Bersiap IPO, Saham Triniti Land Kelebihan Permintaan

Komisaris dan Direksi Triniti Land. (Foto : Triniti Land).

PT Perintis Triniti Properti Tbk (Triniti Land) mencatatkan kelebihan permintaan alias oversubscribe 218 kali dari pooling menjelang pencatatan perdananya (initial public offering/IPO). Rencananya, saham emiten yang berkode TRIN ini akan IPO di Bursa Efek Indonesia pada Rabu pekan ini. Saham perusahaan properti ini secara total mencatatkan oversubscribed sebesar 3,17 kali.

President & CEO Triniti Land, Ishak Chandra, mengapresiasi tingginya animo investor terhadap saham Triniti Land. “Ini merupakan suatu bukti kepercayaan masyarakat terhadap Triniti Land Group. Di samping itu, keberhasilan ini juga merupakan tantangan yang cukup besar bagi Triniti Land Group untuk bisa bertumbuh sesuai ekspektasi dari investor,” ujar Ishak dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Senin (13/1/2020).

Rencananya, calon emiten baru ini menawarkan sebanyak 1,093 miliar saham perdana atau 25% dari total modal disetor dan ditempatkan dengan harga penawaran Rp 200-250 per saham. Sebelumnya, Ishak menyampaikan pelaksanaan IPO Triniti Land ditargetkan menghimpun dana IPO senilai Rp 200-250 miliar." Nantinya, dana tersebut akan digunakan untuk memberikan pinjaman kepada anak perusahaan, yaitu PT Triniti Menara Serpong (TMS) yang selanjutnya akan digunakan untuk tambahan modal kerja dan pembangunan proyek Apartemen Collins Boulevard sebesar 35%,” tutur Ishak di paparan publik di Jakarta pada beberapa waktu lalu.

Sisanya, 35% untuk pinjaman entitas anak usaha lainnya PT Puri Triniti Batam untuk modal kerja dan pembangunan proyek Marcs Boulevard dan 30% untuk biaya operasional perusahaan. Dalam aksi korporasi ini, Triniti Land menunjuk PT Mirae Asset Sekuritas dan PT Royal Investium Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Salah satu Founder Triniti Land, Bong Chandra, menyatakan masih ada sweet spot di industri properti. "Sweet spot itu adalah early millenials dengan range usia 30-35 tahun. Berbeda dengan generasi milenial pada umumnya, mereka sudah memiliki kondisi finansial yang independen,” ujar Chandra. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir Triniti Land terus berinovasi untuk mengembangkan proyek properti yang relevan bagi kaum milenial itu, mulai dari The Smith - Office Tower yang kembangkan khusus untuk founder startup hingga The Scott - Home Studio yang dikembangkan khusus untuk para Creators. Terobosan ini mampu diterima pasar dengan baik. Di tahun 2020 Triniti Land akan terus berinovasi, salah satunya dengan konsep Co-Living pertama di Indonesia.

Adapun, Triniti Land pada semester I-2019 mencatatkan marketing revenue sebesar Rp 300 miliar dan booked revenue sebesar Rp 132 miliar. Sementara itu, perseroan mencetak laba bersih sebesar Rp 33,5 miliar. Setelah memperkenalkan Collins Boulevard di tahun 2018, perseroan melalui anak perusahaan pada 2019 lalu mengembangkan proyek Marc’s Boulevard di Batam, berupa mixed-use, condo villa, apartemen, SOHO, rukan, town house, pusat perbelanjaan, educity, dan perkantoran yang berlokasi di Pasir Putih, Batam yang memiliki Total Gross Development Value (GDV) sebesar Rp 6 triliun dengan waktu pengembangan hingga tahun 2028.

Sementara, perseroan di tahun 2020 bakal meluncurkan project Marc’s Boulevard - PIK2 berupa kondominium segmen menengah (middle upper class condominium), branded service apartment, SOHO, dan supporting retail yang memiliki GDV sebesar kurang lebih Rp 2,53 triliun dengan waktu pengembangan hingga tahun 2026.

Pages: 1 2

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)