Branz Simatupang Topping Off, Tahun 2018 Rampung

Tokyu Land Corporation melalui anak perusahaan PT Tokyu Land Indonesia secara resmi telah melakukan proses topping off proyek kondomonium Branz Simatupang di kawasan TB Simatupang, Jakarta Selatan.

Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia, Keiji Saito, mengatakan pembangunan proyek hunian vertikal ini merupakan kondominium pertama yang dirancang, dibangun, hingga dikembangkan seluruhnya oleh Jepang. Proyek tersebut direncanakan akan rampung tahun 2018.

Menurutnya, kondominium ini menawarkan gaya hidup baru di Jakarta melalui pengadopsian teknologi Jepang yang telah diseleksi khusus oleh developer handal Jepang. Kondominium setinggi 27 lantai ini memiliki empat tipe unit yang terbagi di dalam dua tower. Dua tipe unit di tower utara dengan 1 kamar tidur (56 m2) dan 2 kamar tidur (125 m2 ) untuk ditawarkan kepada pelanggan. Sedangkan, di tower selatan terdiri dari tipe unit 2 kamar tidur dan 3 kamar tidur.

Branz Simatupang telah mulai groundbreaking pada Maret tahun lalu dan bakal melakukan serah terima pada Desember 2018 mendatang. Dengan luas area 15.000 meter persegi yang terdiri dari dua kondominium yang memiliki 381 unit dengan letak strategis di Jakarta Selatan.

Bangunan menjulang yang berdiri di lahan seluas 1,5 hektar ini akan dilengkapi oleh beragam fasilitas, seperti jogging track, lawn yard, indoor pool, meeting room, ruang serba guna dan sebagainya.

Tai Horikawa, Business Development Director PT Tokyu Land Indonesia, menjelaskan, lantaran lokasi strategis di area yang berkembang pesat, Branz Simatupang memiliki potensi besar dan bernilai tinggi. Ini karena mudahnya akses dengan adanya jalan tol dan sangat dekat dengan lokasi MRT Jakarta.

Di dekat proyek Branz ini juga dekat dengan sekolah internasional Jepang, sehingga pihaknya memprediksi bahwa akan ada 50 persen warga Jepang yang bermukim di Branz Simatupang. "Target penghuni tidak ada, tetapi dengan lokasi yang dekat sekolah Jepang, orang Jepang bisa mencapai 50 persen," jelasnya.

Sebanyak 110 unit kondominium dari satu tower yang dipasarkan, yakni tower selatan telah berhasil dijual. Satu unit dibandrol dengan harga Rp 40 juta per meter persegi. Sedangkan tower utara sedang progress penjualan dengan kenaikan harga satuan rata-rata 10 persen sejak kondominium Branz Simatupang ini diluncurkan pada Oktober 2015 lalu. Komposisi pembeli unit kondominium terdiri dari 80 persen investor, sedangkan 20 persen end user.

Branz Simatupang didirikan di atas lahan seluas 1,5 ha. Di atas lahan tersebut akan berdiri 2 tower kondo dan satu gedung komersial. Proyek terdahulunya, yakni Branz BSD didirikan di atas lahan seluas 5,3 ha. Ada 3.000 unit kondo yang bakal disediakan. Kedua proyek tersebut memiliki total nilai 65 miliar yen atau sekitar Rp 7,5 triliun. Rinciannya, sebesar 15 juta yen untuk Branz Simatupang dan 50 juta yen untuk Branz BSD.

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)