga saat ini sudah ada lebih dari 30 brand resto yang sudah sepakat untuk bekerjasama dengan TG. “Dari sana nanti kami akan pilih, mana brand yang cocok untuk ditempatkan di kota mana. Brand akan terus bertambah, sampai saat ini kami sudah berbicara dengan 100 brand, namun yang sudah confirm 30 brand,” kata Budi.

Ia juga menganalisis pasar hingga dua tahun. Berdasarkan analisis itu, orang yang bepergian itu level stresnya tinggi. Mereka harus melalui pihak sekuriti, melakukan check-in, dan memikirkan bagasi. Setelah itu, di bandara, sambil menunggu keberangkatan, apa yang bisa dilakukan? “We need to make feel good. Makanya, saya membuat slogan 'Travel Well'. Jadi, setelah melewati stress level itu, kami memiliki lounge, dan F&B untuk mereka rasakan,” ungkap pehobi golf, gym, dan lari itu.

Budi menceritakan, TG didirikan dan dikembangkan oleh ibunya, Pop Mulhadi. Kala itu, ibunya merintis bisnis jasa pengadaan dan pengelolaan EL pertamanya di Bandara Juanda, Surabaya, untuk melayani penumpang eksekutif Garuda Indonesia pada 1989. “Ibu saya menciptakan bisnis ini pada 1989, dan di 2006 Taurus Gemilang mendapatkan nominasi Ernst & Young Indonesia sebagai finalis Entrepreneur of The Year 2006. Ini bisnis yang belum ada di dunia,” ungkapnya yakin. Itu sebabnya, mulai dari awal berdiri sampai sekarang, TG diklaim menjadi perusahaan lounge yang terbesar.

Sejak kecil, Budi pun sering diajak ibunya ke bandara. Tak mengherankan, ia terbiasa melihat ibunya membuat deal dengan klien atau pihak bandara. “Saya sudah terbiasa melihat opportunity itu. Saya melihat ternyata bisnis transportasi di Indonesia luar biasa sekali opportunity-nya,” ucapnya.

Budi resmi bergabung dengan TG sejak 2010 dan menjabat sebagai direktur pengembangan bisnis. “Di 2010, saya ditugaskan untuk mengembangkan ide-ide baru dan bisnis baru yang ada untuk membesarkan lagi market lounge,” ujarnya mengenang. Kemudian pada 2012, ia resmi menjabat sebagai CEO TG hingga sekarang. Sebelum bergabung dengan TG, ia pernah berkarier di perusahaan asal Thailand.

Saat ini TG tengah mengembangkan lounge dan resto di area transportasi, termasuk di stasiun MRT dan KAI. Lalu, pihaknya akan masuk ke rest area. “Saat ini masih kami kaji, dan kami berharap pada semester II i tahun ini kami sudah bisa melakukannya. Kami berharap bisa ikut membantu mengubah wajah transportasi Indonesia,” katanya.

Obsesi untuk berekspansi ke luar negeri juga tengah dikajinya. “Kami melihat tetangga kita seperti Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Vietnam. Kami sudah melakukan survei dan melihat areanya seperti apa. Dalam waktu dekat mereka akan ada tender. Nah, kami sedang persiapkan untuk itu. Kami akan ekspansi ke luar negeri untuk mengelola restoran,” ujarnya.

Target ke depan, TG akan masuk ke seluruh bandara yang sudah mulai dibangun dan direnovasi. Misalnya, Terminal 1 dan 2 Bandara Soekarno-Hatta, lalu Bandara Ahmad Yani Semarang, bandara Yogyakarta, dan bandara yang dikelola PT Angkasa Pura I yang sekarang mulai direnovasi. “Intinya, kami akan masuk ke seluruh airport yang dikelola Angkasa Pura 1 dan II. Kami juga ingin mengembangkan makanan tradisional untuk bermain di skala yang lebih besar dengan masuk ke area transportasi, sehingga mereka bisa bermain di mancanegara,” Budi memaparkan

Reportase: Anastasia Anggoro Suksmonowati

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)