Cara Bank BTN Lahirkan Entrepreneur Baru di Bidang Properti

Maryono Direktur Utama Bank BTN, saat menerima penghargaan Muri, disela-sela acara program edukasi literasi property  di Universitas Sriwijaya, Palembang

Untuk mewujudkan komitmennya memajukan sektor properti, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. tidak hanya fokus di bidang pembiayaan perumahan ataupun konstruksi. Tapi juga diperluas dengan membina sumber daya manusia khususnya para pengembang atau developer melalui Housing Finance Center.

Kali ini program edukasi literasi properti diadakan di Universitas Sriwijaya, Palembang (27-30 Oktober). Adapun tema program literasi properti yang diangkat HFC BTN dalam  rangkaian acara pelatihannya adalah “Menjaring 10.000 wirausahawan muda properti membangun 1.000.000 rumah di Nusantara”.

Tujuan program tersebut adalah untuk memberikan pendidikan kepada pesertanya tentang seluk beluk dunia properti, mulai dari permodalan, regulasi hingga peluang tantangan membangun bisnis properti dari nol serta sosialiasi mengenai peran Bank BTN dalam mendorong kemajuan sektor properti.

Rangkaian program literasi properti ini juga melibatkan asosiasi dan komunitas seperti REI dan APERSI serta para peserta HFC yang telah sukses meniti karir di dunia properti. Alhasil program literasi properti di 27 kampus ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai edukasi literasi properti dengan peserta terbanyak.

"Kami percaya bahwa mahasiswa merupakan generasi penerus yang menentukan masa depan dunia properti menghadapi era digitalisasi, dan tantangan keterbatasan lahan di tengah meningkatnya jumlah penduduk di Indonesia,” kata Maryono, Direktur Utama Bank BTN. Para calon wirausahawan muda bidang properti diharapkan bisa meningkatkan sisi pasokan di sektor properti yang saat ini tidak sebanding dengan tingginya permintaan atau demand properti.

Maryono menambahkan dengan mendidik calon developer yang berkualitas, diharapkan tingkat kemampuan membangun dan mempertahankan bisnis properti bisa lebih unggul sehingga backlog kepemilikan perumahan yang mencapai lebih dari 11,38 juta kepala keluarga di Indonesia perlahan dapat teratasi.

Selain menggelar program literasi properti di kampus, HFC BTN juga mengembangkan bibit-bibit wirausaha properti dengan membuka program khusus, seperti program mini MBA in property bekerjasama dengan Sekolah Bisnis Manajemen Institut Teknologi Bandung dan program Master Developer Indonesia (MDI). Lewat beragam program tersebut  Bank BTN telah mendidik 1.000 orang yang siap terjun di dunia properti.

“Lahirnya wirausahawan diharapkan bisa mendorong iklim investasi, kompetisi yang berkualitas dan dinamis sehingga melahirkan beragam inovasi di bisnis properti yang kian dinamis yang dapat memajukan industri properti,” kata Maryono.

Maryono menambahkan HFC BTN mampu melahirkan developer baru yang bisa mendongkrak kapasitas bangun pengembang yang saat ini sekitar 250 ribu higga 400 ribu unit per tahun. Kapasitas tersebut tidak sebanding dengan kebutuhan rumah yang mencapai 800 ribu unit per tahun. "Tahun depan, kami menargetkan akan 1.200 calon developer muda yang akan dilahirkan HFC lewat aneka program pendidikan dan pelatihan," kata Maryono,

“Kami optimistis program ini bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan pasokan properti dan bukti dukungan Bank BTN dalam program sejuta rumah yang diinisiasi pemerintahan Joko Widodo-JK,” kata Maryono. Dalam acara tersebut, Bank BTN juga merilis website Housing Finance Center sebagai pusat informasi mengenai bisnis properti dan seluk beluk dunia properti di Indonesia.

HFC BTN didirikan sejak tahun 2014 telah berhasil menciptakan ribuan calon wirausahawan bidang properti. Mereka dididik HFC BTN salah satunya lewat Program Literasi Property Entrepreneurship yang tahun ini telah sukses digelar di 27 Universitas terkemuka di Indonesia.

Berdasarkan catatan keanggotaan asosiasi Real Estate Indonesia, dalam 10 tahun terakhir jumlah pengembang hanya bertambah 515 orang, sektor perumahan di Indonesia jelas kekurangan entrepreneur. "Bank BTN mencoba mendorong lahirnya calon wirausaha properti lewat HFC dan mengadakan pelatihan dengan menggaet institusi pendidikan di seluruh Indonesia,” ujar Maryono.

 

 

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)