3 Tower Apartemen Double Great Residence Telan Investasi Rp900 Miliar

Marcellus Chandra, Direktur PT Prioritas Gading Indonesia (kanan)

Setelah sempat tertunda sejak tahun 2014, PT Prioritas Gading Indonesia (PGI) melanjutkan pembangunan proyek Apartemen Double Great Residence di Kelapa Dua, Tangerang Selatan. Untuk itu, PGI menggandeng investor Nantong Double Great Group (pemegang 51% saham DGR) dan kontraktor BUMN terbesar berasal dari China, Gezhouba Group Company.

Proyek Apartemen Double Great Residence (DGR) terdiri dari 9 tower dibangun di atas lahan seluas 3 hektar. Jumlah unit apartemen yang dibangun ada 9.000 unit. Dana investasi yang dibutuhkan total sekitar Rp3 triliun.

Pada tahap I dibangun 3 tower yakni Arkose, Moraine, dan Mia dengan target rampung di pertengahan 2022. Pada tahap I ini modal investasi yang dibutuhkan sekitar Rp 900 miliar untuk membangun 2.800 unit ruang apartemen. “Untuk penjualannya hingga sekarang Tower Arkose dan Moraine telah terjual 50% dari total unit masing-masing tower 100 unit,” ujar Marcellus Chandra, Direktur PT Prioritas Gading Indonesia di lokasi proyek (3/3/2020).

Untuk penjualan Tower Mia yang dipasarkan sejak Januari 2020 lebih sedikit karena masih baru.”Kami targetkan bisa menjual 1.000 unit atau setara Rp500 miliar untuk Tower Mia,” ungkap Marcellus. Dia optimistis dapat menyelesaikan proyek tepat waktu. Sejauh ini, pihaknya telah menyelesaikan pembangunan pondasi untuk 9 tower DGR dan tengah proses pembangunan basement. DGR menawarkan tiga tipe kamar dengan harga jual mulai Rp 21 juta/meterpersegi. Untuk tipe studio 21 meter 2 dijual mulai harga Rp 460 juta hingga tipe 2 bedroom seluas 60 meterpersegi.

Konsep Apartemen DGR adalah campus residence. Dengan demikian apartemen ini memiliki area pendidikan seluas lebih dari 15.000 meterpersegi. Kampus yang sudah bergabung saat ini adalah Universitas Esa Unggul dan Stema Colleg dengan estimasi akan menampung sebanyak 7.000 mahasiswa yang tersebar berasal dari seluruh Indonesia. Captive market dari investasi properti di DGR ini terbentuk secara otomatis.

Keunikan lain Apartemen DGR adalah fasilitas the first parking lift apartment dimana untuk parkir mobil bisa menggunakan lift di lantai basement 1 dan 2 dengan kapasitas 2.500 mobil.

Lokasi Apartemen DGR sendiri berada dikawasan perkotaan di Tangerang yang dibangun bersamaan dengan berbagai hunian dan fasilitas umum seperti rumah sakit, mall, pusat perbelanjaan, sekolah, kampus yang memang ditujukan untuk kelas atas.

Dia mengklaim DGR juga mudah diakses hanya 5 menit menuju pintu tol Jakarta dan Merak, dan 15 menit menuju pintu tol Jorr Jakarta – Serpong. Dikelilingi oleh beberapa universitas / sekolah ternama, seperti Universitas Pelita Harapan Karawaci, Swiss German University, serta Jakarta Nanyang School.

“Tangerang, misalnya, bisa menjadi pilihan utama. Kawasan ini menarik karena relatif dekat dengan Jakarta, lingkungan telah tertata dengan rapi dan ditunjang fasilitas modern. Selain dekat kota mandiri, kawasan Tangerang juga terdiri dari masyarakat yang banyak usia produktif dan kelas middle up, sehingga kawasan ini akan terus tumbuh dan berkembang lebih baik dibanding kawasan lain ” ungkap Marcell.

Guna memudahkan konsumen membeli, DGR menawarkan skema pembayaran khusus. Pertama, free down payment DP 0% dan angsuran Rp2,5 juta per bulan selama setahun. Selanjutnya dengan pola kredit KPA bank. Kedua, bayar 50% di muka dan sisanya dibayar saat terima unit. Dengan demikian harganya terjangkau dan jarang ditawarkan developer lain di wilayah Tangerang yang maju tersebut.

Dalam kesempatan sosialiasi proyek DGR itu, PT Prioritas Gading Indonesia (PGI) bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Tangerang menyelenggarakan kegiatan donor darah di marketing gallery Double Great Residence, Shuang Hong (3/3/202) diikuti oleh sekitar 75 pendonor yang merupakan karyawan PGI, warga sekitar Tangerang, serta sejumlah tamu kontraktor yang berasal dari China yang saat ini sedang mengerjakan proyek pembangunan apartemen DGR.

Jumlah ini mungkin tidak terlalu signifikan untuk membantu pemenuhan kebutuhan stok darah secara nasional, namun, kegiatan tersebut merupakan wujud sumbangsih kepedulian nyata dari karyawan, kontraktor dan masyarakat sekitar proyek DGR kepada bangsa Indonesia.

Selain kegiatan sosial dan kepedulian aksi donor darah para karyawan PGI yang notabene tenaga kerja asing (TKA) asal Negeri Tirai Bambu ini merupakan wujud keprihatinan mendalam atas penyebaran virus COVID-19 di dunia akhir-akhir ini. Para TKA yang bekerja sebagai kontraktor pembangunan proyek DGR ini telah dinyatakan sehat untuk melakukan donor darah. Manfaat lain dari donor darah ini dapat meningkatkan kesehatan. Donor juga bisa membangun kesadaran mentalitas para karyawan untuk berkegiatan CSR yang diadakan developer properti itu tiap tahun.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)