Indonesia Property Watch Gelar Pameran Properti Online

Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch (tengah).

Salah satu terobosan baru yang dilakukan Indonesia Property Watch (IPW) yaitu menggelar PropertyExpo.id. Pameran properti online berbasis teknologi ini merupakan yang pertama dan satu-satunya di Indonesia.

PropertyExpo.Id digelar mulai 1 – 31 Mei 2018 di www.propertyexpo.id diikuti 21 pengembang yang menawarkan 43 proyek properti untuk bersama-sama memasarkan produknya dalam pameran ini dari berbagai wilayah seperti: Jakarta, Bogor, Bekasi-Cikarang, Tangerang-Banten, Semarang, Makasar, dan Batam.

Ratusan tipe rumah tapak dan apatermen yang beragam membuat semakin banyak pilihan sesuai dengan keinginan calon konsumen. Begitu juga harga yang ditawarkan mulai dari harga rumah subsidi hingga Rp 1 miliar.

"Konsumen akan memperoleh kesempatan untuk mendapatkan harga lebih murah dengan melakukan klaim voucher atau diskon selama periode pameran PropertyExpo.Id. Dengan demikian harga transaksi nantinya pastinya lebih murah dibandingkan bila konsumen membeli di luar pameran PropertyExpo.Id," kata Ali Tranghanda, CEO Indonesia Property Watch.

Sebuah pengalaman baru untuk mengunjungi pameran properti tanpa harus malas karena macet, tanpa harus parkir, dan dapat diakses dimana saja, kapan saja. Informasi yang diterima pun relatif lebih lengkap dan masyarakat tidak harus menyiapkan waktu khusus untuk berkunjung ke pameran properti.

Para marketing proyek akan senantiasa dapat membantu untuk memberikan informasi dari feature WhatsApp Chatting yang tersedia di PropertyExpo.Id, sehingga para marketing pun tidak harus menyediakan waktu jaga pameran khusus dan masih bisa melaksanakan hal-hal penting lainnya sambil berinteraksi dengan calon konsumennya.

Model pameran online ini diyakini akan menjadi trend setter bagi penyelenggara pameran properti konvensional dan pastinya menjadi alternatif pilihan bagi para pengembang yang telah mulai memasarkan proyeknya secara digital.

Selain lebih efektif dan efisien, biaya yang dikeluarkan para pengembang pun relatif lebih rendah. Menurut Ali karena peserta pameran tidak dikenakan biaya sewa booth, mobilitas barang, operasional dan lain-lain. "Biaya pameran online sekitar Rp 30 juta/bulan," tambah Ali.

Untuk pameran PropertyExpo.Id yang pertama kali ini memilih tema #HunianZamanNow sekaligus bentuk campaign untuk para milenial untuk sedini mungkin ‘melek’ properti.

Gaya hidup praktis menjadi simbol generasi Milenial. Namun sebagian dari mereka cenderung kurang berhemat. Tidak ada salahnya bila mereka mulai menyisihkan sebagian penghasilannya untuk menabung atau mencicil properti. Tidak sedikit Milenial yang mampu beli properti.

Sebagian dari mereka dengan keterbatasan daya beli dapat mencari alternatif pembiayaan dari orang tua untuk sekedar membantu membayarkan uang mukanya terlebih dahulu. Kenapa tidak? Karena harga properti tidak akan menunggu siapa pun dan akan terus naik. Bagi yang belum cukup tetaplah berusaha.

Dengan adanya PropertyExpo.Id ini diharapkan lebih menyadarkan kaum millenial untuk segera membeli properti sesuai selera dan kebutuhannya masing-masing untuk masa depan mereka sebelum harga semakin tinggi lagi.

Sayangnya, Ali enggan menyebut target transaksi yang dipatok dari pameran property online ini. Karena ini baru yang pertama kali, sehingga masih banyak perbaikan dan mencari masukan dari pengembang. "Kami akan menggelar pameran 3-4 kali dalam setahun dan jumlah pengembang yang ikut akan lebih banyak," kata Ali.

 

Leave a Reply

Sign In

Get the most out of SWA by signing in to your account

(close)

Register

Have an account? Sign In
(close)