2019, Bank BTN Targetkan Salurkan Pembiayaan KPR 850 Ribu Unit

Maryono Direktur Utama Bank BTN (kiri) dan Suryanti Agustinar, Executive Vice President Non Subsidized Mortgage Lending Division Bank BTN (kanan) saat menjelaskan 4 tahun program satu juta rumah dan prospek bisnis properti di tahun politik

Berbagai aksi korporasi disiapkan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) untuk menyambut tahun 2019. Beberapa target akan dicanangkan Bank BTN, dari pertumbuhan laba misalnya Bank BTN mematok 16%-19%, sedangkan dana pihak ketiga (DPK) BTN menargetkan pertumbuhan sekitar 15%.

Penyaluran KPR yang dilakukan BTN mulai tahun 2015 terus mengalami peningkatan. Sejak 2015 hingga akhir September 2018, BTN telah menyalurkan KPR sebanyak 2.311.421 unit senilai Rp 242,918 triliun. Jumlah tersebut terdiri dari KPR subsidi sebanyak 1.571.740 unit senilai Rp106,523 triliun dan KPR non-subsidi mencapai 739.681 unit senilai Rp 136,395 triliun.

Diakui Maryono Direktur Utama BTN, pencapaian Program Sejuta Rumah BTN dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun 2015 KPR yang disalurkan BTN sekitar 474.099 unit atau senilai Rp52,452 triliun, sedangkan tahun 2016 penyaluran KPR mengalami kenaikan menjadi 595.566 unit atau senilai Rp63,995 triliun. Tahun lalu, terus mengalami peningkatan menjadi 667.312 unit, senilai Rp 71,538 triliun.

Hingga akhir September 2018 KPR yang sudah disalurkan sebanyak 574.444 unit senilai Rp 54,933 triliun. Sedangkan target hingga akhir tahun ini BTN optimistis penyaluran KPR bisa tembus 750.000 unit. "Tahun depan kami menargetkan menyalurkan pembiayaan KPR sebanyak 850.000 unit," kata Maryono.

Menurut Maryono, target pertumbuhan yang masuk dalam rencana bisnis bank (RBB) tersebut merupakan target konservatif dengan mempertimbangkan beberapa kondisi seperti kenaikan BI 7 Days Repo Rate yang diekspektasikan akan berlanjut, dengan proyeksi 6% di akhir 2018 dan 6,50% di tahun 2019.

Selain itu, terkait kondisi sektor ekonomi, target RBB BTN juga disesuaikan dengan adanya Pemilu legisiatif dan presiden yang akan dilakukan serentak pada 2019. "Pengaruh tahun politik sangat kecil terhadap bisnis BTN," katanya. “Kami berharap Pemilu berjalan damai dan lancar sehingga tidak mengganggu iklim bisnis di Indonesia. Pemilu itu bulan April setelah itu akan berjalan seperti biasa. Jadi pengaruhnya kecil tahun politik ini,” tambahnya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)