Bank BTN Rangsang Pengembang NTT Bangun Rumah Rakyat

 

Nusa Tenggara Timur (NTT) punya pesona tersendiri bagi para pengembang. Pesatnya pertumbuhan properti di NTT, menjadi peluang tersendiri bagi PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. mengajak para pengembang di daerah untuk memacu pertumbuhan bisnis di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah melihat potensi bisnisnya masih besar dan berbagai kebijakan pemerintah yang mendukung ekspansi.

Menurut Winang Budoyo Kepala Ekonom Bank BTN, pertumbuhan sektor real estate telah mencapai 5,4% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal II/2017 atau jauh melonjak dari pertumbuhan pada kuartal I/2016 yang hanya sebesar 2,94%.

Data dari Bank Indonesia (BI) menyebutkan, lonjakan pertumbuhan tersebut disebabkan pembangunan perumahan di Kabupaten Manggarai Barat, Kota Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan, dan Kabupaten Kupang dalam rangka program 3.000 unit rumah subsidi pada 2017.

Momentum pertumbuhan di sektor real estate ini menjadi potensi untuk bisnis perumahan, terutama di NTT. Apalagi saat ini pemerintah sedang gencar membangun infrastruktur terutama jalan yang membuka akses lahan yang lebih besar. Pengembangan sektor properti pun sejalan dengan Program Satu Juta Rumah sehingga pemerintah memberikan berbagai bantuan subsidi pembiayaan agar masyarakat mudah memiliki rumah.

Winang menambahkan, adanya berbagai kebijakan pemerintah yang memberikan stimulus untuk sektor properti pun menjadi peluang bisnis bagi para pengembang. Berbagai stimulus tersebut seperti relaksasi  ketentuan loan to value atau financing to value (LTV/FTV) sejak Juni 2015.

Selain itu, pemerintah berencana akan kembali memberikan stimulus untuk sektor properti melalui kebijakan LTV/FTV spasial atau berdasarkan wilayah. “Relaksasi tersebut memiliki efek pengganda yang besar karena sektor properti terkait dengan hampir 170 sektor lainnya," kata Winang.

Secara nasional, sektor properti pun masih memiliki ruang yang besar untuk digarap karena kontribusi bidang tersebut yang baru berkisar 2,5% hingga 2,8% terhadap PDB nasional. Selain itu, bonus demografi Indonesia serta tingkat suku bunga acuan yang masih rendah membuat sektor properti masih potensial. Di Indonesia juga masih ada 11,38 juta kepala keluarga yang belum memiliki rumah (backlog kepemilikan) dan 6,09 juta kepala keluarga yang tinggal menumpang (backlog keterhunian).

Sejalan dengan pertumbuhan bisnis properti di NTT, Kantor Cabang Bank BTN di Kupang pun mencatatkan kenaikan positif kredit pemilikan rumah (KPR) dan kredit kontruksi. Per September 2017, KPR Bank BTN di Kupang tercatat naik 45,31% yoy dari Rp 29,02 miliar di September 2016 menjadi Rp 53,06 miliar. Kredit konstruksi Bank BTN di Kupang pun naik 60,49% yoy dari Rp 65,02 miliar pada kuartal III/2016.

Sementara itu secara nasional, per September 2017, Bank BTN mencatatkan pertumbuhan KPR sebesar 21,16% yoy dari Rp 110,85 triliun di September 2016 menjadi Rp 134,31 triliun. Kredit konstruksi pun naik 17,87% yoy dari Rp20,56 triliun pada kuartal III/2017 menjadi Rp24,23 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya.

 

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)