Hunian di Pusat Bisnis Jadi Incaran Kaum Millenial

View Apartemen Green Pramuka City di Jakarta Timur

Tingkat kemacetan di Jakarta yang tinggi dan perubahan pola bertempat tinggal para Millennial atau mereka yang usianya berada dalam rentang 18 hingga 34 tahun merupakan berkah bagi pengembang hunian vertikal atau apartemen.

Menurut Marketing Director Green Pramuka City, Jeffry Yamin, kemacetan yang belum teratasi di Ibu Kota membuat masyarakat memilih untuk mencari hunian yang berdekatan dengan tempat kerja. “Bayangkan berapa waktu yang harus dihabiskan pengendara mobil di Jakarta akibat terjebak macet. Belum kerepotan lain akibat mencari parkir. Itu sebabnya hunian vertikal yang ada di pusat-pusat bisnis kini menjadi incaran,” tuturnya.

Selain itu, lanjutnya, terdapat fenomena dari generasi millennial yang memilih menunda pembelian atau tinggal di rumah. Mereka lebih senang tinggal di apartemen yang praktis dan memiliki nilai jualnya terus merangkak naik.

“Tentu saja, untuk itu haruslah apartemen yang berada pada lokasi-lokasi strategis sehingga mendukung mobilitas generasi millennial yang tinggi. Bandingkan dengan perumahan dengan harga terjangkau ada di kawasan yang jauh dari pusat kota,” Jeffry mengungkapkan..

Menariknya, generasi millennial ternyata tidak memikirkan lagi bahwa mereka butuh kendaraan pribadi seperti mobil untuk mendukung aktivitas. Selain tempat tinggalnya dekat dengan tempat yang dikunjunginya secara reguler, penghuni akan beralih pada transportasi publik untuk menghemat biaya. Tidak heran jika banyak apartemen, terutama di kawasan strategis menawarkan kemudahan akses untuk penghuninya.

Green Pramuka City bahkan sejak lama memang dibangun pada posisi yang mudah dijangkau menggunakan kendaraan massal komuter seperti KRL, Transjakarta maupun bus pengumpan (feeder). Selain itu, disediakan shelter bus Damri khusus bandara hingga pool layanan kendaraan online yang memudahkan penghuni menggunakan transportasi publik oleh masyarakat maupun pembangunan infrastruktur pendukungnya di kantong-kantong aktivitas penting.

“Itulah sebabnya lokasi apartemen akan berhubungan erat dengan kepentingan seseorang. Di luar pertumbuhan nilai investasi, pemilihan lokasi apartemen dipertimbangkan yang paling dekat dengan kantor atau kampus,” tuturnya.

Hal tersebut terjadi karena generasi Millennial lebih senang tinggal di pusat kota, tempat mereka bisa hidup, kerja, menikmati hidup dengan bersosialisasi bersama komunitasnya sekaligus mudah meninggalkan huniannya untuk pesiar. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, konsep one stop living hunian vertikal yang modern sekaligus lengkap menjadi tuntutan para generasi Millennial yang menuntut kemudahan dan kenyamanan sebuah kawasan hunian. Selain itu yang paling penting, generasi millennial merupakan generasi haus teknologi. Mereka terbiasa hidup praktis sehingga tak bisa jauh dari gawai dan sambungan internet sehingga apartemen di pusat kota dengan infrastruktur dengan teknologi baik menjadi pilihan mereka.

“Tantangan bagi pengembang hunian vertikal tentu saja harus mampu memenuhi tuntutan generasi millennial yang akan menjadi pangsa pasar properti saat ini. Jika hal ini mampu dipenuhi maka pasar apartemen akan tetap seksi,” dia menegaskan.

Apartemen Green Pramuka City di Jakarta Pusat dibangun di atas lahan seluas 12,9 Hektar dengan lingkungan yang memiliki konsep Superblok, One Stop Living & Green Living Concepts untuk penghuni, dengan tidak meninggalkan konsep awal dari proyek ini, yaitu hunian berlokasi strategis yang merupakan pertemuan dari 3 wilayah Jakarta (Jakarta Pusat, Jakarta Utara, dan Jakarta Timur), mudah dijangkau dengan akses gerbang Tol Cempaka Mas, Tol Sunter, dan Tol Rawamangun serta dibangun dengan konsep hijau dengan 80% ruang terbuka dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

 

www.Swa.co.id

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)