Fasilitasi Pembiayaan KPR Syariah, The Sanctuary Collection Gandeng BSI

Andreas Audyanto Chief Operating Officer (COO) The Sanctuary Collection (kedua dari kanan), Firman Jatnika Regional Chief Executive Officer VI Jakarta 3, Bank Syariah Indonesia (keempat dari kanan) disela-sela Penandatanganan Perjanjian Kerjasama fasiltas pembiayaan KPR berbasis syariah dari BSI untuk proyek The Sanctuary Collection di Sentul, Bogor (6/10).

 
Untuk mendongkrak penjualan unit properti di The Sanctuary Collection sebagai pengembang Cipta Harmoni Lestari terus mencari terobosan dalam hal pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) berbasis syariah. Diakui Chief Operating Officer (COO) The Sanctuary Collection, Andreas Audyanto, saat ini 60%-70% konsumen melakukan pembayaran dengan menggunakan fasiltas pembiayaan KPR.

Saat ini untuk pembiayaan KPR, The Sanctuary Collection telah bekerjasama dengan 5 bank, hari ini untuk memenuhi permintaan konsumen untuk KPR berbasis syariah, pengembang perumahan mewah The Sanctuary Collection menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI). Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara keduanya dilakukan Rabu (6/10) di Marketing Gallery, The Sanctuary Collection, Sentul Selatan, Bogor.

Audyanto menambahkan, kolaborasi pengembang dengan perbankan seperti ini adalah salah satu kunci sukses bisnis dalam penjualan properti. Memang, permintaan konsumen kami terhadap pembiayaan berbasis syariah cukup tinggi. Oleh karena itu, kerjasama ini bisa menjawab kebutuhan konsumen tersebut.

Diakui Audyanto, BSI merupakan perbankan syariah yang terbesar di Indonesia saat ini dan biasanya konsumen memang mencari bank yang expert seperti BSI dengan bisnis berbasis syariahnya. Dirinya sangat bersyukur karena BSI melirik The Sanctuary Collection dan dijadikan sebagai partner strategis dalam pengembangan bisnis.

Regional Chief Executive Officer VI Jakarta 3 BSI Firman Jatnika menambahkan, kerjasama ini merupakan bagian dari salah satu fokus bisnis Bank Syariah Indonesia untuk masuk ke sektor properti, khususnya segmen kelas atas dan dari pengembang yang sudah dipercaya di level nasional. “Kerjasama ini, juga merupakan upaya kami untuk memenuhi permintaan nasabah di segmen atas dengan kualifikasi perumahan mewah,” ujar Firman.

“Bagi konsumen properti, termasuk mereka yang ingin membeli rumah di The Sanctuary Collection, marginnya 3,3% untuk tahun pertama. Sedangkan tenor yang diberikan bisa sampai 30 tahun. Ini merupakan langkah kami untuk memudahkan masyarakat tinggal di sebuah hunian yang nyaman, bukan hanya sebagai investasi,” kata Firman.

Diakui Audiyanto dalam kondisi pandemi Covid-19, progres pembangunan The Sanctuary Collection tetap berjalan, meskipun sedikit menganggu penjualan. Namun pihaknya tetap berkomitmen untuk menyelesaikan proyek tepat waktu. “Untuk fase 1 akan dilakukan serah terima pada Juli 2022 dan siap dihuni. Sedangkan fase 2 ditargetkan serah terima pada kuartal I/2023,” katanya.

The Sanctuary Collection dibangun di lahan seluas 25 hektar dan lahan ini sudah dikembangkan menjadi 75 hektar. Cluster perdana, Tanglin Parc telah terjual habis sebanyak 160 unit Januari 2021 lalu. Sedangkan cluster kedua, bertajuk Newton Spring sebanyak 113 unit, saat ini sudah terjual hingga 70%. “Meskipun jumlah unit Newton Spring lebih sedikit dibanding Tanglin Parc, kami menargetkan marketing sales sekitar Rp 400 miliar, pertimbangannya karena harganya lebih mahal dari fase I,” katanya.

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)