2018, REI Targetkan Bangun 250 Ribu Unit Rumah Subsidi

Soelaman Soemawinata Ketua Umum DPP REI (kiri) dan Ikang Fawzi Ketua REI bidang Komunikasi, Promosi dan Pameran

Tahun 2017, meskipun kondisi ekonomi kurang kondisif,  sektor properti tetap menggeliat, meskipun pertumbuhannya belum sesuai yang diharapkan. Hal ini dibuktikan realisasi target yang dicapai Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI).

Menurut Soelaeman Soemawinata Ketua Umum DPP REI, tahun 2017 REI telah membangun 206.290 unit rumah bersubsidi di seluruh Indonesia. Padahal target yang dipatok 200 ribu unit. "Tahun ini kami optimis, target pembangunan rumah subsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sekitar 250.000 unit akan tercapai," katanya.

Alasannya, karena kebutuhan masyarakat yang masih tinggi terhadap rumah murah terjangkau, adanya komitmen pemerintah untuk mendorong penyediaan rumah rakyat melalui Program Sejuta Rumah (PSR) serta kuatnya semangat pengembang anggota REI untuk membangun rumah subsidi.

Inisiatif Kementerian PUPR yang melaksanakan percepatan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO) dengan 40 bank mitra pada 21 Desember 2017 juga turut menjadi pemacu suplai rumah subsidi karena proses akad kredit sudah bisa dilakukan pada Januari 2018.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sekretariat DPP REI, lima besar daerah penyumbang pembangunan rumah MBR di 2017 adalah Jawa Barat sebanyak 24.380 unit, Jawa Timur 19.265 unit, DKI Jakarta 17.921 unit, Sumatera Utara 13.273 unit, dan Sulawesi Selatan 12.059 unit.

Sebaliknya, lima daerah dengan pembangunan terendah adalah Maluku sekitar 241 unit, Batam 335 unit, Yogyakarta 362 unit, Maluku Utara 474 unit dan Bangka Belitung 672 unit.

Ia menambahkan, realisasi pembangunan rumah subsidi akan meningkat sepanjang tahun ini. Oleh karena itu, target ditingkatkan menjadi 236.261 unit- 250 ribu unit berdasarkan masukan dari daerah. "Kalau menurut kesanggupan daerah tahun ini targetnya 236.261 unit. Tapi saya maunya digenjot lebih kencang, kalau bisa sampai 250 ribu unit," kata Eman.

Soelaeman mengaku puas dengan capaian pembangunan rumah bersubsidi untuk rakyat yang dibangun anggota REI di seluruh wilayah. Meski diakui sebenarnya realisasi pembangunan tersebut bisa lebih banyak lagi bila mendapat dukungan penuh dari seluruh stakeholder terutama pemerintah daerah, perbankan, PLN dan PDAM.

Perlu dijelaskan bahwa 206.290 unit itu adalah rumah subsidi yang sudah terbangun, jadi yang sudah siap dihuni. "Sebagai pengembang, peran dan tugas kami adalah membangun, sehingga targetnya pembangunan. Kalau berdasarkan akad kredit mungkin datanya ada di bank atau Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia," tutur Soelaeman.

Diakuinya, fokus pembangunan rumah rakyat oleh REI masih akan diprioritaskan pada empat target pasar yakni PNS, TNI/Polri, pekerja di sekitar kawasan industri, dan kelompok masyarakat sektor informal.

REI berharap dengan mendukung PSR sekaligus dapat menjadi pemicu bagi bisnis anggota-anggotanya di daerah. Karena mayoritas anggota REI adalah pengembang rumah subsidi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semakin banyak pengembang di daerah yang bergerak, maka lapangan kerja di daerah yang terbuka.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)