Ryan Widyakrisnadi, Generasi Ke-3 Kawan Lama Sejahtera

Ryan Putra Widyakrisnadi memutuskan untuk terjun ke kerajaan bisnis keluarganya saat mal milik Kawan Lama Sejahtera (KLS) kekurangan SDM di bagian leasing.

~~

Ryan merupakan anak sulung dari Ijek Widyakrisnadi, pendiri PT Ace Hardware yang merupakan generasi ke-2 KLS, adik dari Kuncoro Wibowo.

Setelah lulus dari menimba ilmu di Westminster University, London, pria kelahiran 21 Januari 1986 ini pulang ke Tanah Air dan langsung diminta membantu mencari tenant yang bakal mengisi gerai-gerai di Mal Living World, Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Living World merupakan sinergi bisnis retail dan properti KLS yang dikelola PT Retail Estate Solution (juga bagian bisnis KLS). Di sana, Ryan mulai membuktikan ketajaman insting bisnisnya.

“Dua tahun lalu Living World baru saja beroperasi, membutuhkan orang di bagian leasing. Karena baru, jadi mal ini belum punya tenant. Memang sudah ada anchor tenant yakni Ace Hardware dan Informa yang juga merupakan bagian usaha KLS, tapi untuk restoran, masih sedikit,” ujar pria yang murah senyum ini.

Berbekal lokasi yang strategis (di jantung Alam Sutera) dan konsep mal yang berbeda dari yang ada selama ini, Ryan mantap bernegosiasi dengan calon tenant. Hasilnya pun sangat memuaskan, saat ini okupansi di Living World mencapai 98%. Sebanyak 2% nya sengaja disisakan untuk mengakomodir calon tenant dengan bisnis yang unik. Ryan pun diganjar jabatan Deputy general Manager Living World.

“Kebanyakan mal yang ada di Indonesia saat ini masih memakai konsep super shop dan fashion driven. Padahal, selain pakaian ada kebutuhan dasar dari masyarakat yakni rumah. Kami ingin menciptakan pusat perbelanjaan yang nyaman saat berbelanja kebutuhan-kebutuhan rumah. Konsep Living World adalah Home Living dan Eat-tertaiment dan dalam pengelolaannya kami selalu mengedepankan comfortable, convenience dan quality,” ujarnya.

Melihat kesuksesan Living World, pengoleksi jam vintage merek Rolex ini ingin terus mengembangkan mal dengan konsep serupa di kota-kota besar lain. Ada dua kota yang sudah diplot yakni Pekanbaru dan Balikpapan. Namun realisasinya masih tiga tahun ke depan.

Bagi Ryan, perjalanan kariernya masih terlalu dini. Ke depan, ia berjanji akan terus berbuat maksimal dan memiliki semangat membesarkan bisnis kerajaan KLS yang memang sudah menjadi keharusan.

“Kalau dulu, situasi yang membuat generasi ayah kami untuk menjadi maju. Kalau sekarang, kami (generasi ke-3 KLS) harus terus menjalankan kereta yang sudah melaju kencang. Bisnis keluarga ini harus berjalan terus. Kami harus kompak, tidak peduli siapa yang memimpin, yang penting punya kemampuan,” ujarnya.

Ada nilai-nilai yang ditanamkan oleh Mr Wong Jin sebagai generasi pertama KLS kepada anak dan cucu-cucunya, yakni kebersamaan, transparasi, komitmen, kerjakeras. “Nilai-nilai itu sangat mengena bagi saya dalam menjalankan bisnis.” (EVA)

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)