Gairah Joseph Simbar Memoles Bisnis Grup Sejahtera

Muda, cerdas, energik, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Itulah kesan yang terpancar dari sosok Joseph Simbar (27 tahun), generasi kedua pemilik Grup Sejahtera. Sejak bergabung dengan perusahaan keluarga pada 2014, alumni Jurusan Keuangan Korporat San Francisco University, Amerika Serikat, itu pun gesit merombak bisnis keluarganya, khususnya di lini teknologi informasi (TI).

Joseph SimbarSejumlah pembenahan dilancarkan Joseph yang menjabat sebagai VP Pemasaran PT Kreasi Sejahtera Teknologi (KST), anak usaha Grup Sejahtera di bidang TI. Sejumlah produk baru dia luncurkan ke pasar dan berhasil merebut klien-klien kakap. Bahkan, raksasa TI asing sukses digandeng menjadi reseller produk TI KST.

Sekadar informasi, Sejahtera merupakan kelompok usaha yang berdiri sejak 1984. Kelompok bisnis tersebut mengawali bisnisnya sebagai perusahaan TI. Di tangan orang tua Joseph, Sejahtera sukses merambah berbagai bidang usaha lainnya, dari kosmetik, obat herbal, sampai pertambangan batubara.

Di bidang sumber daya alam, melalui PT Inti Alam Anugerah, Sejahtera menambang batubara berkalori tinggi di Kalimantan Timur dan Sumatera Barat. Sementara di bidang bioteknologi, Sejahtera bergerak melalui PT Inti Karya Anugerah menangani bisnis obat herbal diabetes bermerek DMPhas, Marula Oil, dan Regenica yang berfungsi meregenerasi sel tubuh.

Di bidang TI, yang digarap melalui KST, Sejahtera menggarap bisnis penyedia jasa internet di berbagai kampus dan perusahaan, desain web, pembuatan web, aplikasi mobile, GPS tracking, peranti lunak customer relationship management, sales management system, online learning system, dsb.

Kembali ke Joseph. Anak kedua dari tiga bersaudara ini, meski kuliah di bidang keuangan, memiliki gairah tinggi di bidang TI. Karena itu, setelah lulus kuliah, pria lajang yang hobi bermain piano itu memilih membesut perusahaan rintisan sendiri bersama rekan-rekannya. Perusahaan tersebut terbilang sukses hingga disuntik modal oleh perusahaan modal ventura kakap.

Namun, belakangan Joseph memilih menjual kepemilikannya di perusahaan tersebut dan bergabung di bisnis keluarganya. Hasrat di bidang TI mendorongnya bergabung di KST. Dia pun kemudian melakukan sejumlah pembenahan. Antara lain, mengevaluasi berbagai produk TI KST. Dari hasil evaluasinya, dia memutuskan membangun sendiri sejumlah produk. Di antaranya, customer relationship management yang setelah rampung dilabeli Sales1CRM.

Dengan bangga, Joseph menyebut Sales1CRM sebagai aplikasi CRM lokal berbasis awan (cloud) pertama di Indonesia. “Setahu kami, yang lain produk asing. Kalaupun ada yang lokal, nampaknya belum ada yang berbasis cloud,” ujarnya.

Produk Sales1CRM memiliki keunggulan dengan mem-bundling tiga fitur sekaligus: CRM System, Sales Force Automation, dan Work Force Automation. Hasilnya, produk ini menuai sukses besar. Sejumlah perusahaan kakap menggunakan produk ini, antara lain Yakult, Grup Agung Podomoro, serta Virgin Radio Indonesia.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)