Bangun 212 Unit, Sentosa Park Targetkan Marketing Sales Rp 220 Miliar

Kiri-kanan : Sugino Huang (Komisaris PT Yiho Jakarta Real Estate Development), Richard Oh (CEO PT Yiho Jakarta Real Estate Development), Frank Li (President Director PT Yiho Jakarta Real Estate Development) dan Hammy Sugiharto (Sales & Marketing Director PT Yiho Jakarta Real Estate Development)

Pandemi Covid-19 justru menjadi peluang bagi PT Yiho Jakarta Real Estate Development. Perusahaan yang berbasis di Cina dan memiliki perwakilan di Singapura dan Hongkong ini, tahun lalu ekspansi ke Indonesia dan mengakuisisi lahan di Pasar Kemis, Tangerang, Banten. Menurut CEO PT Yiho Jakarta Real Estate Development Richard Oh, pihaknya akan mengembangkan Sentosa Park di atas lahan seluas 10,4 hektar di dalam kawasan Tangerang New City, dimana 2.600 hektar akan dibangun sekitar 1.053 unit yang akan dikerjakan dalam enam tahap.

Untuk merealisasikan pembangunan Sentosa Park tahap pertama PT Yiho Jakarta Real Estate Development telah melakukan ground breaking (5/10) sebagai awal dimulainya pembangunan perumahan baru Sentosa Park -Rumah Sehat Ala Singapore-. Menurut Sales dan Marketing Director Sentosa Park, Hammy Sugiharto, untuk tahap I, pihaknya akan membangun sekitar 212 unit dan pemasarannya sudah dilakukan sejak November lalu.

Harga perdana rumah yang ditawarkan saat itu mulai dari Rp 878 juta (sudah termasuk PPN), untuk tipe 4 (mencakup tiga kamar tidur dan tiga kamar mandi) dengan luas tanah 4x11 dan luas bangunan 80 meter persegi. Sedangkan
untuk tipe 5 dengan ukuran luas tanah 5x11 dan luas bangunan 92 meter persegi, dipasarkan dengan harga mulai dari Rp 1,078 miliar (sudah termasuk PPN).

Menurut Hammy, saat ini harga unit di Sentosa Park sudah mengalami kenaikan sekitar 6%-7% atau mulai dari Rp 900 juta hingga Rp 1,2 miliar. “Saat ini ntuk proyek tahap I yang ditargetkan serah terima kunci awal tahun2023 telah terjual sekitar 70%. Kami menargetkan marketing sales dari proyek tahap pertama sekitar Rp 200 miliar,” kata Hammy menjawab pertanyaan SWA saat Sentosa Park Ground Breaking Virtual Press Conference di Jakarta (12/10).

Diakui Hammy, seluruh proses proyek ini dari akuisisi lahan hingga menghadirkan show unit dan kantor marketing representatif, dilakukan hanya dalam waktu sembilan bulanan dan semuanya dilakukan dengan tetap mengutamakan kualitas pekerjaannya. “Ground breaking ini merupakan sebuah perjalanan yang tidak mudah dan penuh tantangan di masa sulit seperti sekarang ini untuk terus melakukan sebuah komitmen menyediakan rumah impian bagi para keluarga milenial yang layak dan terjangkau," katanya.

Apalagi saat ini, generasi milenial Indonesia pun dihadapkan dengan permasalahan yang sulit saat ini. Semakin banyak hambatan bagi mereka untuk memiliki rumah impian yang layak dan terjangkau. Disamping lahan di Jakarta yang semakin terbatas dan harga yang sudah sangatlah tinggi. Harga rumah impian yang semakin naik.
Kenaikan upah keluarga generasi millennial juga sangat rendah dan rata-rata menghabiskan 50% penghasilan mereka untuk konsumsi gaya hidup.

Perumahan Sentosa Park – rumah sehat ala Singapore- dirancang oleh salah satu firma arsitektur dunia yang telah membangun lebih dari 70 proyek pembangunan dan real estate berskala internasional yaitu Aesler Group. Rencananya Sentosa Park akan dilengkapi dengan 4 zona aktivitas dengan 29 fasilitas Kawasan dan clubhouse, Sentosa Park – rumah sehat ala Singapore menjawab kebutuhan gaya hidup para penghuninya. Dilengkapi dengan kolam renang, jogging track, camping ground, area bermain anak, lapangan basket, plaza, taman dengan tema yang beragam, dan fasilitas lainnya.

Ricard menargetkan untuk menyelesaikan pembangunan perumahan Sentosa Park dengan total 1.053 unit (termasuk 50 unit ruko) membutuhkan waktu sekitar 5 tahun. “Bila proyek ini selesai, marketing sales Sentosa Park diperkirakan mencapai Rp 1,1 triliun,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)