Apartemen Skandinavia Optimistis Habiskan Sisa Penjualan 200 Unit

Norman Eka Saputra, Direktur Utama PT Pancakarya Griyatama

Dari 1.060 unit Apartemen Skandinavia di kawasan Superblok Tangcity, Kota Tangerang yang dikembangkan oleh PT Pancakarya Griyatama, saat ini hanya tersisa 200-an unit. Hebatnya, selama bulan Februari penjualan naik 200% dari rerata 20 unit per bulan menjadi 40 unit.

Jumlah unit yang kian terbatas membuat harga Apartemen Skandinavia terus terkerek. Lihat saja tahun 2017 awal diluncurkan apartemen ini harganya dipatok Rp17 juta per meter persegi, sedangkan kini melesat di angka Rp23 juta per meter persegi.

Keberhasilan penjualan unit Apartemen Skandinavia di tengah lesunya pasar properti akibat banjir dan over supply apartemen, diakui oleh Norman Eka Saputra, Direktur Utama PT Pancakarya Griyatama sebagai anomali. Toh, hal ini tidak luput dari beberapa faktor yang memengaruhinya.

Pertama, tren penurunan suku bunga. Baru-baru ini Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga acuan dari 5% menjadi 4,75%. Menurut Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, kebijakan ini diambil dan disesuaikan dengan kondisi ekonomi global dan domestik.

Suku bunga acuan Bl ini digunakan sebagai patokan dalam menentukan suku bunga kredit kepemilikan rumah (KPR) floating rate. Floating rate merupalan perhitungan bunga KPR yang nilainya berubah jika bunga acuan BI mengalami perubahan turun atau naik. Suku bunga acuan ini diprediksikan dapat turun hingga mencapai 4,25%, yaitu 0,75%. Penurunan ini bahkan menjadi titik terendah suku bunga acuan Bl selama 20 tahun terakhir.

Kedua, makin menguatnya nilai tukar Rupiah terhadap kurs US$. “Makin turunnya suku bunga ini diapresiasi masyarakat dengan masuk ke properti. Selain itu menguatnya Rupiah akan mendorong masyarakat untuk mengalihkan investasi dari emas dan properti, sebab harga emas usdah melambung tinggi,” jelas Eka di Lobby Fika Room Apartemen Skandinavia Tangerang (29/2/2020).

Mengapa properti? Eka menganalisa hal ini dipicu oleh banyaknya kasus keuangan non bank seperti Asuransi Jiwasraya dan lainnya, sehingga menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri asuransi. Alhasil, masyarakat memindahkan investasinya ke properti.

Meski demikian bukan sembarang properti yang bakal ditubruk masyarakat.”Ibaratnya uang itu akan mencari tempat-tempat yang bisa berkembang biak. Dan itu ada di proyek-proyek yang sudah terbangun, memiliki value added, serta tidak mengandalkan pembiayaan bank,” ungkap Eka.

Dan kriteria itu ada di Apartemen Skandinavia. Itulah sebabnya penjualan apartemen ini melonjak drastis ketika pengembang lain mengeluhkan sepinya penjualan. Maklum, industri properti juga dalam masa tertekan sejak tahun 2014 hingga saat ini.

Fasilitas Apartemen Skandinavia diklaim Eka komplit. Ada swimming pool, fitness center, multiple gardens dan multipurpose rooms. Tenant yang mengelilingi area hunian juga semakin lengkap, seperti Mc Donalds yang sudah beroperasi terletak persis di seberang lobby serta resto Jepang Yoshinoya, juga akan segera beroperasi pada Maret 2020.

Bagi penghuni apartemen yang memiliki mobil listrik di area Tangcity disediakan charging station SPKLU yang bekerja sama dengan PLN untuk dapat memberikan fasilitas charging daya besar. “Fasilitas-fasilitas yang lebih dari standar ini akan terus diupayakan agar penghuni dan pengunjung superblock nyaman dan puas.

Ke depan, Eka optimistis industri properti akan bergairah. Menurutnya, respons pasar akan tetap strong di tahun 2020 untuk produk-produk properti yang berkualitas. “Titik bangkitnya tahun 2021. Tahun ini sudah akumulasi,” dia menegaskan.

Potensi pasar properti di Indonesia besar mengingat kebutuhan pasarnya juga berkembang. Apalagi jumlah kelas menengah kita terus meningkat. Saat ini misalnya, pengembang gencar menggarap pasar properti untuk milenial dengan harga Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar. Pun demkian, permintaan Rumah Sangat Sederhana masih tetap tinggi.

Besarnya [peluang pasar properti ini, Eka berharap sisa 200 unit Apartemen Skandinavia akan ludes setidaknya pada tahun 2021. Selanjutnya Pancakarya Griyatama akan fokus menggarap pasar perumahan atau landed house di kawasan Parung Panjang, Bogor.

www.swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)