Winnie Lestari, Membangun Mimpi di Jalur Sendiri

Lahir dari keluarga pengusaha emas tak membuat Winnie Lestari ikut-ikutan berbisnis emas. Generasi kedua pemilik PT Indah Golden Signature (salah satu eksportir emas batangan terbesar di Indonesia) ini memilih jalurnya sendiri. Alih-alih terjun ke emas, tiga tahun lalu, dia mengibarkan Ruya, bisnis perhiasan perak. “Ruya artinya mimpi, dari bahasa Turki,” ungkapnya.

Winnie LestariWinnie tak asal berbeda dengan keluarganya. Sebelum terjun di bisnis perak, kelahiran 1991 ini benar-benar serius menyiapkan diri. Putri bungsu dari empat bersaudara ini kuliah di Raffles Design Institute, Singapura, dan Gemological Institute of America khusus bidang desain serta seni perhiasan. Dia juga pernah magang di John Hardy dan sering mengikuti lomba desain.

Membidik pasar orang muda, usia 20-40 tahun, Ruya yang selain fokus pada bahan perak berlapis emas putih dan gold, juga memanfaatkan berbagai batu, baik mutiara maupun batu alam, diposisikan Winnie sebagai karya seni premium. “Semua produk saya handmade, saya desain sendiri,” katanya. Dibanderol mulai dari Rp 300 ribu hingga puluhan juta rupiah, Winnie lebih banyak menjual produknya secara custom (tidak massal) dan segmented, sehingga dia mengaku sudah happy bila menjual 10 pieces per bulan. Pelanggannya kebanyakan datang dari Jakarta dan Surabaya, termasuk sejumlah selebritas. Kezia, Putri Indonesia, juga memakainya sewaktu kunjungan ke Lombok. Belum lama ini Ruya pun mendapat penghargaan dari Wali Kota Surabaya pada Surabaya Trade Mark Award untuk kategori Startup.

Laiknya sebuah mode, perempuan ini meluncurkan desain baru sesuai tren, setahun rata-rata dua kali: spring dan autumn. Untuk aktivitas promosi, seperti halnya anak muda kekinian, dia banyak menggunakan media sosial dan digital seperti Instagram, Facebook, dan website. “Saya banyak dikenal melalui Instagram dengan nama Ruya by Winnie Lestari,” katanya. Selain itu, juga rajin ikut pameran dan bazar. Ruya kerap mengikuti pameran di Grand Indonesia, khususnya untuk produk yang lebih ringan -- tidak terlalu rumit desainnya.

Winnie mengakui memasarkan Ruya cukup menantang karena kebanyakan pembeli lebih suka desain yang bersifat umum dengan bahan dasar emas – sedangkan Ruya bahan dasarnya perak. Kendati menghadapi tantangan semacam itu, dia tetap optimistis bisnisnya akan terus berkembang. Seperti makna nama produknya (Ruya), dia terus mengibarkan mimpi untuk membesarkan bisnisnya. (*)

Sudarmadi & Herning Banirestu

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)